
Perjalanan udara yang di tempuh selama kurang lebih tiga jam membuat pasangan selingkuh itu hanya berdiam saja.
Akhirnya pada jam satu siang hari, Ardi dan Rianti tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dan mereka langsung menuju ruang pengambilan bagasi. Karena mereka hanya membawa satu tas saja, waktu menunggu pun tidak terlalu lama.
Setelah mereka berdua selesai mengambil bagasi dan langsung berjalan menuju pintu keluar bandara untuk menemui jemputan dari anak buahnya yang berada di Jakarta.
Setelah menunggu kurang lebih lima menit lama nya jemputan pun kini tiba, mereka berdua pun bergegas masuk kedalam mobil.
Langsung menuju kafe bintang di daerah kebayoran baru." Kata Ardi kepada supir tersebut, dan langsung mengangguk untuk segera berjalan meninggalkan bandara.
Dengan menempuh kurang lebih satu jam tiga puluh menit. Akhirnya mereka tiba di halaman parkir kafe bintang yang sudah di tunggu oleh Sugianto sahabatnya.
"Kalian semua berjaga jaga dan pantau dari kejauhan, takut nya sahabat ku Sugianto macam macam. " Titah Ardi kepada supir dan satu pengawal yang duduk di depan.
"Siap Bos, orang orang kita sudah memantau dari kejauhan dengan sniper sniper handal." Jawab pengawal itu.
"Ardi hanya mengangguk dari belakang dan langsung keluar dari mobil bersama Rianti.
Tidak lama berselang mereka berdua sudah berada dalam kafe tersebut, sosok mata Ardi tertuju kepada lelaki yang sedang duduk di samping pojok dengan melambaikan tangan kepada pasangan yang baru masuk.
Melihat lambaian tangan dari orang yang kenal Ardi pun langsung menarik tangan Rianti untuk berjalan menghampiri lelaki tersebut.
Sugianto berdiri menyambut kedatangan Ardi dan satu wanita yang ia genggam, wanita itu Direktur keuangan perusahaan milik Tuan Muda Harsya.
"Saudaraku bagaimana keadaan mu, lama tak jumpa apakah sudah melupakan ku saat ini? Tanya Sugianto seraya memeluk Ardi.
"Hahahaha." Sugianto kau masih seperti dulu suka merajuk kalau sedang kesal. " Jawab Ardi melepaskan pelukan hangat dari Sugianto.
"Ardi silahkan duduk aku ingin ngopi dan canda bareng dirimu." Ajak Sugianto mempersilahkan untuk duduk.
"Terima Kasih Sugianto, Eith....! Saya lupa perkenalkan Rianti Direktur keuangan XFRES GROUP di kantor pusat. " Kata Ardi sebelum duduk di kursi meja kafe tersebut.
"Sugianto, mengulurkan tangannya. Memperkenalkan diri.
"Rianti menyambut uluran tangan dari lelaki yang seumuran dengan Ardi.
__ADS_1
"Ayo kita duduk, Apakah kalian tidak pegal dari tadi cuma berdiri saja." Kekeh Sugianto. Membuat mereka berdua tersenyum dan duduk di kursi yang sudah tersedia.
Tak lama setelah saling memperkenalkan diri antara Sugianto dan Rianti serta pesanan kopi sekedar menghangatkan suasana obrolan mereka bertiga pun tiba.
"Ardi, maksud tujuan kau ingin menemui dan meminta bantuan apa dariku? Tanya Sugianto langsung pada inti nya.
"Kau Sugianto dari dulu tidak pernah berubah selalu langsung pada inti tanpa ada jeda untuk bercanda ria melepas rasa rindu yang lama kita tidak pernah berjumpa." Kata Ardi dengan senyuman di buat buat.
Sugianto tersenyum manis kearah lelaki yang berada di hadapannya walaupun masih ada ikatan darah dari pihak kakek buyut nya tapi lelaki bernama Ardi orang nya sangat licik dan menghalalkan segala cara agar impian dan cita cita nya tercapai.
"Saudara ku, saat ini aku ingin kau membantu ku untuk segera mengakuisisi perusahaan milik Abdullah agar berpindah tangan kepada ku dan pemberkasan semua sudah aku siapkan." Kata Ardi memberi tahukan maksud tujuan kedatangan nya itu.
"Hahahahaha. Apa yang aku dapatkan seandainya membantu perusahaan itu menjadi milik mu? Tanya Sugianto dengan tertawa lepas.
Apakah 40 % Saham XFRES GROUP cukup.! Kata Ardi dengan wajah yang serius.
