
"Di kantor Besar Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia tepat nya di ruangan brigadir Anton Sideka sedang menerima telepon dari seorang yang dia hormati.
"Baiklah Kiayi Sepuh. Saya sendiri yang akan turun tangan dan membantu keponakan dari Kiayi Sepuh." Kata Brigadir Anton Sideka.
"Apakah Nak Anton tidak merepotkan." Kata Kiayi Sepuh.
"Tidak sama sekali Kiayi justru ini awal dari saya untuk lebih jelasnya menyelidiki dan mengumpulkan bukti bukti yang lebih akurat menutup Organisasi yang selama ini meresahkan masyarakat." Kata Brigadir dalam sambungan telepon nya.
"Terima kasih Nak Anton kalau begitu segera akan saya beritahu kan kepada Nak Harsya kabar ini." Kata Kiayi Sepuh.
"Silahkan Kiayi Sepuh dan saya akan menunggu nya di lokasi tempat penangkapan itu berlangsung." Anton Sideka memberi tahukan kepada Kiayi Sepuh.
"Siap." Nak Anton seraya menutup panggilan telepon nya.
"Kiayi Sepuh pun beranjak dan berjalan kearah pintu keluar untuk memberi tahukan kepada Harsya yang berada di luar Mansion nya.
"Nak Harsya kata brigadir Anton Sideka dia bersedia dan dia sendiri yang langsung turun untuk ikut dalam penggerebekan yang dilakukan oleh orang orang kita." Kata Kiayi Sepuh.
"Alhamdulillah." Itu lebih baik Paman kalau begitu saya akan berangkat menuju penggerebekan tersebut." Kata Harsya meminta ijin dan doa nya kepada Kiayi Sepuh.
"Silahkan Nak Harsya hati hati dan selalu ingat kepada sang pencipta.'' Kata Kiayi sepuh memberi nasehat.
"Iya." Kiayi Sepuh seraya mencium tangan.
"Disaat Pemuda tampan itu melangkah menuju arah mobil nya tiba tiba suara dari arah belakang memanggil nya dengan nada sedikit tinggi.
"Kak Harsya Imah ikut..........." Teriak gadis memakai jilbab pashmina berlari kearah pemuda tampan itu
"Abah.....! Imah boleh ya ikut sama kak Harsya.'' Pinta Halimah dengan wajah memelas kepada Kiayi Sepuh.
"Sedangkan pemuda tampan hanya garuk garuk kepala nya.
"Kiayi Sepuh hanya tersenyum dan mengangguk tanda di bolehkan anak gadis nya untuk ikut bersama pemuda tampan itu.
"Harsya dan Halimah pun berangkat Menuju Kota Jakarta Barat menggunakan mobil Lamborghini Aventador dengan kecepatan tinggi sesuai serlock yang di berikan oleh Kak Gandi.
"Imah.....! Buka ponsel Kakak dan telepon Paman Suhardi Apakah hotel berbintang empat di kawasan Jakarta barat dengan nama Hotel Zahra termasuk hotel milik perusahaan Anugrah Zahra group." Perintah Harsya kepada kekasihnya yang duduk di samping kemudi nya.
"Sementara di tempat Club malam Fander pun sedang pokus menunggu laporan dari gadis yang sudah di sewa untuk melaporkan posisi lelaki yang bernama Jabar yang sedang berada di Club malam itu.
"Akhirnya yang di tunggu tunggu itu pun masuk kedalam pesan singkat nya.
"Tuan mereka berdua telah keluar dari Rom dan meminta saya untuk menjadi supir dan mengantar kan nya kesebuah hotel yang tidak jauh dari Club malam ini. karna mereka berdua mabuk yang begitu parah.
__ADS_1
"Fander pun langsung membalas untuk menyetujui permintaan dari mereka berdua.
"Ok." Tuan. Jangan lupa bayarannya." Balasan pesan singkat dari gadis pemandu lagu itu.
"Siap anda tidak usah takut." Balas Fander.
"Tak lama berselang Jabar pun keluar bersama dua gadis dari Club malam menuju mobil miliknya.
"Fander pun lalu mengirim pesan kepada Maman Tomat bahwa target segera keluar dari parkiran Club malam itu.
"Target di terima....!
"Target di terima....!
