TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Rencana Licik Hani


__ADS_3

Siang itu pukul 13:30 sebuah jet pribadi mendarat dengan mulus di bandara internasional Soekarno-Hatta. Tak lama setelah itu. Tampak seorang pemuda tampan keluar di ikuti oleh beberapa anak buahnya dari pesawat langsung menuju lorong VIP.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan. Rombongan Tuan Muda itu segera keluar dimana disana telah berdiri puluhan lelaki memakai jas berdasi dan kaos bergambar Macan Putih tampak sedang menunggu.


Begitu Tuan Muda Harsya dan yang lainnya menghampiri mereka. Seorang lelaki berusia 43 tahun dengan pakaian berbintang di pundaknya tergopoh-gopoh menyambut pemuda bersama yang ikut di belakang.


"Selamat kembali ke negara kita keponakan ku." Ucap lelaki setengah tua itu seraya membungkuk hormat di ikuti oleh yang lain nya.


"Terima Kasih Paman." Kata Harsya tersenyum.


"Tuan Muda apakah kau akan kembali ke Mansion yang di Bintaro Jakarta Selatan atau ke Pondok Indah.?" Tanya Lelaki itu.


"Sebaiknya kita ke Mansion Pondok Indah untuk mendiskusikan terlebih dahulu tentang mereka berlima dengan keluarga nya, yang akan menjadi incaran dan target ketiga iblis itu." Kata Harsya.


"Baik Tuan' Muda, mari silahkan masuk ke mobil." Kata Paman Anton Sideka.


Tak lama kemudian iring iringan mobil mewah itu pun bergerak meninggalkan bandara tersebut, menuju pondok Indah dan berbelok kearah jalan menuju Mansion mewah milik Tuan muda Harsya.


"Paman Anton. Aku akan beristirahat sejenak satu jam dua jam karna rasa capek dan lelah. Silahkan Paman atur tempat tinggal mereka berlima. Aku percayakan kepada Paman." Ucap Harsya sesekali menguap karna rasa kantuk yang menyerang.


"Siap Tuan Muda. Silahkan anda beristirahat. Saya tidak akan mengganggu waktu istrahat anda." Ucap Harsya setelah sampai di Mansion yang ada di Pondok Indah.


********


Saat ini tepat pukul 04 sore hari menjelang senja. Awan baru saja terbangun.


Dia tidak tahu sejak pukul berapa ia tertidur. Yang Ia ingat hanya kejadian penyelamatan kedua Abang nya di Negara Jepang bersama beberapa anak buah setia dan sahabat nya.


Harsya langsung beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan badan dan keluar dari kamarnya menuju ruangan keluarga, yang tak sempat Ia sapa mereka yang tinggal di Mansion pemberian dari Kakek Abdullah, karna rasa kantuk yang amat dalam.


Tak lama setelah itu, Harsya pun langsung melangkah kan kaki nya keluar kamar dan turun untuk menemui beberapa orang yang terdengar cukup ramai di lantai bawah.


"Kak. Harsya' sudah bangun." Ucap gadis berusia 15 tahun itu setelah pemuda itu turun dari arah tangga Mansion mewah itu.


"Pemuda itu mengangguk dan mengelus rambut adik dari istrinya yaitu Fatimah dan gadis yang berdiri di samping nya, yang bernama Sri adik Syamsul.


"Fatimah, apakah Riyan bersama yang lainnya. Apakah mereka ada di sini atau sudah pada pulang.?" Tanya Harsya.

__ADS_1


"Fatimah menjawab pertanyaan dari Kak Harsya.!


"Kak Riyan. Sudah kembali ke Apartemen. Sementara Fander bersama Kak Gandi berada di luar halaman Mansion tepatnya di Gazebo. Sedangkan yang lainnya bersama Ken dan Rex ikut bersama Paman Anton membawa orang orang Jepang.


"Ohk....... Kak Galang Mega Ardana. Kemana.?" Tanya Harsya.


"Dia belum keluar dari kamarnya kemungkinan masih tertidur pulas." Jawab Fatimah.


"Ohk....... Yaa..... Sudah bikin kan Kakak, kopi. Antarkan ke Luar halaman mau menemui mereka.


"Siap Bos besar. Ayo Sri.......!! Ajak Fatimah seraya cekikikan meninggalkan Tuan Muda Harsya.


