TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Kabur nya Dani Rustandi bersama kepala pengawal


__ADS_3

Malam itu di sebuah kafe yang tidak jauh dari pelabuhan merak sekitar pukul sembilan malam lebih, kursi kursi dan meja serta gelas dan mangkuk berantakan dan kacau balau, suara tendangan serta suara nangka matang jatuh terdengar dari luar kafe tersebut.


Para pengunjung kafe di malam hari yang bukan orang orang Tuan Muda Harsya menjerit jerit histeris kadang kadang saling bertabrakan untuk menyelamatkan diri dari amukan para pengawal yang Pria paruh baya di provokasi oleh gadis berkerudung hitam itu.


Murid didik Ketua Macan Putih yang sudah menyamar dan menjadi pengunjung kafe tersebut segera berpura pura untuk membuat pingsan Cok Ben dalam kafe tersebut.


Sementara di luar Gandi dan Fander serta Riyan bersama beberapa pengawal menghajar anak buah Dani Rustandi ketika melihat dan mendengar tendangan dari Inah dan Ineh langsung mendarat kepada lelaki paruh baya itu dan tersenyukur hingga terdengar suara jatuh buah nangka matang.


Halimah bersama Inah dan Ineh serta Ken Liem dan Rex Ryu mendapatkan kepungan dari orang orang Dani Rustandi berjumlah 15 orang berbadan besar dan bermuka sangar tidak merasa takut sedikitpun.


Perkelahian itu pun pecah antara lima belas orang melawan lima orang orang orang Tuan Muda Harsya dengan amukan amukan yang brutal di layangkan oleh para pengawal Dani Rustandi.


Tak lama setelah itu dari arah luar dan dari dalam ruangan kaca dinding bermasukan orang orang mengenakan baju oblong yang tinggi tinggi dan badan berotot langsung membantai anak buah Dani Rustandi. Membuat ruangan kafe itu menjadi ajang pembantaian.


Melihat posisi anak buahnya sedang di bantai oleh orang orang yang baru masuk Dani Rustandi seketika langsung melarikan diri bersama kepala pengawal nya menggunakan pintu belakang.


"Kang Ujang dan Kak Gandi kejar Dani Rustandi yang kabur lewat pintu belakang." Teriak Halimah memberi perintah kepada Ujang dan Gandi yang sedang berada di luar.


"Saat ini dalam ruangan kafe sudah seperti kapal pecah saja. Mayat mayat tumpang tindih dan bau anyir darah menyengat dalam hidung.


Para pengunjung kafe yang tidak menduga bahwa di malam ini akan terjadi pembantaian mereka benar benar dalam ketakutan dan berjongkok di ujung kafe sambil tangan di simpan dalam kepala.


"Ken dan Rex kalian cepat kejar bersama Gandi dan Ujang memburu Dani dan satu pengawalnya biarkan di sini menjadi tanggung jawab kami." Titah Halimah.


"Siap Nona Halimah." Jawab Ken dan Rex lalu berlari kearah kabur nya Dani Rustandi.


"Inah dan Ineh bangun kan mereka berdua karna bos nya sudah kabur." Titah Halimah untuk membangun kan Ucok dan Beni.


"Siap Nona Muda.!


Di belakang bangunan kafe Dani Rustandi dan satu pengawal sedang bersembunyi dari kejaran Ujang Suparman dan Gandi.


"Kemana kita akan pergi Firza? Tanya Dani Rustandi.


"Tuan Besar sebelum anda masuk kedalam kafe tersebut, saya sudah menyiapkan mobil dan ada sepuluh orang yang menunggu di ujung belakang muatan kapal usang itu, asalkan kita bisa menjangkau mobil itu di pastikan kita akan selamat." Kata Firza.


"Bagus...... Sekarang ayo kita bergerak.! Ajak Dani kepada pengawal nya itu Firza.

__ADS_1


Dani dan kepala pengawal nya itu terus saja berjalan menuju kebagian luar hotel dan mengendap ngendap menghampiri kapal yang sudah rusak itu. Namun baru saja mereka tiba mereka mulai di kepung dari berbagai penjuru.


Hahahahaha.......! Dani Rustandi kau mau kabur kemana." Tegur seorang lelaki berperawakan tinggi memakai pakaian jas dan berdasi yaitu Fander.


