TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
persiapan untuk penyelamatan Fander


__ADS_3

"Kakek.......! Bagaimana kabar kakek dan nenek?" tanya Tuan muda melalui panggilan telepon tersebut.


"Baik' Cucuku Ada apa cucuku menelpon" Tanya balik kakek abdullah yang sedang berada di kota Jogja dan menjawab telepon dari cucu nya.


"Begini Kakek, untuk sementara Kakek dan Paman Alex maupun Nenek, Harsya minta jangan dulu di beritakan tentang perusahaan XFRES GROUP telah berpindah tangan kepada cucumu ini" pinta Harsya dalam panggilan telepon nya.


"Emang Kenapa Cucuku, bukan kah sudah sepakat di saat pertemuan di Markas Besar XFRES GROUP untuk segera memberitahukan kepada seluruh perusahaan XFRES GROUP yang ada di dalam negeri maupun di luar negri" tanya Kakek Abdullah penasaran


"Kakek, saat ini Harsya tidak bisa menjelaskan lewat telepon setelah semua urusan permasalahan Oma Elisabeth selesai, Harsya sendiri yang akan datang ke Mansion milik kakek, sementara Harsya meminta jangan dulu di siarkan atau pun di kasih tahu kepada orang kantor tentang pengalihan perusahaan milik kakek" kata Harsya panjang lebar menjelaskan lewat telepon....!


"Baiklah Kakek, nurut apa yang cucu ku mau" jawab kakek Abdullah pasrah dengan keputusan dari cucu nya itu.


"Terima kasih kek, kalau begitu Harsya tutup dulu telepon nya silahkan kakek bersantai ria bersama nenek" goda Harsya di balik telepon nya dengan ketawa renyah...!


"Huh.....! ini anak suka nya menggoda saja...! sambil menutup telepon nya.


"Setelah menutup telepon, pemuda tampan pemilik dua perusahaan terbesar se-Asia tenggara pun, lalu memencet panggilan telepon lainnya....!


"Halo.....! Tuan muda, jawab seorang lelaki seumuran di ujung sana.


"Riyan jangan sebut sebut tuan muda? kita ini sahabat, sekarang posisi kamu ada dimana? Tanya harsya melalui panggilan telepon nya.


"Saya sekarang berada di jalan mau City mall yang berada di Cawang Jakarta timur ada sesuatu yang harus saya beli Harsya.! jawab Riyan.


"Riyan apakah barang yang akan kau beli itu begitu penting atau tidak" tanya Harsya.


"Tidak terlalu penting memang nya kenapa Sahabatku? jawab Riyan penasaran.


"Begini Riyan bisa kah ikut bersama saya untuk membantu beberapa para pengawal saya untuk menyelamatkan Fander Asisten Oma Elisabeth yang di Sekap di Markas Besar Genk Kobra Beracun' pinta Harsya menjelaskan dari sambungan teleponnya.


"Siap dengan senang hati dan satu kehormatan bagi saya sahabatku" jawab nya pemuda yang bernama Riyan itu.


"Terima kasih Riyan kalau begitu saya tunggu sekarang juga di Mansion, saya sudah mengirim Serlock ke ponsel kamu! kata Harsya.


"Baik' Harsya" balas singkat Riyan dan sambungan telepon pun berakhir.


"Mobil sports Marcedez Benz melaju dengan santai lalu berhenti tepat di ujung bangunan yang sedikit jauh tapi masih bisa terlihat dari arah ujung itu.

__ADS_1


"Tak lama setelah itu tampak dua pemuda memakai jaket kulit warna hitam keluar dari mobil tersebut dan langsung berjalan menuju warung kopi yang tidak jauh dari Markas Besar Genk Kobra beracun.


"Ken....! loe duduk dulu di sini sambil memesan kopi gue mau lihat lihat dulu di sekitaran Sini, takut kalau kita bersama-sama ada yang curiga" bisik Rex ketelinga sahabatnya....!


"Ok siap....! balas Ken sambil melangkah menuju kursi yang tersedia di warung kopi tersebut.


"Sementara masih di sekitaran Markas Besar Genk Kobra satu mobil sports Pajero sport pun tiba dan terus berjalan melewati mobil Marcedez Benz yang di tumpangi oleh Ken dan Rex menuju timur yang tidak jauh dari Gerbang pintu masuk bangunan yang di jadikan markas besar Genk Kobra.


