TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Menyambut Kedatangan Dua Nona Muda KOBRA COMPANY GRUP


__ADS_3

Jumat sore


"Indah.......... Dewi, cepat lah.! Apakah kalian tidak jadi untuk ikut bersama ku. Sementara Riyan dan Dirga bersama kekasihku sudah menunggu di bandara internasional Soekarno-Hatta." Teriak seorang gadis setelah beres dengan makeup dan menenteng tas mahal yang baru dia beli.


"Jadi tunggu sebentar Hani. Aku akan segera selesai." Teriak seorang gadis dari dalam kamar mandi.


"Sabar Hani. Aku kan belum mandi. Indah ini kebiasaan mandi terlalu lama seperti anak seorang raja saja." Kata seorang pemuda dengan handuk yang di lilitkan dalam leher nya.


"Dewi. Setelah selesai mandi. turun lah ke bawah. Aku menunggu kalian di parkiran mobil.


"Selesai mandi saja?' Apakah tidak selesai berpakaian juga.?" Tanya Dewi dengan wajah di buat serius mungkin.


Hani yang akan keluar segera menghentikan langkahnya. Dan berbalik mengambil salah satu bantal lalu melemparkannya kearah Dewi.


"Kau terlalu banyak mengkritik. Tapi kritik mu tidak mengandung faedah." Kata Hani mencibir dan segera kabur keluar.


Sesampai nya Hani di luar, dia segera mengeluarkan ponselnya dan segera melihat pesan Wasttap yang baru masuk.


Di dalam pesan itu kekasihnya Azis menanyakan apakah sudah berangkat atau belum. Seandainya belum berangkat ia akan menjemputnya. Namun Hani menolaknya bahwa ia sudah berangkat dan tak lama lagi dia akan sampai di tempat tujuannya.


Tidak berapa lama menunggu, akhirnya Indah dan Dewi segera sampai ke bawah dan menghampiri Hani.


"Sudah selesai mandi dan berpakaiannya, kau memakai bedak dan lipstik nggak Dewi.?" Tanya Hani mencibir.


"Pertanyaan bodoh apa lagi yang kau kumandang kan Hani.?" Tanya Dewi tersenyum geli.

__ADS_1


Hani dan Indah sama sama tertawa dengan jawaban Dewi.


"Ayo kita berangkat. Semakin cepat kita sampai semakin baik. Jangan sampai kita ketinggalan momentum besar ini." Kata Hani kepada mereka berdua.


"Hani...... Sebenarnya apa yang akan kita lakukan di bandara internasional Soekarno-Hatta. Kau begitu terburu buru, sampai sampai kekasih ku di suruh duluan datang ke bandara tersebut.?" Tanya Indah penasaran.


"Kau akan tahu nanti. Setelah sampai di sana. Aku sebagai sahabat mu tidak akan membawa malapetaka buat kalian berdua, tetapi akan membawa kesenangan dan kesuksesan untuk kita dan kekasih kekasih kalian." Kata Hani dengan nada angkuh dan jumawa.


"Indah maupun Dewi pun tidak bertanya lagi. Mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan mulai bergerak jalan menuju bandara internasional Soekarno-Hatta di sore hari itu.


########


Bandara internasional Soekarno-Hatta.


Di lorong VIP, tampak beberapa lelaki berpakaian kaos bergambar Kelalawar dan berpakaian dasi memakai kaca mata hitam sedang berjaga jaga dengan telinga masing masing memakai interkom.


Riyan dan Dirga sengaja mencium tangan kekasihnya di bandara itu, untuk memprovokasi seseorang yang mempunyai rasa terhadap Indah dan Dewi. Mereka berdua sedang berjaga di lorong VIP


"Aish....... Uhk....... Kalian kalau bermesraan jangan di sini. Di hotel sana." Kesal Hani melihat mereka berempat.


Indah dan Dewi hanya tersipu malu, wajahnya merah di perlakukan oleh para kekasihnya. Sementara Riyan dan Dirga hanya tersenyum puas.


Firza dan Robi anaknya dari Jimmy mantan kaki tangan Dani Rustandi, hatinya saat itu juga terbakar api cemburu setelah melihat adegan dari Riyan dan Dirga kepada dua gadis yang di sukai nya.


