
Macan Putih bantai habis semua Preman pasar tak guna hidup juga meresahkan masyarakat dan para pedagang. Titah Alex kepada Matih.
"Dengan senang hati Tuan Alex.! Serentak mereka menjawab.
Plak.......!
Bugh.......!
Krak.........!
"Uhk.......! Wadaw.......! Aish........!
"Aduhhh....! Mak ......! Ampun.....! Wajahku....! Ahkkkk.....! Nyeri Mak......! Ringis salah satu dari sembilan Preman menahan kesakitan.
"Warna merah kebiruan melingkar di empat Preman itu akibat kena pukulan dan sepakan dari dua Matih tersebut.
Tidak sampai sepuluh menit lima orang yang tersisa itu ambruk mencium bata di halaman rumah mewah Tuan Radit.
Sementara Ujang Suparman dan Dion kini mulai bersiap siap untuk memulai bertarung secara ksatria satu lawan satu.
Saat ini Dion tidak punya pilihan. Kabur dari sini sudah tidak mungkin karna beberapa pengawal Tuan Alex dimana mana. Saat ini lebih baik mati sebagai lelaki jantan dan meninggalkan nama baik bagi Ardi dari pada harus lari. Karena bila sekarang saya lari memberi tahukan kepada Tuan Ardi. Tuan Alex pasti akan memburu istri dan anak nya.
Masalah benar atau salah jalan yang ku tempuh dirinya bekerja untuk Tuan Ardi dan menghianati Tuan Alex. Itu adalah pilihannya sendiri. Baginya kini dia harus menjaga pendirian yang tetap adalah sebagai lelaki jantan.
"Tuan Dion sikap ksatria. Aku mengagumi mu. Jika kau mati dalam pertarungan ini, maka mayat mu akan ku kuburkan dengan layak, Jika kau bisa menang, maka kau bebas pergi tampa ada siapapun yang mengganggu mu itu adalah janji seorang lelaki. " Kata Ujang memuji sipat ksatria Dion.
"Terima Kasih. Namun aku tidak ingin berbadan basi lagi bersiap lah menerima serangan dari ku.
"Baik..... Baiklah.....! Ujang mulai memasang kuda kuda bela diri Macan Putih.
"Melihat Ujang sudah bersiap siap dengan kuda kuda nya, Dion pun mulai menyerang dengan prustasi.
Pertarungan satu lawan satu itu cukup seru saling jual beli serangan di antara mereka berdua membuat tuan Alex dan beberapa pengawal nya terhibur.
Ketika Dion merasa memiliki kesempatan untuk menendang kebagian atas tubuh Ujang Suparman yang terbuka. tampa dia sadari bahwa itu hanya pancingan saja, karena setelah itu Ujang langsung merunduk dan menyapu kaki yang berdiri dengan satu kaki.
Akibat dari rapuh nya pertahanan dari sebelah kaki saja, maka sapuan dari kaki Ujang itu pun dengan mulus membuat kaki Dion tergelincir. Selanjutnya dapat di ketahui bahwa Dion jatuh terbanting ke lantai dengan suara yang keras.
__ADS_1
"Bangun kau........!
"Plak.......!
"Bugh.....! Bugh......! Bugh.....!
"Aduhhh."
"Plaaak........!
"Ayo Dion kau bangun sialan......!
"Plak.......!
"Bugh........!
"Kang Ujang Suparman. Biarkan dia hidup untuk menjadi saksi di acara Tuan Muda Harsya memperkenal kan diri nya kepada orang orang kantor.
"Baik Tuan Alex.....! Kata Ujang membungkuk hormat.
Kang Ujang dan Matih Matih seret lelaki itu dan langsung bawa ke markas Besar XFRES GROUP di Kota Jakarta biarkan Tuan Muda Harsya yang memutuskan apakah pantas hidup atau harus mati." Titah Alex kepada pengawal nya.
Alex kini berjalan kearah wanita yang tadi mau di perkosa oleh Dono.
"Nona cepat bawa majikan mu kerumah sakit saya akan menelepon istrinya untuk langsung menuju kesana." Titah Alex kepada wanita yang masih ketakutan.
"Bai..... Ba..... Baik.......! Tuan.....!
