TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Proses pengalihan perusahaan Ardana grup


__ADS_3

Proses pengalihan perusahaan Ardana Grup


"Mobil BMW M3 melaju dengan tenang di iringi dua mobil Toyota Fortuner dan Pajero sport membelah jalan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Jalan pondok indah Jakarta Selatan.


"Sesampai di pondok Indah, Mobil BMW M3 berbelok ke kiri dan terus melaju dengan tenang serta dua mobil yang berada di belakang nya.


"Tidak lama berselang ketiga mobil mewah tersebut sampai di halaman gedung kantor pusat ARDANA GRUP.


"Ketiga mobil mewah itu pun telah di parkir kan di posisi masing-masing, lantas orang orang yang ada dalam tiga mobil itu,tidak langsung turun tapi menunggu seseorang terlebih dahulu.


"Setelah hampir dua puluh menit lama nya mereka bertiga menunggu, akhir nya rombongan mobil Toyota Alphard di ikuti oleh Mobil mewah lainnya, akhir nya tiba.


"Dani Rustandi mengeluarkan ponsel nya dan mengirim suara pesan kepada adik ipar nya untuk memberi tahukan kepada mitra bisnis yang sudah terparkir mobil nya di halaman gedung kantor pusat ARDANA GRUP.


Tidak lama berselang balasan suara pesan pun di terima oleh Dani Rustandi," lalu turun dari mobil nya dan melangkah berjalan menuju loby perusahaan.


"Naga saki Sempur dan Kong Kong yang berada di mobil Simon,ayo kita masuk sekarang," ajak Simon setelah di beritahu oleh adik ipar nya Dani Rustandi bahwa sahabat nya menunggu di loby kantor.


"Simon pun turun dan langsung berjalan di ikuti oleh naga saki Sempur dari samping dan Kong Kong dari belakang.


"Simon, Naga Saki dan Kong Kong," selamat datang kembali dan terima kasih atas kedatangan kalian bertiga," ucap Dani sambil memeluk satu persatu dari mereka bertiga.


"Hahahaha kelihatan nya anda begitu Bahagia," sahabat ku," kata Simon yang sudah melepas kan Pelukan kan nya itu.


"Dani hanya tertawa terbahak bahak dan berkata mari mari kita mulai masuk ke ruangan rapat kantor Besar kita," ucap nya Dani mengajak kepada ketiga mitra bisnisnya.


"Mendengar ajakan dari sahabatnya," mereka bertiga pun langsung mengikuti dari arah samping dan di ikuti oleh Gareng dari arah belakang.


"Begitu mereka melewati, pintu masuk para staf dan pegawai yang ada di ruangan segera berdiri dan membungkuk hormat.


"Gareng......" segera beritahu kepada Boled dan Suparno untuk segera umumkan bahwa aku pemilik perusahaan yang baru ingin mengadakan rapat darurat dan semua dewan direksi serta pemegang saham di perusahaan ini harus berada di ruangan rapat paling lambat satu jam, kata Dani memerintahkan kepada para staf dan pemegang saham untuk segera menghadiri rapat mendadak ini.

__ADS_1


'Lelaki setengah baya itu dengan santai dan senyuman yang begitu cerah dan bangga, tampak nya kali ini kebahagiaan sedang melanda dirinya, tersenyum kearah karyawan yang membungkuk menghormati nya.


"Sampai di ruangan yang besar dimana di sana tertulis dengan jelas KOMISARIS lelaki setengah baya pun masuk beserta mereka bertiga dan duduk di ruangan tersebut.


"Tok.....!..." Tok......!..." Tok.......!...."


"Masuk"


" Terdengar suara bernada perintah dari dalam ruangan tersebut.


"Begitu pintu di buka kini tampak di dalam ruangan itu Tuan Besar Dani Rustandi dan tiga orang lelaki seumuran nya sedang membicarakan sesuatu.


"Suparno dan Boled beserta di belakang nya Ketua Genk Kobra beracun, menghampiri meja komisaris dan segera bertanya, Tuan Besar semua sudah di atur pukul 10:00 rapat akan segera di mulai dan beberapa orang penting sedang menuju ke kantor ini," kata Suparno seraya membungkuk hormat.


