TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Akhir Nya Sah


__ADS_3

"Assalamualaikum.!!


Mohon perhatian.


Teman teman pembaca setia karya receh Author di Novel perdana Ku TUKANG OJEG TAMPAN, karna tadi sudah bertanya kepada admin noveltoon untuk melanjutkan season dua nya di tahap awal mungkin karna Novel nya tidak masuk kriteria baik, biarlah author hanya sebatas hobi saja menulis.


Perkenalkan namaku HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH.


Bagaimana seorang Tukang Ojeg Tampan bisa memimpin tiga perusahaan terbesar se-Asia tenggara menjadi satu perusahaan, tanpa Pemuda itu mempunyai pengalaman di bidang nya.


Bagaimana perjalanan hidupnya ketika dia sudah menikah bersama seorang gadis dari putri Kiayi Sepuh yang sangat di hormati oleh kalangan masyarakat.


Bagaimana caranya menghadapi musuh musuh yang lebih kuat dari musuh terlebih dahulu nya, yang membunuh kedua orangtuanya.


Ini kisah hidup perjalanan HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH si Tukang Ojeg Tampan Season Dua.


Ikuti kisahnya dan semoga terhibur dengan karya receh ku.


Akhirnya Sah.


Semua persiapan telah selesai. Aula madrasah ibtidaiyah Tempat untuk persiapan pernikahan sudah selesai di hias, semua bernuansa putih.


Halimah sudah siap siap sejak pagi. Tadi jam enam pagi perias pengantin telah datang dan memulai memoles wajahnya. Dewi sahabat dari Harsya yang di percaya untuk merias wajahnya di bantu oleh Indah dan Hani.


Dua jam kemudian riasannya sudah selesai dan benar, Halimah benar benar telah berubah menjadi putri yang sangat cantik.


Kebaya berwarna putih tulang, berhiaskan mutiara kecil di sekeliling nya telah terpasang di tubuhnya. Pas anggun dan sangat cantik, terlihat begitu sempurna.


Rambutnya juga sudah di hias dan di sanggul sebuah Tiara kecil. Di pasang di atas kepalanya.


"Sudah selesai Kak Halimah, kami permisi mau merias yang lainnya." Ucap Dewi.


"Terima Kasih ya Dewi, Indah dan Hani. " Ucap Halimah.


"Tinggallah Halimah duduk seorang diri menunggu, Tak berapa lama datanglah Ambu nya.


"Anakku......... Kau cantik sekali." Ucap Siti Zulaikha.


"Mama bisa aja.! Ucap Halimah.


"Ambu tidak menyangka gadis yang begitu manja sekarang sudah dewasa dan sebentar lagi akan menjadi seorang istri. Pesan Ambu baik' baiklah dengan suami mu. Dia teman, sahabat dan panutan mu. Ingat jangan pernah membantah nya, apalagi sampai suaramu meninggi di depannya, hormati dia sebagaimana kau menghormati kedua Orang Tua mu, karna surga mu ada di suami. Nasehat Ambu yang sudah berkaca kaca.

__ADS_1


Halimah juga berkaca kaca mendengar. ucapan dari Ibu kandung nya.


"Ambu...... Ucap Halimah memeluk erat ibu kandungnya.


"Sudah jangan nangis, nanti riasan mu rusak, Kau jadi jelek lagi.... Ucap Siti Zulaikha sengaja membuat Halimah tertawa.


Halimah hanya tersenyum mendengar ucapan dari Ambu nya.


********************************


Di salah satu hotel di kota Kecil yang tidak jauh dari kediaman padepokan Macan Putih sengaja mereka menginap sudah tiga hari yang lalu agar nanti pas hari akad nya tidak melakukan perjalanan jauh.


Harsya sudah siap dengan stelan jas dan kemeja putih sudah sejak tadi dia gunakan. Sebuah peci hitam telah menghiasi kepala nya.


Harsya duduk bersama kedua pasangan paruh baya yang sangat dia hormati saat ini, dan duduk dengan gelisah, menunggu kedatangan Cok Ben dan sahabatnya Riyan.


Cok Ben dan Riyan sudah berjanji akan mendampingi nya. Namun tak satu pun dari mereka terlihat batang hidung nya di pagi hari ini.


Tak lama setelah itu, pintu Hotel pun terbuka, dan muncul lah Cok Ben dan Riyan berdiri di depan pintu.


Wajah kesal Harsya menyambut mereka bertiga.


"Kenapa kalian lama.?" Tanya Harsya.


"Tuan muda ini baru jam 8 acara Ijab Qobul nya jam 10, apakah Tuan Muda sudah tidak sabar." Kekeh Ucok.


"Aku tidak mau terlambat." Ucap nya.


