
Penyerangan Di Mansion Tuan Khabil Ardana
Mobil mewah Toyota Fortuner pun memasuki jalan perumahan elit di kota Jakarta dengan melaju dengan kecepatan sedang dan berhenti tepat di Mansion milik Tuan Khabil Ardana.
"Melihat kedatangan Asisten majikan nya para penjaga pun dengan sigap membuka kan pintu gerbang tersebut.
"Setelah pintu gerbang pun terbuka pengemudi mobil mewah pun masuk dan berhenti di penataran halaman Mansion milik Tuan Khabil Ardana.
"Para pengawal pun berlarian berbaris menyambut kedatangan Asisten Tuan Besar dan salah satu dari puluhan pengawal pun membuka kan pintu tuan Dani Rustandi bersama orang terdekat kepala pengawal di Mansion Asisten Tuan Besar yaitu Jimmy.
"Pintu mobil pun di buka oleh salah satu pengawal dan turun lah lelaki paruh baya bersama seorang laki laki berbadan tegap muka sangar, para pengawal di Mansion tersebut membungkuk hormat dan berkata.
"Selamat datang Tuan Dani Rustandi serentak para pengawal pun berkata,"
Dani Rustandi pun hanya tersenyum dan berjalan kearah Pintu masuk kedalam rumah yang sudah di tunggu oleh majikannya yaitu Tuan Khabil Ardana.
"Jimmy segera atur dan informasi kepada mereka yang sudah di beri tugas masing-masing,' bisik Dani ketelinga anak buah nya.
"Siap Tuan besar," bisik Jimmy
"Selamat siang menjelang sore Tuan Besar," kata Dani Rustandi membungkuk hormat
"Dani," silahkan duduk," kata Khabil Ardana mempersilahkan Asisten untuk duduk
"Terima kasih Tuan Besar," kata Dani Rustandi," lalu duduk berhadapan dengan Tuan Khabil.
"Dani," bagaimana perkembangan anak buah Elisabeth," kata Khabil memulai obrolan nya.
"Besok malam siap di lumpuhkan Tuan oleh Bocil Sugeng Brewok dan Jabar," jawab Dani Rustandi berbohong
"Khabil Ardana "hanya mengangguk
__ADS_1
Dani Rustandi pun menjelaskan dengan detail tentang rencana pembantaian terhadap anak buah Nyonya Elisabeth dengan di bumbui manis dan iming iming perusahaan milik Elisabeth akan jatuh kepada Tuan Besar Khabil Ardana," kata Tuan Dani Rustandi dengan senyuman hormat yang sangat terpaksa.
"Bagus......" Bagus......" Aku," suka dengan ide mu Dani," puas Tuan Khabil Ardana.
"Tuan," Besar," kalau boleh di ijinkan malam ini saya bersama dengan para pengawal untuk berpesta dan membakar sate guling kambing," kata Dani Rustandi mulai melobi majikannya
"Boleh.....!...." Boleh.....!...." sekalian kambing nya 20 biar para pengawal kebagian semua nya," jawab Khabil Ardana dengan antusias.
"Baik' Tuan Besar Terima kasih atas pengertiannya dan kebaikan nya kepada para bawahan," kata Dani Rustandi menjilat omongannya.
"Ahk....." kau Dani tidak usah sungkan," kata Khabil Ardana yang sudah terhipnotis dan terperdaya oleh Dani Rustandi.
"Khabil Ardana dan Dani Rustandi pun melanjutkan obrolan nya berdua membahas tentang rencana kedepan nya.
"Sementara seseorang pengawal yang mendengar obrolan dari lelaki paruh baya yang sedang mengobrol buru buru pergi ke Mansion Khabil Ardana untuk melaporkan kepada Fander tentang rencana malam ini untuk berpesta sebelum malam besok nya Membantai anak buah Tuan Fander.
"Tuan," bila sedang santai dan tidak sibuk segera hubungi saya," pesan chat via wasttap pun terkirim kepada Tuan Fander kaki tangannya Elisabeth.
"Tidak butuh berapa menit telepon pun Berdering di ponsel milik pengawal yang menguping pembicaraan antara majikan dan asistennya.
"Silahkan informasi kan sekarang juga apa yang kau ketahui," kata Fander di seberang telepon nya.
"Lalu pengawal pun memberikan informasi yang barusan di dengar di obrolan mereka berdua dan saya sendiri yang akan membeli kambing nya sekarang juga.
