TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Budiman Jim menerima tantangan dari Ilham dan Clarissa


__ADS_3

Siang itu di kantin kampus. Beberapa mahasiswa senior sedang duduk menikmati minuman mereka masing masing sambil sesekali membahas tujuh mahasiswa mahasiswi yang baru beberapa hari masuk.


Mahasiswa Lelaki memuji kecantikan dari tiga gadis itu apalagi yang suka memakai kerudung Hitam berbeda dengan mahasiswa perempuan memuji tiga lelaki yang terlihat macho dengan menggunakan mobil mewah.


Berbeda dengan satu mahasiswa yang pergi ke kampus memakai motor beat yang sudah tua menjadi bahan ledekan dan cacian di antara mahasiswa lainnya terutama ketiga mahasiswa senior yang paling di takuti.


Siang itu di kantin, Budi bersama dua sahabat nya Ilham dan Indra sedang memperhatikan tiga gadis yang sedang duduk tidak jauh dari mereka bertiga.


"Budi loe berani nggk dekati gadis memakai kerudung hitam itu? Tanya Ilham menguji keberanian sahabatnya itu.


"Ok." Siapa takut, Tapi seandainya gue bisa dapatkan itu cewek itu bagaimana? Tanya Budi.


"Gue kasih loe 20 juta. Tapi seandainya loe tidak berhasil.! Bayar gue 20 juta bagaimana? Tanya Ilham memberi tantangan kepada kepada sahabat nya anak dari jimmy.


"Baik. Deal." Kata Budi seraya menjulurkan tangan untuk berjabat tangan kepada Ilham menyambut tantangan dari Ilham.


Setelah selesai dengan kesepakatan antara Budi dan Ilham di saksikan oleh Indra, dan anak dari Jimmy pun melangkah menuju tiga mahasiswi baru masuk beberapa hari itu.


Hai... Boleh bergabung. Sapa seorang pemuda tampan seperti mahasiswa. Pada umumnya. Sungguh cantik dan alami wanita berkerudung hitam itu. Ucap Budi dalam hati.


Halimah tidak menyahut, sementara Ariani cuek beda dengan Clarissa memperhatikan pemuda itu tak berkedip. Budi melirik kearah Halimah yang acuh saja.


"Tidak boleh ya? Maap mengganggu" Ucapnya menyadarkan lamunan Clarissa.


"Boleh silahkan duduk. Ucap Clarissa. Maap saya mahasiswi pindahan tidak pernah melihat kamu. Ucap nya lagi.


"Saya mahasiswa senior di kampus ini. Perkenalkan nama saya Budiman Jim. Dan bila ada apa apa di kampus ini jangan sungkan untuk mengadukan kepada saya. " Jawabnya sambil menyodorkan tangan nya untuk bersalaman. Clarissa menyambut uluran tangan Budi, tapi tidak dengan Ariani dan Halimah.


"Saya Clarissa, dan ini teman saya Ariani serta Halimah. Sahut Clarissa.


"Kedua teman mu lagi sariawan yah.! Dari tadi diam saja. " Tanya Budi yang sejak tadi melihat Halimah diam saja mendengar kan percakapan mereka tampa menoleh atau pun tertarik untuk ikut nimbrung dalam percakapan.


"Mereka berdua maklum Mabar. Di kampus ini mereka berdua hanya aku temannya. Bela Clarissa yang melihat Halimah dan Ariani tidak senang dengan kedatangan Budi.


"Clarissa gue sama Ariani duluan ya. Gue mau kerumah Harsya." Ucap Halimah menarik tangan Ariani.


"Kalian berdua mau kemana? Bentar lagi dosen masuk" Cegah Clarissa yang melihat kedua temannya ingin bolos.

__ADS_1


"Pak Jonathan tidak masuk hari ini sedang di panggil oleh bokap gue karna menghina dan merendahkan pacar nya Halimah. Kini yang menjawab Ariani Suhardi.


"Yang memakai kerudung hitam mau kemana? Tanya Budi yang sejak tadi memperhatikan kecantikan Halimah.


"Biasa pergi ke rumah pacar nya." Jawab Clarissa.


"Emang siapa pacar nya? Apakah mahasiswa di sini? Tanya Budi penasaran.


"Pacar nya itu adalah mahasiswa di sini juga dan kamu juga tahu, karna waktu dia pertama masuk sudah di kerjain oleh kalian bertiga. Jawab Clarissa yang berani mengungkapkan jati diri Tuan Muda karna di hadapan lelaki ini ayah nya yang bernama Jimmy sudah ada di tangan tuan muda Harsya.