"Ayo....... Kita berangkat, semua sudah siap." Ucap Paman Suhardi muncul di belakang Cok Ben dan Riyan.


"Mereka pun berjalan keluar. Rijki Fadilah, Billy dan Anita serta Oma Elisabeth bersama yang lainya sudah menunggu di halaman hotel itu.


Iring iringan mobil pengantin berjalan menuju kediaman tempat penghelatan di gelar. Rombongan keluarga Tuan Muda, Tuan Suhardi dan Oma Elisabeth dan beberapa para pengawal mengiringi mobil Tuan Muda. Harsya menaiki mobil pengantin dengan Riyan menjadi supir nya.


Satu jam kemudian iring iringan mobil pengantin pria sudah datang. Barang bawaan dan seserahan sudah di turunkan, begitu juga dengan mahar pernikahan mereka.


Kini Harsya telah di apit oleh kedua kakek dan neneknya di tengah tengah mereka sedang menunggu penjemputan dari pihak pengantin perempuan.


Dalam upacara Mapag Panganten (Menyambut Pengantin), Ki Lengser jadi tokoh utama untuk menyambut besan dari pengantin pria. Karena biasanya, pengantin prialah yg mendatangi pengantin wanita dalam pernikahan.


Ki Lengser tidak sendirian dalam mengemban tugasnya, dia dibantu Si Nini, juga barisan penari pria dan wanita. Penari pria membawa payung yg nantinya bertugas memayungi pengantin pria dan orangtuanya, sementara penari wanita menarikan tarian Merak, lengkap dengan busananya yg menyerupai burung merak yang indah dan anggun.

__ADS_1


Uniknya, si Nini Lengser biasanya diperankan oleh laki-laki juga.


Ki Lengser dan Nini Lengser, juga para penari diiringi gamelan yg ditabuh para nayaga, biasanya musik yg dibawakan degung kawih atau jaipongan.


Ki Lengser menyambut pengantin pria sampai dipertemukan dengan keluarga pengantin wanita sebagai tanda penyambutan selamat datang kepada mempelai pria dan keluarganya.


Setelah upacara mapag panganten, selesai kini Harsya sudah berada di Aula tempat di langsungkan nya akad pernikahan, Harsya duduk dengan gelisah, tangannya tidak mau diam bergerak.


"Tenang lah." Ucap Kakek nya menepuk punggung nya.


Harsya menatap Kakek dan Nenek serta kedua Orang Tua angkat nya.


"Cucuku....... Kakek tahu perasaan mu saat ini, serahkan semuanya kepada yang di atas. Tarik napas dalam dalam dan buang perlahan. Ingat satu hal, Halimah sangat mencintai mu, itu akan memberikan kekuatan pada mu." Ucap Kakek memberi nasehat.


Tiba lah saat nya Ijab Qobul, penghulu sudah memanggil dua pengantin, Wali nikah dan dua saksi.


Kini Harsya berdampingan bersama Halimah, dan di depan nya ada Wali Halimah, yaitu Kiayi Sepuh, di samping nya adalah penghulu, dan di antara mereka berempat ada dua saksi, yaitu Paman Suhardi saksi dari mempelai lelaki, dan Brigadir Anton Sideka saksi dari mempelai wanita.


Penghulu membacakan khutbah nikah terlebih dahulu sebelum Ijab dari pihak wali di ucapkan kepada mempelai pria.


إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.


Saya nikahkan dan kawinkan ananda Harsya Badzil Ismail Abdullah bin Ismail Abdullah dengan anak saya yang bernama Halimah Ihsan Permata dengan maskawin tersebut di bayar tunai.


Saya terima nikah dan kawinnya Halimah Ihsan Permata bin Ihsan Sidiq Zaenuddin dengan mas kawin tersebut tunai.


"Sah....... Sah....... Sah....... Sah...... Terdengar para saksi dan hadirin mengucapkan nya.


Alhamdulillah, rasa lega membanjiri diri Harsya, seperti baru saja terlepas dari beban seberat gunung yang berada di pundak nya.


Halimah kini duduk berhadapan dengan suaminya dan mencium tangan suaminya. Imam yang akan menjadi pemimpin dirinya hingga akhir dunia kelak. Rasa haru membanjiri jiwa nya.


Begitu juga dengan Harsya, Ia mengecup lembut kening istrinya. Rasa haru dan bahagia terlihat jelas di mata nya.


Kini Harsya dan Halimah sudah menjadi pasangan suami istri. Pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup, justru ini menjadi jalan baru antara kamu dan pasangan untuk mengarungi kehidupan bersama.


Kini biduk-biduk cinta nya berlabuh, dirinya dan Halimah akan mendayung perahu bersama, melawan ombak dan angin menghadang, menerjang badai hingga keperaduan bahagia bersama.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2