TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Kesedihan Elisabeth Ardana


__ADS_3

"Kesedihan Elisabeth Ardana.


"Lestari," sudah belum ," teriak Mami Elisabeth dari ruangan tengah apartemen


"Sudah mam," sahut nya


"Kreat.......'' pintu kamar terbuka


"Mam," ayo....!...." ujar lestari dengan pakaian yang di pakai sederhana tapi terlihat elegan.


"Putri," Mami,' Cantik,' puji Elizabeth,"


"Terima kasih," mami juga masih terlihat cantik,"masih bisa mendapatkan yang muda," mungkin orang tidak mengira mami usia nya sudah tua," kekeh lestari sambil cekikikan.


"Hus.....'' mami mah," sudah tua usia juga udah sampai mau 60 tahun," sahut Elisabeth


"Mam," kita mau kemana tujuannya," tanya Lestari di suruh siap siap.


"Mau cari angin aja," penat dan pusing pala mami," terus terusan diam di apartemen di tambah masalah kantor belum," mana Galang dan Clarissa susah di hubungi seolah olah menjauhi mami," keluh Elisabeth Ardana curhat kepada anak tirinya


"Ya....." sabar mami nanti juga akan indah pada waktunya," sekarang kita jalan yu," ajak Lestari untuk mencairkan suasana agar tidak ikut bersedih


kasihan mami Elisabeth terlalu banyak beban yang harus di tanggung oleh mami seorang diri anak anak nya lebih percaya kepada ayah nya Khabil ardana ketimbang ibu nya.


"Waktu tak di sengaja oleh Lestari menguping pembicaraan telepon antara mami dan ka Galang


"Galang," dengarkan Mami terlebih dulu,"


"Tidak ada yang harus di dengarkan mami," bila mami terus menerus percaya sama Lestari," jangan pernah berharap aku memanggil mu dengan sebutan ibu," kata Galang yang ada dalam suara telepon nya.


"Anakku,' hati hati dalam berbicara," apakah mami pernah sewaktu mengurus mu melakukan kesalahan apakah mami pernah menolak keinginan mu," katakan Galang," bentak Elisabeth


"Galang hanya diam dalam teleponnya tidak bersuara sama sekali.

__ADS_1


"Perlu kamu ingat Galang," seorang ibu tidak akan pernah menjerumuskan anaknya ke dalam lubang kenistaan,"


"Perlu kamu tahu," jalan yang kau tempuh saat ini akan membawa mu kedalam kehancuran," tinggalkan Anastasia putra dari Dani Rustandi masih banyak wanita yang lebih baik dari dia," wanita itu hanya untuk memanfaatkan mu saja," lirih Elisabeth air mata nya terjatuh kesedihannya karna anak nya lebih memilih Anastasia putri dari Dani Rustandi Asisten dari mantan suaminya.


"Maap kan Galang mami," aku lebih memilih Anastasia ketimbang Mami," sampai saat ini ," tolong jangan ganggu lagi kehidupan Galang sama Anastasia," seandainya mami masih mengganggu hubungan Galang bersama kekasihku Berarti," hubungan antara anak dan ibu terpisah," saat ini juga," kata Galang tegas dalam bicara' di dalam panggilan telepon nya bersama Elisabeth.


"Bagaikan di sambar petir," Elisabeth tercengang air mata pun terjatuh Mendengar ucapan dari seorang anak yang di banggakan dan paling di andalkan, memutuskan tali ikatan darah antara Ibu dan Anak gara gara hubungan dengan seorang wanita yang sudah mengetahui bahwa wanita itu hanya memanfaatkan nya.


"Lestari," waktu itu hanya diam tidak berani untuk menghampiri nya atau pun sekedar menemani kesedihan nya ingin di peluk dan di hapus air mata mami nya dan berkata mami harus kuat Lestari akan ikut dan menemani nya biar mami bisa melewati semua ini.


"Lestari,"....." Lestari,"......." Lestari......" kok malah melamun ada apa sayang kenapa kamu menangis,," Tanya Elisabeth


"Eh...."a...." anu," itu...." mami kelilipan debu," jawab lestari berbohong dan tergugup bicara nya.


