TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Rencana Tuan Muda Harsya berhasil


__ADS_3

Sore itu tepat nya di bawah kaki gunung Patuha perbatasan antara kota Cianjur selatan pesisir pantai selatan dan kota Bandung barat, ada sebuah vila yang sudah. Berkarat dan jauh dari pemukiman penduduk. Sekilas vila tersebut di lihat dari luar seperti sarang nya para hantu, tapi siapa sangka di dalam nya terlihat sangat mewah dengan aksesoris dan dekorasi rumah bak Istana kerajaan.


"Ada sekitar 20 orang yang berjaga di luar vila tersebut dan salah satu nya adalah Syamsul Orang kepercayaan dari Cok Ben sekaligus mata mata yang di tempatkan di perusahaan GELORA BUANA GRUP dan teman dari Bimo Asisten Direktur Rony.


"Syamsul Hasanuddin adalah lelaki sekitaran usia 25 tahun yang hidup dan matinya semua serahkan kepada Cok Ben karna telah membantu dan mengangkat derajat keluarga nya dari jerat nya lintah darat saat itu.


"Dan sampai dimana tugas yang di berikan oleh Cok Ben ketika harus menghianati seorang temannya yang kemungkinan nyawa dirinya sendiri akan melayang, tapi demi janji dan bakti nya kepada orang tua nya Syamsul pun akan terus mengikuti langkah dan perintah dari Cok Ben dan lebih keyakinan nya bahwa di balik Cok Ben orang orang yang mempunyai pengaruh besar di negeri ini bahkan sampai tingkat Asia.


"Saat ini setelah semua orang orang suruhan dari Direktur Rony Gunawan yang berada di vila itu. Terlelap dalam tidur nya karna di beri obat tidur dalam makanannya yang sebelum keberangkatan menuju vila dia dapat kan dari Cok Ben.


Syamsul tadinya mau berangkat bersama sama dengan Bimo dan Direktur Rony pagi hari, karna atas perintah dari Cok Ben dan memberikan sebuah serbuk untuk menidurkan beberapa para pengawal nya maka malam malam pun dia pergi seorang diri menggunakan sepeda motor cross nya dengan meminta ijin terlebih dahulu kepada Bimo dengan berbagai alasan dia utarakan kepada Bimo.


"Setelah 19 orang pengawal Direktur Rony Gunawan tertidur dan tiga di antara nya pembunuh bayaran, buru buru dia menghubungi Cok Ben untuk segera bertindak dan menyelamatkan dua putra putri Nyonya Elisabeth yang sama hal nya sudah di beri obat tidur dengan dosis 7 jam sedangkan para pengawal nya hanya di beri dosis dua jam saja karna ketika mereka sadar akan langsung berhadapan dengan anggota Genk Kobra beracun.


"Tuan' Ucok semua penjaga dan pengawal telah tidur cepet selesaikan saya akan menghubungi segera Bimo apakah sudah sampai mana nya,?


Pesan pun di terima kepada ponsel Ucok dan di balas oleh Ucok dengan singkat.


"Baik'...! segera saya turun bersama dua wanita pelayan Tuan muda Harsya.


"Tidak lama kemudian Cok Ben bersama Inah dan Ineh pun sudah berada di dalam vila mewah yang dari luar terlihat usang dan berkarat.


"Syamsul.....! teriak Ucok dan Beni secara bersamaan seraya mendekat dan memeluk Syamsul yang sudah dia anggap adiknya.

__ADS_1


"Bang' Ucok Bang Beni ayo....! kita sudah tidak ada waktu lain bahwasanya mereka 30 menit lagi sampai, kata Syamsul sambil melepaskan pelukannya.


"Baiklah" Inah dan Ineh cepat bawa Nona Clarissa saya dan Beni akan membawa Galang Mega Ardana,'' Titah Beni kepada dua wanita hebat yang di beri tugas oleh Tuan muda Harsya.


"Mereka berlima pun membawa dua tahanan GELORA BUANA GRUP yaitu anak dari Elisabeth Ardana masuk kedalam mobil Beni yang terparkir di jalan desa 600 meter jauhnya dari vila usang tersebut.