"Baik'lah malam ini kita akan bergerak dan langsung melumpuhkan Asisten Tuan Besar Khabil Ardana, kau siap siap bila malam terjadi pembataian di rumah majikan kamu untuk segera bergabung dengan anak buah saya," kata Fander menjelaskan tentang rencana malam ini, Membantai Dani Rustandi.
"Siap Tuan" kalau begitu saya tutup telepon," kata pengawal dalam sambungan telepon nya,
"Silahkan," jawab Fander dari seberang telepon nya.
"Fander pun lalu mengirim suara dari aplikasi pesan chat nya kepada grup dan memberi tahukan malam ini untuk siap siap melumpuhkan Asisten Tuan Besar Khabil Ardana.
__ADS_1
Di waktu yang sama tepat nya di apartemen milik perusahaan GELORA BUANA dua wanita yang berbeda usia sedang menelpn dengan Penelepon masing masing," dari sorot mata nya Elisabeth sesekali terlihat marah tapi berubah menjadi ceria dan bersemangat,
"Setelah Lestari Ardana beres dengan telepon nya tidak lama kemudian pun Elisabeth pun beres dengan telepon nya.
"Lestari malam ini Fander dan Anak buah akan membantai anak buah Dani Rustandi dan melumpuhkan Dani sekaligus ayah kamu yaitu khabil Ardana," kata Elisabeth
"Lestari," hanya menganga dan mata melotot seakan tidak percaya dengan ucapan dari Mami Elisabeth.
"Mami, tidak semudah itu melumpuhkan anak buah Dani Rustandi," karna Asisten ayah lestari itu dekengan nya Genk kobra terbesar di Indonesia," kata Lestari memperingatkan mami nya.
"Iyaa........!....." sayang mami juga tahu," tapi pembataian malam ini karna anak buah Dani dan asisten Khabil Ardana akan berpesta dan mabuk mabukan," kata mami menjelaskan ke khawatiran nya kepada Lestari Ardana.
"Semoga aja Mami," malam ini berjalan lancar kata Lestari Ardana
"Amiin sayang," balas Elisabeth.
"Senja pun telah tiba waktu menunjukkan pukul 19:00 tepat di kediaman Tuan Khabil Ardana suara musik menggema minuman keras bertebaran di meja meja gadis gadis berjoged ria bersama para pengawal pengawal yang berjumlah lima puluh orang itu, lupa dengan tugas masing masing.
"Dani Rustandi bersama Khabil Ardana sedang tertawa lepas menikmati keindahan gadis gadis cantik yang sedang menari lenggang lenggok kesana kesini sesekali meminum minuman keras di antara Dani Rustandi dan Khabil Ardana beserta para pengawal lainnya," senyuman kemenangan terlihat dari wajah Dani Rustandi.
"Tepat pukul 22:00 dari arah depan kini berdatangan beberapa mobil Van dan berhenti tepat di depan Mansion milik Khabil Ardana.
"Dari dalam mobil tersebut tampak yang pertama turun adalah seorang lelaki berambut pirang zig zag memiliki kulit sawo matang dengan badan tegap, di susul oleh seorang gadis cantik yang memiliki rambut pendek sebahu dengan gaya yang modis.
Begitu semua yang ada dalam mobil itu keluar, Tampa banyak bicara lagi mereka langsung menyerbu ke halaman Mansion dimana para pengawal sedang teler akibat akibat minuman keras yang telah di berikan oleh Dani Rustandi dan Jimmy.
"Kedatangan tamu yang tidak di undang yang tiba tiba menyerang mereka membuat suasana kacau balau saat ini.
Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa mereka akan mendapatkan serangan yang mendadak tanpa mereka pernah melakukan kesalahan atau menyinggung pihak mana pun.
Bagi mereka yang masih setengah mabuk, mereka terus melakukan perlawanan walau pada akhirnya tumbang juga, tapi bagi mereka yang sudah mabuk berat dan teler, mereka hanya menjadi sasaran empuk bagi pihak musuh yang datang menyerang membabi-buta itu.
__ADS_1
"Keaadaan di halaman Mansion saat ini bener bener sangat berantakan, terlihat beberapa perabotan hias dekorasi mengurangi kerusakan parah akibat serangan dari musuh secara tiba tiba.
bersambung.