TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Tuan Besar mengunjungi Makam Anak dan menantu


__ADS_3

"Sorry acara pelukan kalian terganggu gara gara ponsel saya berdering." Kekeh Harsya.


Mendengar perkataan dari Tuan muda dan suara panggilan masuk. Membuat Lia dan Fander tersadar. Mereka berdua langsung melepaskan diri dari pelukan hangat itu.


Hmmmmmm Ken ada apa dia menelepon. ucap dalam hati.


"Kriiiiing..............!


"Kriiiiing..............!


"Kriiiiing..............!


"Halo, Ken ada apa anda menelepon saya? Tanya Harsya menjawab telepon masuk itu.


"Lapor Tuan Muda ketiga mahasiswa senior yang waktu pertama memprovokasi. Tuan muda kini merencanakan akan menjebak Nona Halimah dan akan di seret lalu di perkosa secara bersama sama oleh ketiga lelaki itu atas dalih sakit hati karena Indra di tampar oleh Ayah nya sesaat ketika Tuan Suhardi datang ke kampus untuk urusan mensidak dosen kampus itu. Kata Ken menjelaskan semua pengintaian dan pendengaran di posisi kejadian itu.


Mendengar laporan dari Ken tentang orang yang Ia cintai akan di celakai. Walaupun Halimah jago dalam seni bela diri, tapi bila seorang sedang terkena apes atau sial, tidak bisa menghindari nya.


"Bajingan............!


"Bedebah............!


"Ken, dengarkan perintahku saat ini juga! Titah Harsya dengan mata yang memerah, membuat Fander seketika langsung berdiri di samping Tuan muda Harsya untuk mendengarkan langsung pembicaraan antara penelepon dan Tuan muda.


"Tuan Muda Ken menunggu perintah dari Anda.!


"Semua orang orang penting dari XFRES GROUP, dan ANUGRAH ZAHRA GROUP serta GELORA BUANA GRUP, segera bawa ketiga pemuda itu dan masukan langsung ke Markas Besar XFRES GROUP, bila terjadi sedikit pun kulit Halimah, akan ku ratakan kalian semua." Geram Harsya saat ini.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda saat ini saya akan bergerak dan langsung memberitahukan kepada mereka semua.!


Harsya langsung mematikan telepon nya tanpa berbasa-basi terlebih dahulu, mata nya mengkilat kilat, wajah memerah menahan gemuruh amarah yang tertahan seandai nya dia berada di rumah mungkin semua perabotan rumah habis di terka amukan pemuda itu. Kini dia melirik kearah lelaki yang ada di samping nya.


"Fander, dengarkan perintah ku sekarang juga." Bentak pemuda itu.


"Tuan muda Fander menunggu perintah.


"Seret ketiga lelaki yang bernama Indra, Budi serta Ilham dan bawa langsung ke markas Besar XFRES GROUP, saya tidak mau malam ini juga harus sudah berada dalam markas itu.


"Siap Perintah dari Tuan Muda segera di laksanakan.! Kata Fander langsung pergi meninggalkan RSUD dimana ibu Lia baru selesai di operasi.


******************************************


Tiga hari kini telah berlalu setelah kemarahan Tuan muda akibat ulah rencana dari anak Jimmy dan dua sahabatnya yaitu Indra selaku anak dari Iwan kupluk dan Ilham anak dari Manajer XFRES GROUP.


Setelah mereka bersiap siap untuk berangkat tinggal menunggu kedatangan pemilik perusahaan bersama dua orang kepercayaan yaitu Cok Ben serta yang lainnya.


Tidak lama kemudian orang yang di tunggu pun kini sudah sampai di Mansion dengan di kawal langsung oleh Brigadir Anton Sideka bersama para anak buahnya.


Sebelum sore hari akan di adakan rapat semua jajaran orang orang yang setia kepada Tuan Suhardi dan Nyonya Elisabeth serta Kakek dan Nenek nya. Tuan Muda Harsya mengajak Kakek dan Nenek untuk mengunjungi makam Ismail Abdullah dan Zahra Kumalasari, tanpa di sangka dan di duga di sambut baik oleh Kiayi Sepuh serta orang orang yang dekat dengan Tuan Muda Harsya untuk ikut berziarah ke makam Tuan Ismail dan Nona Zahra.