"Suparno Boled duduk lah dulu, aku ingin ada yang harus di pertanyakan kepada kalian berdua," tanya Tuan Besar.


"Boled dan suparno pun duduk di samping ketiga orang asing yang berada di ruangan komisaris tersebut.


"Boled menjawab Tuan Besar," yang menentang hanya ada dua orang yaitu direktur bersama manajer yang lainnya mendukung penuh keputusan dari Tuan Besar Dani Rustandi.


"Dani menatap dan menyapu seluruh ruangan, kini mata nya menatap kearah Adik ipar dan berkata dengan lantang


"Gareng teriak Dani Rustandi," Segera eksekusi dua orang yang menentang tentang keputusan yang telah di buat oleh kita dan dan bawa keluarga nya ke markas besar Genk Kobra biar dia tahu sedang berhadapan dengan siapa," Geram Dani Rustandi dengan emosi yang meledak ledak


"Siap Tuan Besar segera akan saya laksanakan segera," jawab Gareng dengan hormat.


"Saat ini di Aula dalam gedung pencakar kucing yang merupakan kantor besar bagi ARDANA GRUP sedang di padati Oleh beberapa pejabat petinggi perusahaan, para investasi dan petinggi senior dalam jajaran dewan direksi.


"Kasak kusuk saling bisik membisik pun terjadi ini karena, sang Asisten yang memerintah kan untuk mengadakan rapat mendadak karna sang pemilik perusahaan Khabil Ardana sudah menyerahkan tumpuk kekuasaan nya kepada Dani Rustandi.


"Banyak spekulasi dan perdebatan di kalangan mereka, ada yang setuju dan ada pula yang menolak, apa yang menduga bahwa terjadi rapat darurat yang berakibat terhadap perombakan kabinet dalam jajaran staf.

__ADS_1


"Namun tidak ada yang menduga bahwa perusahaan tersebut sebentar lagi akan di akusisi kan oleh pemilik yang terbilang cukup tenar di seantero negeri ini.


"Tok......!...." Tok......!...." Tok......!..."


"Masuk" teriak seorang lelaki dalam ruangan komisaris dan terdengar oleh seseorang yang mengetuk pintu..!


"Begitu pintu terbuka, lelaki setengah tua pun masuk dan menghampiri meja komisaris lalu membungkuk dan berkata.


"Tuan besar hamba menghadap seluruh para pejabat perusahaan dan pihak investor sudah berada di Aula rapat," Lapor Arif mantan kekasih Jubaedah.


"Dani pun hanya mengangguk dan berkata Arif dan kalian berdua beserta Gareng ikut dalam ruangan rapat sementara kalian bertiga playboy yang sudah tua tua, jangan kemana mana sampai aku selesai menggelar rapat bersama dewan direksi," kekeh Dani Rustandi sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Simon, Naga dan Kong Kong.


"Lalu mereka berempat melangkah kan kaki nya meninggalkan ruangan itu menuju ruangan pertemuan.


**


"Sementara di markas besar Genk Kobra Beracun empat dari ketujuh orang pendiri Genk Kobra dan Jimmy serta sepasang kekasih sedang menunggu kedatangan dua orang yang cukup lihai dan cerdas dalam memberikan ide ide cemerlang nya dalam segala misi atau pun visi,


"Selang beberapa menit kemudian sebuah suara knalpot yang sudah di modifikasi seperti knalpot mobil balap pun terdengar di halaman markas besar Genk Kobra.


"Salah satu dari mereka yang hadir di dalam ruangan tersebut berkata.


"Nah ini dia......! mereka berdua sudah datang terdengar dari knalpot mobil nya yang berisik," sama kaya muka mereka berdua ," kekeh Sugeng sambil tertawa terbahak di ikuti oleh mereka yang hadir di sana.........!


"Di saat mereka semua sedang tertawa,' Cok Ben pun masuk dan ikut tertawa walaupun mereka berdua tidak mengetahui mereka tertawa kenapa,"?


"Hay......! Cok Ben kenapa loe tertawa," tanya Sugeng penasaran karna mereka berdua pas masuk langsung tertawa.


"Gue tuh ketawa..!! Karna melihat author keningnya berkerut memikirkan yang baca novel nya tapi tidak memberi like dan vote nya🤣🤣🤣🤣


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2