"Hmmmmmm." Gumam Harsya seraya geleng geleng kepala nya. Lalu berjalan kearah keluar menghampiri Fander dan Gandi yang berada di Gazebo.


Kak Fander Kak Gandi. " Tegur Harsya setelah sampai di dekat Gazebo sedang asyik mengobrol bersama kedua Orang Tua Syamsul.


"Ehk. Tuan Muda. Sudah bangun." Kata mereka berdua terkejut langsung membungkuk hormat.


"Sudah...... Tidak usah membungkuk, hilangkan peradaban bila kita sedang mengobrol santai." Ucap Harsya melarang mereka membungkuk.


"Ayo duduk, ada yang mau saya tanyakan kepada kalian berdua." Kata Harsya.


"Siap Tuan muda. Mereka berdua langsung duduk bersama pasangan paruh baya itu.


Tak lama setelah itu pesanan kopi yang di minta oleh Harsya kepada adik ipar nya pun datang dan menyuguhkan kepada pemuda yang menjadi kakak iparnya.


Kak. Kopi nya, sesuai permintaan dari Kak Harsya luwak white kopi." Kak Fander dan Kak Gandi mau kopi juga.?" Tanya Fatimah.


"Bikin kan Aja, Adik ku yang paling cantik." Titah Harsya seraya memuji kecantikan wajah adik iparnya.


Gandi dan Fander tersenyum seraya mengangguk kepada Fatimah.


"Siap Kak. Lalu pergi untuk membuat kopi bersama Sri.


#################


Disalah satu restoran mewah di daerah Cawang Jakarta Timur sore itu. Sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara. Hani dengan otak licik nya mampu mengelabui kekasihnya untuk menuruti keinginan nya.

__ADS_1


Harta yang ia peroleh dari Nona Muda Shintia, membawa nya dalam sipat tamak dan serakah. Hasutan dan rayuan serta kunci dari persahabatan ia gunakan agar tujuan nya tercapai.


Indah dan Dewi bersama Dirga dan Azis kini sudah masuk dalam rencana nya yang secara terang-terangan memusuhi Tuan Muda Harsya, dan memberikan informasi informasi penting kepada Nona muda Shintia dan Anastasya.


Rencana kedua Hani saat ini akan menjerat Azis dengan memberikan kehangatan kepada kekasihnya, maka dengan itu keiinginan, untuk menghabisi Harsya berikut istrinya melalui Azis yang notabene jago dalam berkelahi akan tercapai.


"Yang malam ini antar aku ke puncak Bogor ya." Kata Hani dengan tatapan manja.


Mau ngapain Ayang kita ke Puncak.?" Tanya Azis penasaran.


"Pengen Jalan jalan, bosan atuh di Jakarta Mulu." Kata Hani memasang wajah cemberut.


Melihat exfresi wajah kekasihnya dengan jutek dan cemberut, seketika Azis pun mengiyakan ajakan dari kekasihnya itu.


"Yaa........ Sudah setelah kita selesai makan. Kita berdua langsung berangkat.


"Beneran sayang. Kamu bersedia mengajak aku jalan jalan ke puncak Bogor." Ucap Hani seketika wajahnya berubah senang.


"Apa sih yang nggak buat wanita secantik kamu." Puji Azis membuat wajah Hani memerah dan hatinya berbunga-bunga dalam kepalsuan.


"Aku sudah selesai yang makan nya. Ayo kita berangkat." Ucap Hani tak sabaran.


"Hmmmmmmm. Semangat amat, pujaan hatiku." Gumam Azis.


"Semangat dong sayang. Pertama kalinya jalan ke puncak Bogor bersama kekasih tercinta." Membalas Gumamnya Azis.


" Yaa...... Sudah ayang tunggu di mobil. Aku mau ke kasir dulu untuk membayar makanan kita." Titah Azis.


"Ok." Sayang..........! Jangan lama lama ya." Manja Hani.


Azis hanya mengangguk dan beranjak dari kursi menuju kasir restoran itu, sementara Hani berjalan keluar menuju mobil milik kekasihnya yang di parkirkan tepat di samping mobil Pajero sport.


Tak lama kemudian Azis dan Hani pun kini sudah berada di mobil mewah BMW dan mulai melaju meninggalkan restoran mewah menuju kawasan puncak di sore hari itu.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2