"Ok." Tapi aku ingin tahu siapa saja orang orang yang pro dengan kau dan yang menentang dirimu? Tanya Sugianto.
"Semua staf kantor dan direksi sudah ada di tangan ku, hanya ada satu yang menentang ku, tapi sudah aku bereskan oleh anak buah ku yang bernama Dion.! Jawab nya Ardi.
"Deal!" Jawab Ardi menyambut uluran tangan dari Sugianto yang sepakat akan membantu untuk mengakusisi kan perusahaan milik Abdullah di saksikan oleh Rianti Direktur keuangan.
*******
Sementara dari ruangan khusus kafe bintang Ken Liem dan Rex Ryu beserta Manajer kafe sudah menyalin CCTV percakapan mereka berdua untuk segera di berikan kepada Tuan Muda Harsya yang sedang berada di kediaman nya.
"Pak Manajer arahkan CCTV kearah keluar kemungkinan lelaki itu tidak bodoh pasti membawa beberapa pengawal dalam perjalanan menemui Tuan Sugianto.
"Siap!. Jawab Manajer tersebut.
"Ken.......! Coba lihat dari pantauan CCTV terlihat dari arah gedung sebelah ada dua orang sniper.! Tunjuk Rex.
"Betul sekali, Rex apa yang saya duga dan terka bahwa lelaki tua licik itu tidak tangan kosong.! Kata Ken Liem.
"Jadi kita harus bagaimana anak muda? Tanya Manajer Kafe tersebut.
__ADS_1
"Biarkan saja Pak Manajer. Nanti saat nya tiba saya sendiri yang akan menghabisi mereka." Geram Ken Liem.
"Baiklah.! Bapak ikut apa kata kalian berdua." Jawab Manajer itu.
********************
Sementara di salah satu propinsi sumatera selatan tepat nya di kota Palembang, Suhardi dengan koneksi yang di milik nya kini telah berada di salah satu ruangan khusus Markas besar satbrimob.
Di ruangan itu telah hadir terlebih dahulu Istri dari Rony Gunawan beserta kedua putra putri nya. Tidak lama kemudian orang yang di tunggu oleh Jendral Anton Sideka hadir dan masuk di kawal oleh beberapa jajaran tinggi kepolisian menuju ruangan tersebut.
"Tuan Suhardi, Nyonya Elisabeth dan Tuan Iskandar silahkan duduk." Titah Anton Sideka.
"Terima Kasih! Kata mereka bertiga langsung duduk di ruangan tersebut.
"Istri Rony Gunawan yang mengetahui Elisabeth ada dalam ruangan tersebut seketika wajahnya tertunduk tanpa berani mengangkat kan saat itu.
"Apakah bisa kita mulai pertemuan siang ini? Tanya Anton Sideka.
"Silakan Tuan Anton Sideka lebih cepat lebih baik." Jawab Elisabeth Ardana, yang sudah muak melihat istri dari Rony Gunawan.
"Terima Kasih Nyonya Elisabeth." Balas Anton sideka dengan senyuman manis.
"Baiklah, Selamat siang Tuan Tuan dan Nyonya Nyonya yang berada dalam ruangan tersebut, untuk mempersingkat waktu. Ada beberapa yang harus saya sampaikan materi untuk di bahas dengan yang hadir di sini.
"Materi yang pertama saya bersama rekan rekan kepolisian sudah berhasil menyelamatkan Direktur Rony Gunawan dan kini dia sedang berada dalam ruangan khusus untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut laporan yang di terima bahwa saudara Rony Gunawan kini menjadi tersangka dengan beberapa kasus yang telah di terima oleh pihak kepolisian dari laporan saudara Nyonya Elisabeth.
"Laporan yang di terima oleh pihak kepolisian yaitu. Saudari Rony Gunawan telah menculik dua anak Nyonya Elisabeth, karna ambisi nya ingin menguasai perusahaan GELORA BUANA GRUP milik dari Nyonya Elisabeth.
"Kasus yang kedua oleh Rony Gunawan adalah terdapat beberapa kasus korupsi dengan kerugian perusahaan mencapai 100 milyar lebih.
"Kasus yang ketiga adalah pembataian para pengawal dan penjaga di markas besar ARDANA GRUP dan menewaskan beberapa orang meninggal dunia.
"Maka dengan ini Saudara Rony Gunawan di tetapkan oleh kepolisian dengan tersangka. Untuk Nyonya Sri silahkan anda menyiapkan beberapa pengacara dan bukti bukti untuk meringankan hukuman yang akan di jalani oleh suami anda.! Kata Anton Sideka.
__ADS_1
Bersambung.