"Hah.... serius! Yang memakai Motor Beat warna Putih dengan pakaian kumuh dan dekil itu. " Kaget Budi.


"Hahahaha." Loe kalah bersaing sama yang memakai motor Beat itu. Ledek Clarissa.


"Paling juga cowok itu memakai guna guna." Cibir Budi.


"Loe negatif thinking melulu.! Halimah suka sama pacarnya itu sejak dari kelas satu SMP sekarang. " Jawab Clarissa ingin mengetahui reaksi Budi. Tapi jika loe suka sama Halimah mending mundur karena sebentar lagi dia akan segera di lamar oleh pemuda tukang Ojeg tampan itu. Lanjut Clarissa menjelaskan kepada Budi agar berpikir panjang jika ingin mendekati Halimah.


"Selama janur kuning Belum melengkung. Masih ada kesempatan untuk di tikung.! Ucap Budi sombong.


"Deal.......! Kata Budi menjulurkan tangannya.


"On deal." Jawab Clarissa menyambut uluran tangan pemuda itu.


"Baiklah kalau loe sampai gak bisa mendapatkan Halimah merebut dari Harsya maka gue mau loe jadi pelayan gue selama satu bulan." Jawab Clarissa.


"Siapa takut." Jawab nya.


*********************


Obrolan panjang antara Tuan Muda Harsya bersama Cok Ben pun berlangsung lanjut dengan membahas sesuatu yang spesial buat mereka berdua. Apalagi setelah kedatangan Ketua Macan Putih.


"Abang Ucok dan Beni, Aku minta satu permintaan dari kalian berdua, sebisa mungkin jangan sampai di tolak. " Kata Harsya dengan nada serius kepada Cok Ben.


"Silahkan Tuan Muda bila kami berdua mampu akan mengabulkan permintaan dari anda. " Ucap Beni di angguki oleh Ucok.


"Kang Ujang panggilkan kedua orang tua mereka berdua untuk segera ke ruangan keluarga. " Titah Harsya memberi perintah kepada Ketua Macan Putih itu.

__ADS_1


"Siap Tuan' Muda seraya beranjak dari duduk dan berjalan menuju dapur.


Tidak lama berselang lelaki paruh baya pun datang bersama kang Ujang di hadapan Tuan Muda Harsya dan Cok Ben.


Ada apa ini.! Siapa mereka ? terus apa maksud semua ini. Ucap Ucok dalam hati sama hal nya Beni juga dalam hati bertanya tanya.


"Wa Imas dan WA Edi silahkan duduk di kursi bareng sama kita yang ada disini? Titah Harsya kepada pasangan suami istri paruh baya itu.


"Abang Ucok dan Beni perkenalkan mereka berdua adalah Orang Tua Inah dan Ineh. " Kata Harsya.


"Cok Ben menganga mulut nya tampa berkedip, kaget dan syok itu yang di rasakan oleh mereka berdua.


#Playback#


Malam itu setelah Tuan Muda Harsya baru saja pulang menjenguk Ibu Lia yang sedang di rawat dan akan segera di operasi setelah hasil penyakit nya di ketahui.


Satu unit Mobil Marcedez Benz e-class melesat membelah jalanan malam hari di ibu kota tersebut. Hanya beberapa menit saja mobil tersebut berbelok kearah salah satu perumahan elit.


Setelah mengetahui siapa yang datang para penjaga dan satpam pun membuka kan pintu gerbang yang menjulang tinggi keatas.


Mobil yang di kendarai oleh pemuda berusia 22 tahun itu langsung melajukan mobil nya secara pelan dan berhenti tepat di samping mobil Avanza Veloz.


"Brow, Terima Kasih sudah mau mengantar saya pulang. " Ucap pemuda yang duduk di samping pengemudi itu.


"Santai kali, Brother and mayder.! Balas pemuda itu renyah.


"Loe, Gak mampir dulu untuk sekedar minum kopi. " Ajak nya.


"Sorry brother sudah malam, and badan gue ringsek pengen istrahat.! Tolak pemuda itu untuk meminum kopi.


"Yaa.......! Sudah......! Kalau begitu gue turun. Kasian para penjaga dan pengawal dari tadi berdiri menunggu membuka pintu mobil ini.! Kekeh pemuda itu cekikikan.


"Hehehehe." Pengemudi mobil mewah itu pun tertawa renyah setelah menengok kearah samping kiri dan kanan melihat Mang Jaka dan penjaga lainnya sedang berdiri sesekali tangan nya memukul pipi mungkin hinggap nya nyamuk di wajah itu.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2