"Tunggu saja akan ku habisi kau Riyan. Walaupun kau mendapat kepercayaan penuh dari Nona Muda Shintia dan Anastasya. Tapi tiba waktunya aku akan menghabisi mu dan kekasih mu Dewi akan menjadi milikku." Umpat Firza dalam hatinya.

__ADS_1


Apa yang di umpat kan oleh Firza, sama yang di rasakan oleh Robi saat ini. Mereka berdua terbakar api cemburu kepada dua pemuda itu.


Tak lama berselang mereka pun kini sudah berada di ruangan tunggu bandara tersebut bergabung bersama mereka yang sudah datang terlebih dahulu. Dia antara nya Direktur KOBRA COMPANY dan dua pengacara yang akan membebaskan kedua ibu nya Nona muda Shintia dan Anastasya yaitu Winda dan Windi.


Riyan dan Dirga melihat kalau Hani kekasih nya Azis sedang bercakap cakap dengan lelaki setengah baya dan tampak lelaki itu hanya mengangguk saja.


"Nona Hani, apakah kau sudah mendapatkan Ijin dari pemilik perusahaan dan orang orang pusat perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP untuk memberikan jabatan yang tinggi kepada mereka berdua mantan anak buah dari pemilik perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP.?" Tanya Sang Direktur KOBRA COMPANY.


"Tuan Jhon koplak kalau anda tidak yakin dengan ucapan saya. Bisa anda langsung tanyakan kepada nya, setelah mereka tiba bersama ketiga orang orang besar yang ikut dalam mengantar kepulangan Nona Muda Shintia dan Anastasya." Ucap Hani.


"Bukan begitu Nona Hani. Baiklah kalau begitu saya tidak akan bertanya lagi dan akan segera merekomendasikan kepada bawahan di kantor tentang mereka yang akan di posisikan dalam internal perusahaan KOBRA COMPANY GRUP." Kata Jhon koplak pasrah walaupun dalam hatinya merasakan kekesalan terhadap keputusan dari gadis sombong di hadapannya.


"Bagus itu lebih baik. Tidak banyak bicara membuang waktu saja." Ucap Hani langsung pergi kembali lagi kearah dua sahabat nya dan kekasihnya.


Lelaki setengah baya itu geram dan marah' seumur umur gue baru merasakan penghinaan oleh seorang gadis yang notabene bukan majikan ataupun orang yang mempunyai pengaruh besar di kota ini. Andai yang menghina adalah pemilik perusahaan tidak menjadi masalah. Tetapi ini anak yang baru di percaya hanya beberapa hari dan dia datang dari kampung. Bangsat bener bangsat tunggu lah waktu nya." umpat Jhon mengumpat dalam hati.


###


Dilain tempat ketika ini juga sedang terjadi perbincangan hangat antara Harsya, Fander, Gandi dan Ujang Suparman. Berita tentang kedatangan ketiga sahabatnya Dani Rustandi dan kedua Nona Muda KOBRA COMPANY GRUP. Telah menyita perhatian mereka. Kala itu Harsya baru saja mengakhiri panggilan telepon nya bersama Brigadir Anton Sideka.


Pembahasan yang mereka lakukan adalah membiarkan Winda dan Windi yang akan di bebaskan agar kita tidak ikut campur dalam masalah itu, karna itu akan menjadi target bagi Anton Sideka untuk menumpas tikus tikus penegak hukum yang bisa di suap.


Di kesempatan itu juga, Tuan Anton Sideka juga telah menempatkan beberapa anak anak buahnya di masing masing tempat yang akan di lakukan oleh para tikus tikus tersebut.


Sementara Tuan Muda Harsya juga menempatkan sepuluh Macan Putih yang sudah terlatih bersama Ken dan Rex yang tidak di ketahui oleh mereka, hanya Riyan dan Dirga saja yang mengetahui bahwa Harsya menempatkan orang orang nya. Walaupun Azis mantan Anggota Macan Putih tapi ia tidak menyadari bahwa dirinya sedang dalam pantauan anggota Macan Putih.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2