"Ayo...... Kakek dan Nenek, Harsya akan mengantar kalian berdua bersama yang lainnya untuk berziarah mengunjungi ayah dan ibuku. Abdullah dan Aisyah tersenyum, mereka pun langsung mengiyakan ajakan Cucu nya. Hati Abdullah dan Aisyah saat ini merasa sedih, Tapi bersyukur karna Cucu nya saat ini sudah berada dalam lingkungan mereka berdua sebagai obat rindu kepada Ismail.


Harsya dan yang lainnya pergi dari Mansion mewah, Harsya bersama dengan Halimah, menaiki mobil mewah, sedangkan Kakek dan Nenek bersama Kiayi Sepuh dan istri nya menaiki mobil mewah lainnya.


Iring iringan mobil mewah yang di kawal langsung oleh Brigadir Anton Sideka melaju mendahului mobil mereka. Harsya menatap pokus jalanan, batinnya bergejolak saat ini. Wajahnya terlihat sendu saat ini. Karna dirinya akan ke makam Orang Tua bersama Kakek dan Nenek serta yang lain.

__ADS_1


Ayah, Ibu, Kakek dan Nenek datang." Gumam nya. Membuat hati Halimah merasakan kesedihan yang dirasakan seorang pemuda yang dia cintai.


"Kak, Harsya kenapa? Tanya Halimah yang melihat wajah nya sendu.


"Tidak apa apa sayang, Harsya hanya memikirkan perasaan Kakek dan Nenek selama ini.! Jawab Harsya Lirih.


"Yang sabar Kak, semua sudah di takdir kan oleh maha kuasa." Jawab Halimah.


"Iring iringan mobil pun mulai memasuki jalan Gang pemakaman yang sebentar lagi akan sampai di kediaman orang tua nya itu.


Tidak lama kemudian iring iringan mobil mewah pun berhenti di pintu masuk makam dan memakirkan mobil mobil mewah di tempat parkir, Harsya dan Halimah pun turun di ikuti yang lainnya.


Harsya menghampiri mobil Kakek dan Nenek dan mengajak mereka untuk masuk. Namun baru beberapa langkah suara Aisyah memberhentikan nya. Cucuku Nenek tak kuasa untuk melangkah terasa sakit untuk menemui Ismail, Air mata nya jatuh dalam pipi milik nya.


Harsya seketika memeluk Nenek Aisyah, setelah melepaskan pelukan nya, Harsya melangkah bersama Nenek dan Kakek, Hatinya kembali bersedih, sesekali Harsya menundukkan kepalanya untuk menutupi kesedihannya.


Harsya berhenti di pusara kedua orang tua nya, kediaman Ismail Abdullah dan Zahra Kumalasari yang sudah 11 tahun mereka tempati. Namun makam nya masih terlihat sangat rapih, karna Tuan Suhardi selalu membayar seseorang untuk membersihkan makam kedua Orang Tua nya.


Abdullah dan Aisyah serta yang lain ikut berhenti. Kakek , Nenek dan Paman Kiayi serta yang lainnya, Ini tempat tinggal ayah dan ibuku. Mereka sudah tinggal di sini 11 tahun lalu. Penjelasan Tuan muda Harsya membuat tubuh Aisyah lemah dan bersimpuh di tengah tengah makam Ismail dan Zahra.


Abdullah dan Alex pun melakukan hal yang sama mereka meraba pusara Ismail sambil menangis, Air mata terus mengalir di pelupuk mata mereka bertiga. Mereka tak mampu berkata kata. Kenyataan ini sungguh sangat menyakitkan.


"Ini salahku, Lex Ini salahku!! Teriak Abdullah menyalahkan diri nya sendiri.


"Kenapa harus anakku dan menantu ku, kenapa tidak aku saja yang mati Alex.! Aku belum minta maap kepada mereka berdua, Ayo bangunkan mereka Alex.! Bangun kan mereka!" Abdullah Berteriak dan menarik narik kerah baju Alex.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2