"Bajingan..............!


"Sialan.................!


"Berarti ini semua sudah di rencanakan oleh kau bangsat." Bentak Dani.


Tak lama setelah itu.


"Prok.........! Prok.........! Prok.......! Prok........ !


Tepukan tangan terdengar di telinga mereka dan muncul lah seorang pemuda dari kegelapan yaitu Gandi Darma. Bersama Ujang Suparman dan dua orang warga negara asing.


Sejenak Dani menyipitkan mata nya memperhatikan kearah lelaki yang baru datang dalam kegelapan dengan bertepuk tangan.


"Kau.......... Bukan kah kau adik angkatnya Tuan Alex Asisten Abdullah bodoh itu." Kata Dani sedikit kaget.


"Bener...! Kita bertemu lagi Tuan Dani...! Anjing busuk yang tega melukai Tuan nya setelah kenyang." Kata Gandi dengan senyuman sinis.


bocah kencur. " Teriak Dani sambil meludah.


"Hahahaha." Mengapa Tuan Besar Dani Rustandi, Apakah aku salah? Tanya Gandi dengan tertawa mengejek.


"Tidak perlu banyak bacot dan mengungkit yang sudah sudah, siapa yang berkuasa maka itu akan mudah untuk di capai. " Kata Dani tersenyum sinis.


"Benar benar manusia tidak punya balas budi, kau tidak pantas di sebut manusia, pantas kau serigala berbulu Itik." Ucap Fander menahan amarahnya.


"Hahahahaha.' Serigala berbulu Itik lebih baik aku menjadi serigala berbulu domba." Jawab Dani mulai ngaco.


"Membesarkan Anjing sampah. Setelah Besar malah menggigit Tuan nya. " Kata Fander menghina.


"Diam kau Fander.! Atau aku.... ?


"Atau aku apa.! Katakan kepadaku? Kata Fander mulai membuka jas dan melonggarkan dasi nya.

__ADS_1


"Ampun Ampun Tuan Fander...... Aku sangat ketakutan hahahaha.....! Kata Dani bercanda dengan memasang wajah ketakutan.


"Firza kerahkan anak buah mu untuk menghajar badut badut peliharaan keluarga Abdullah dan keluarga Elisabeth." Kata Dani memberi perintah.


"Hai..............! Para pengawal sikat habis badut badut itu." Firza berkata dengan berteriak.


"Serang.........................! Teriakan satu suara hingga sepuluh pengawal mulai berlarian kearah Gandi, Fander, Ujang Suparman serta dua warga negara asing.......!


"Jangan biarkan lelaki bau tanah itu kabur lagi dan langsung hajar. " Teriak seorang gadis sedang berlari bersama pemuda kearah perkelahian itu.


Fander dan Gandi langsung melompat kearah Dani Rustandi dan Firza, lalu menyerang dengan kekuatan penuh.....!


"Hiaaat........,!


"Taak.......! Dugh......" Draak.......! Wuzzz....!


Terdengar suara tangkisan di antara empat orang yang sedang berkelahi dengan saling menangkis di antara mereka berempat.


Napas mereka berempat kini tidak beraturan setelah saling siku dan saling tangkis dalam pertarungan satu lawan satu itu, Gandi melawan Firza sedangkan Fander melawan Dani Rustandi.


Fander yang mempunyai badan tinggi dan masih terlihat bugar mampu memojokkan Dani yang sudah paruh baya dan kini posisi nya tidak bisa membalas hanya bisa menahan pukulan serta tendangan yang di berikan oleh Fander.


Breeng...............!


Tendangan Fander tidak mengena tubuh Dani di saat Dani terpojok ke bilik kapal itu. Sial kini wajah yang terkena pukulannya saat badan menghindar dari sepakan kaki Fander.


Praak................!


"Wadaw...........!


"Bugh.........! Bugh..........! Bugh..........!


Pukulan Fander tepat menghantam ulu dada milik Dani Rustandi sehingga dia sedikit Sesak dadanya menahan sakit.


Melihat kesempatan yang di milik oleh Fander, maka tidak di sia sia kan lagi oleh pemuda yang di bawa oleh Nyonya Elisabeth itu untuk segera memukul dengan membabi buta kepada dedengkot organisasi Genk Kobra Beracun itu.


Bersambung.

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.


__ADS_2