"Rex....." Tuan Gandi dan Nona muda Lestari sudah melintas dalam mobil baru saja..! pesan chat pun di kirim dari ponsel Ken kepada Rex.


"Ok saya melihatnya! balas pesan' dari Rex yang tidak menunggu lama....!


"Ken penjaga di gerbang pintu masuk hanya ada 6 orang yang jaga segera beritahu kepada Maman dan Iwan kupluk...! pesan chat dari Rex yang memantau dari dekat gerbang masuk Genk kobra.


"Baik'.....! kata Ken membalas pesan tersebut.


"Lalu pesan yang di terima oleh Rex langsung di teruskan kepada Maman dan Iwan serta kepada tuan Gandi,


"Tidak lama kemudian rombongan mobil dan beberapa motor pun melintas di pinggir jalan dimana Ken sedang duduk seraya meminum kopi yang di pesan oleh pedagang kopi tersebut....!


"Buru buru Ken mengirim pesan suara kepada Rex dan Gandi untuk sedikit menjauh dari tempat tadi mengintai...!


"Di copy musang bertambah


"Kirim pesan suara pun telah di kirim kepada mereka berdua serta di kirim kepada Maman yang satu mobil bersama Iwan, Halimah dan Fatimah.


"Musang telah di terima dan terlihat segera akan saya laporkan kepada Tuan muda karna ada sedikit penambahan musang di copy copy" balasan dari Maman kepada Ken, Rex dan Gandi.


"Tuan muda, saat ini di gerbang markas besar Genk Kobra tiga unit mobil Dengan plat nomor Bogor dan beberapa motor telah sampai ke markas besar Genk Kobra, Apa instruksi dari Tuan muda selanjutnya.


"Tunggu mereka sampai keluar dari mobil dan biarkan mereka masuk terlebih dahulu.


"Baik' Tuan muda!


"Ken Masuk...! "Ken Masuk....!


"Ken Disini..! Tuan Maman Tomat.

__ADS_1


"Perhatikan pergerakan target. biarkan mereka masuk kedalam bangunan itu, tugas anda memantau di saat saya bersama yang lainnya telah menghadang anggota yang berada di halaman markas besar Genk Kobra Beracun.


"Siap Tuan Maman Tomat....!


"Disaat Maman tomat sedang memberikan arahan kepada Ken dan Rex serta Gandi yang sedang bersama Lestari telepon pun Berdering di ponsel milik Halimah yang sedang duduk di belakang jok bersama adiknya Fatimah...!


"Kriiiiing.........! "Kriiiiing........! Kriiiiing......!


"Halimah pung mengangkat teleponnya.


"Halo kak Harsya.....! jawab Halimah yang sedang berada dalam mobil.


"Imah......" segera kirimkan serlock kakak'sedang meluncur bersama sahabat menuju kalian, jangan dulu bergerak sebelum Kaka datang.! kata Harsya dalam sambungan teleponnya.


''Baik kak, saat ini Imah kirim serlock dan tutup teleponnya" jawab Halimah seraya menutup telponnya dan mengirim Serlock kepada pemuda yang baru saja jadian.


"Kak....! Maman dan kak Iwan kata Tuan muda jangan dulu bergerak tunggu kedatangan Tuan muda sampai disi" kata Halimah memberi tahukan kepada kedua pengawal nya yang sedang duduk di depan jok mobil.


"Baik' Nona muda" jawab mereka berdua.


"Sebuah mobil sport Lamborghini Veneno berhenti tepat di samping mobil Pajero sport, Tampak dua pemuda seumuran keluar dari mobil tersebut dan buru buru masuk kedalam mobil Pajero sport yang di samping nya.


"Kalian siap?


"Kami siap Tuan muda!


"Bagus! kita akan bergerak sebentar lagi.


"Halimah, Fatimah, dan Maman Serta Iwan Bersiaplah..!! kalian jalankan mobil dan langsung masuk menuju gerbang halaman markas besar Genk Kobra beracun, saya bersama Riyan akan mengikuti dari arah belakang.


"Baik' tuan muda..!


"Ken dan Rex serta Kak Gandi siap siap penyerangan akan di mulai tidak lama lagi...! suara pesan chat di kirim kepada mereka yang memantau gerbang masuk Genk Kobra beracun dari Harsya.


"Tidak lama Balasan pun di terima oleh Tuan muda Harsya.


"Baik' Tuan muda.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2