"Setelah mereka masuk kedalam mobil Beni Syamsul yang menjadi supir.


"Syamsul kamu pergi ke pintu tol keluar padalarang di sana Tuan muda Harsya bersama para pengawalnya menunggu, untuk urusan di sini biar jadi tugas saya, sementara saya akan memerintah kepada anak buah Tuan muda Harsya untuk menjemput keluargamu, karna dalam rencana ini kamu yang akan di kambing hitam kan" kata Ucok, memberi tahukan kepada adik angkatnya itu.


"Baik' Bang aku percaya sama kalian berdua dan Abang harus yakin pada saya karna demi ibu dan ayahku saya rela mati demi Tuan muda," jawab Syamsul dengan tegas dan wibawa,


"Cok Ben mengangguk sebenernya dalam hatinya kasihan melihat keluarga nya akan menjadi target buruan dari Genk Kobra Beracun dan orang orang Rony dan Bimo, tapi apa daya agar rencana nya berhasil maka mereka akan di korban kan tapi semampu nya akan melindungi nya.


"Setelah mobil Marcedez Benz yang sudah di modifikasi melesat pergi, Cok Ben pun menelepon Tuan muda Harsya dan Tuan Besar Dani Rustandi masing-masing.


'Tut..........' Tut.........' Tut...........'..........!


"Beni.........! disini melapor tuan muda dalam sambungan teleponnya.


"Iya......." Abang Beni, segera utarakan," Kata suara pemuda yang menjawab panggilan telepon nya.


"Tuan muda kedua Anak dari Nyonya Elisabeth sudah dalam perjalanan menuju pintu keluar tol Padalarang Bandung, di bawa oleh Adik angkat saya Syamsul dan dua pelayan dari Tuan muda Harsya, kata Beni memberi tahukan kepada majikan nya.

__ADS_1


"Baik' Abang Beni, saya sekitar 2 jam lagi sampai ke Pintu keluar tol Padalarang" jawab Harsya dalam panggilan telepon nya.


"Tuan muda, karna rencana ini melibatkan dan mengkambing hitamkan Syamsul, saya bersama Ucok berpikir dan takut keluarga Syamsul menjadi target Genk Kobra beracun dan orang orang direktur Rony Gunawan, seandai nya bisa untuk menjemput keluarga Syamsul yang berada di kota Cipanas untuk sementara di bawa di Mansion Tuan muda Harsya" kata Beni dengan bicara hati hati.


"Abang Beni dan Ucok yang ada di sana tidak usah kawatir setelah saya bertemu dengan Syamsul segera akan di jemput dengan Maman dan Iwan untuk menjemput keluarga Syamsul'' kata Harsya memberi tahukan kepada Beni dan tidak perlu di kawatir kan.


"Terima kasih atas kebaikan Tuan muda, silahkan Tuan muda sibuk di sana saya di sini juga akan mengelabui dua kekuatan besar yang akan bentrok tidak lama lagi...! kata Beni.


"Silahkan Abang Beni" jawab Harsya.


"Telepon pun berakhir sedangkan Ucok sedang menelepon dengan panggilan video call dengan Tuan Dani Rustandi yang sedikit jauh dari sahabatnya.


"Beni pun langsung menghampiri sebuah motor cross milik Syamsul yang akan di pake nya.


"Baik' Tuan besar saat ini saya akan langsung mengejar sampai kerumah nya yang berada di kota Cipanas, untuk Nona muda Anastasia aman tuan sudah saya amankan di kamar, tinggal menunggu kedatangan Tuan besar " kata Ucok dalam panggilan telepon kepada Tuan Besar Dani Rustandi.


"Telepon pun berakhir dan Ucok pun celangak celingukan kesana kesini mencari sahabat nya, tiba tiba suara motor cross pun mem bisingkan telinga Ucok.


"Cok Kemon kita berangkat' kata Beni yang sudah menghidupkan motor Syamsul.


"Kemon Lest goo......! jawab Ucok melangkah berjalan menghampiri motor tersebut.


"Beres' Cok? kata Beni seraya menyodorkan helm kepada Ucok sahabatnya.

__ADS_1


"Sip balas singkat Ucok.


bersambung.


__ADS_2