"Hmmmm," ayo..." kita berangkat," ajak Elisabeth," menarik tangannya dan mulai berjalan ke pintu keluar apartemen.


"Sementara di waktu yang sama dan hanya berbeda tempat saja tepat nya di restoran terkenal di kota Jakarta, di depan restoran saat ini telah ramai di tempati oleh pasangan muda mudi yang seumuran tiga gadis yaitu Hani Indah dan Dewi


"Tampak dari dalam depan restoran Tuan Gandi dengan di samping nya Ketua macan Putih yaitu Ujang Suparman beserta dua muridnya sedang mengobrol sambil menunggu tamu undangan yaitu Riyan dan ketiga sahabat dari Tuan muda Harsya.


"Tuan Gandi, lihat mereka sudah datang malahan Azis dan Tuan Dirga pun ada," kata Ketua sambil menunjuk kearah luar restoran.


"Bener sekali," ketua malah tak di sangka Azis dan Dirga pun datang di kira mungkin mereka akan tiba nanti tengah malam," jawab Tuan Gandi


"Disela," berjalannya Dirga dan yang lainnya


pemuda yang satu mobil dengan Azis pun berbisik kepada telinga Azis.


"Azis yang sedang berjalan dengan kekasih loe," itu masih jomblo tidak," tanya Dirga berbisik ketelinga Azis.


"Mengapa? kau menyukai gadis yang sedang bersama kekasih ku? kata Azis membeliakan mata nya.


"Hahahaha," yang memakai baju warna putih itu namanya indah, dia adalah sahabat baiknya kekasih gue," kata Azis berbisik.

__ADS_1


"Aku akan mencari perhatian agar bisa menarik perhatiannya," kata Dirga bersemangat empat lima.


"Azis hanya mengangguk pelan tanda jawaban dari Dirga Brian.


"Gandi yang melihat tingkah adik angkat nya yaitu Dirga Brian," hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala.


"Tidak lama setelah Riyan, Azis, Dirga dan ketiga gadis cantik sampai," dan tepat di hadapan Gandi dan ketua Macan Putih.


"Hai kak Gandi.....!...." Maap kak agak terlambat, apakah acara makan malam nya sudah di mulai," kata lelaki yang baru sampai dan Sekedar basa basi


"Belum Dirga," Riyan Dan tiga gadis nya juga baru sampai dan malahan barengan sama kamu," jawab Gandi


"Wah," kau semakin gagah dan ganteng aja," ledek Dirga dengan senyuman di buat buat


"Sialan kau adik laknat," kesel Gandi sambil tersenyum cekikikan.


"Apakah kalian berdua menganggap kita kita sebagai patung silat Cimande? itu sangat menyakitkan buat kita," kata satua suara di samping Dirga


"Hai....!..." Azis dan Riyan serta Nona Nona yang tak bisa saya sebutkan mohon maap atas keteledoran saya," ucap Gandi sambil membungkuk hormat,"


"Ahk.....".....!....." tidak apa apa tuan gandi," jawab Riyan santai..!


"Terima kasih," Riyan silahkan duduk semua nya," kata Gandi mempersilahkan kepada mereka semua.


"Kita semua sudah lengkap di sini tidak ada yang kita tunggu lagi sebaiknya kita makan malam terlebih dahulu sebelum membahas kearah yang lebih serius," kata gandi dengan sorot mata yang tajam


Tuan Gandi itu kalau sedang serius sikap nya begitu dingin tidak ada senyum sedikit pun siapa yang berani bermain dengan nya sama saja menggali kubur nya sendiri ucap Riyan dalam hati.


"Baiklah," Kak, lagian perut saya sudah keroncongan," kata Dirga dan di anggukan oleh yang hadir di sana,"


"Bagaimana Ketua," tanya Gandi sambil menoleh kearah samping yaitu Ujang Suparman.


"Silahkan Tuan gandi," saya bersama murid murid ikut," saja," sahut lelaki setengah baya itu.

__ADS_1


"Seketika suasana begitu hening dan canggung bagi ketiga gadis itu yaitu Hani Indah dan Dewi yang baru tahu bahwa mereka makan malam dengan orang orang yang bisa di sebut berkelas.


bersambung.


__ADS_2