Pembantu itu pun di bantu dua pengawal mengangkat Radit dan langsung di bawa ke rumah sakit terdekat.
Sedangkan Radit telah tergeletak di lantai rumah dengan keadaan pingsan kaki kedalam rumah sedangkan kepala nonghol ke luar pintu.
Sementara para pengawal lainnya membereskan mayat mayat yang tergelatak bersama Satpam yang sudah di bebaskan serta membersihkan noda darah yang tercium bau anyir.
Setelah semua nya sudah selesai dengan tugas masing masing Alex bersama Ketua Macan Putih segera pergi menuju bandara Kulonprogo Yogyakarta dan malam ini juga Ujang Suparman beserta delapan Matih untuk langsung membawa Dion kehadapan Tuan muda Harsya. Sedangkan Matih delapan sudah terlebih dahulu pergi ke Jakarta memakai pesawat kelas ekonomi.
Matih Empat yang sedang berjaga di kantor pusat XFRES GROUP sudah di suruh menunggu di bandara.
__ADS_1
***********
Dunia Dalam Berita dan Berita Dunia Dalam.
Saat Ini Brigadir Anton Sideka sedang berada Bukit besar, Jl. Srijaya Negara, Bukit Lama, Kec. Ilir Bar. Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Tepat nya di markas Besar SATBRIMOB Polda Sumatra Selatan. Bersama beberapa jajaran tinggi kepolisian.Tentang bentrok nya penegak hukum di bantu masyarakat menyerang Anggota Genk Kobra yang telah menyekap Direktur GELORA BUANA GRUP.
Insiden mematikan tersebut terjadi pada pukul 16:00 di mana seorang petugas penegak hukum dan seorang wanita setempat turut menjadi korban tewas.
Sementara 100 lainnya diyakini sebagai anggota kelompok kejahatan terorganisir, dan mereka semua sudah di masukkan kedalam jeruji besi sesuai dengan bukti bukti kejahatan selama ini. Kata seorang juru bicara polisi dalam konferensi persnya.
Menurut Brigadir Anton Sideka yang kini sedang melakukan konferensi pers nya itu. Dia mengatakan bahwa menggerebek Genk Kobra Beracun tersebut untuk memulihkan nama baik penegak hukum di kalangan masyarakatnya dan perlu kalian ingat penyergapan ini sudah mendapatkan ijin dari para petinggi jajaran kami.
Saya akan terus memerangi kejahatan dengan seluruh kekuatan saya. Kita tidak akan mundur dari misi untuk menjamin perdamaian dan keamanan bagi rakyat. " Kata Brigadir Jendral Anton Sideka dalam sesi wawancara dalam konferensi pers nya.
*
*
*
Sementara salah satu wartawan sedang berada di lokasi kejadian. Mengabarkan melalui siaran langsung dengan beberapa saksi mata nya.
"Selamat malam dengan siapa saya berbicara? Tanya seorang penyiar yang sedang meliput kejadian tersebut.
"Hugo nama saya. Emak Bapak Hugo masuk tivi dan teman teman serta saudara saudara. " Kata saksi mata melambaikan tangan nya
"Bisa Pak Hugo cerita kan awal mula kejadian tersebut.! Kata seorang penyiar dengan geleng geleng kepala melihat saksi mata yang baru pertama masuk tivi.
Tidak segera diketahui soal kronologi penggerebekan yang dilakukan polisi atau mengapa sampai banyak nyawa melayang. Namun, seorang saksi menyebut adanya pembataian' berbalut operasi polisi. Di dalam, itu adalah pembantaian, yang disebut polisi sebagai operasi. Mereka tidak mengizinkan kami masuk,” kata seorang lelaki bernama Hugo kepada salah satu kru yang menyiarkan sialan langsung.
"Terima Kasih Pak Hugo atas keterangan nya. " Kata penyiar menyudahi siaran langsung bersama lelaki yang bikin pusing karena setiap di tanya selalu melambaikan tangan nya.
"Emak, Bapak, dan saudara saudara serta teman teman. Hugo sudahi dulu masuk televisi dan mau mengumpulkan barang barang yang sudah runtuh mungkin saja dapat uang dan emas." Kata Hugo di sela siaran langsung nya itu.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
__ADS_1
Bersambung.