Fander pun lalu menghidupkan mobil nya dan sedikit jauh dari target membuntuti mobil Jabar.
"Target terkunci.
"Target terkunci.
"Target terkunci.
"Fander segera beritahu kepada gadis yang menjadi supir Jabar untuk di perlahan kan mobil nya. kirim pesan suara kepada Fander.
"Lia....?! Perlahan kan kendaraan mu." Biarkan mereka memotong di jalan yang sedikit gelap." Teman teman saya akan langsung membawa lelaki yang sedang kau kemudikan." Kata Fander melalui pesan suara nya.
"Baik." Tuan Fander nanti di belokan ada jalan yang sedikit gelap." Balas Lia.
"Target untuk siap siap dalam belokan untuk di potong.
"Target untuk siap siap dalam belokan untuk di potong.
"Target untuk siap siap dalam belokan untuk di potong.
"Fander mengirim suara pesan kepada Maman Tomat untuk segera menyelip mobil Jabar di belokan.
"Diterima....!
"Diterima....!
"Diterima....!
"Tak lama setelah itu. Tampak empat unit mobil dengan melaju cepat sudah menghampiri mobil Lia. Lalu tiga di antara mobil itu segera memotong di depan dan satu lagi di belakang mobil yang di kemudikan Gadis pemandu lagu tersebut.
__ADS_1
"Fander pun yang memperhatikan adegan itu segera menghampirinya untuk segera menyeret lelaki yang berada di dalam mobil itu. Sedangkan Maman Tomat dan Iwan kupluk Berada di mobil dan biarkan para pengawal dan Fander yang menyeret nya.
"Fander langsung turun dan menghampiri mobil itu lalu membuka mobil tersebut dan bener lelaki yang pernah bertarung waktu itu di Mansion Khabil Ardana kini tergeletak sedang tertidur di pangkuan Gadis pemandu lagu yang sama sama tertidur.
"Pengawal seret lelaki itu dan ikat tangannya serta mulut nya tutup pakai lakban bersama gadis yang tertidur." Perintah Fander.
"Baik' Tuan.'' Kata mereka serentak.
"Setelah Jabar di ikat lalu. Fander pun langsung menghampiri mobil Maman Tomat.
"Tuan Maman target sudah di tangkap." Lapor Fander.
"Bawa ker Markas Besar XFRES GROUP dan kurung di ruangan bawah tanah." Titah Maman Tomat kepada Fander.
"Baik....! Tuan." Balas Fander. lalu berjalan kepada para pengawal untuk membawa menuju Markas Besar XFRES GROUP.
"Siap." Tuan Fander....!
"Lia kamu pindah kedalam mobilku." Pinta Fander.
"Gadis pemandu lagu itu hanya menurut dan berjalan dengan lutut gemetaran.
"Sementara Maman Tomat dan Iwan kupluk menjalankan mobilnya menuju arah Hotel Zahra berbintang empat dan sudah memberi tahukan pihak hotel. Untuk mencegah tamu yang sedang mabuk untuk keluar dari hotel tersebut.
*
*
*
Mobil Lamborghini Aventador pun kini tiba di penataran Hotel Zahra tersebut dan sudah di tunggu oleh Gandi dan Ujang Suparman beserta Ken Liem dan Rex Ryu.
"Pemuda tampan bernama Harsya pun turun dari mobil nya bersama gadis berjilbab lalu menghampiri mereka yang sudah menunggu nya.
"Disaat mereka sudah berkumpul tidak lama pihak Manajer hotel bersama beberapa para keamanan berlarian kearah pemuda tampan itu lalu membungkuk hormat.
"Selamat datang Tuan muda Harsya maap kan hamba karna tidak mengetahui kedatangan anda. dan itu juga saya baru menerima telepon dari Tuan besar Suhardi.," Kata Manajer hotel dengan membungkuk hormat dan masih menunduk kan kepala nya.
"Paman Manajer silahkan bangun dan antarkan saya menuju kamar yang sudah mereka berdua pesan." Kata Tuan muda kepada Manajer hotel tersebut.
"Dengan senang hati Tuan muda." Kata lelaki tua berumur 40 tahun itu.
"Mari Tuan muda." Ajak Manajer lagi.
__ADS_1
"Bersambung.