TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Cok Ben menerima permohonan Tuan Muda Harsya


__ADS_3

Malam itu setelah kepulangan dari RSUD dimana Ibu kandung Lia akan di operasi. Harsya pun di antar pulang oleh sahabat nya yaitu Riyan.


"Yaa.......! Sudah......! Kalau begitu gue turun. Kasian para penjaga dan pengawal dari tadi berdiri menunggu membuka pintu mobil ini.! Kekeh pemuda itu cekikikan.


"Hehehehe." Pengemudi mobil mewah itu pun tertawa renyah setelah menengok kearah samping kiri dan kanan melihat Mang Jaka dan penjaga lainnya sedang berdiri sesekali tangan nya memukul pipi mungkin hinggap nya nyamuk di wajah itu.


Harsya pun menjulurkan kakinya setelah membuka pintu mobil nya dan langsung berjalan menuju pintu masuk Mansion tersebut.


Ketika pemuda muda itu mau masuk kedalam Mansion dari arah samping tepatnya di gazebo tempat bersantai sambil menikmati malam terlihat sosok pasangan suami istri paruh baya dan dua sosok wanita berusia 30 tahun pembantu Mansion yaitu Inah dan Ineh.


Bibi Inah dan Ineh sedang apa disini.? Tegur Harsya setelah sampai di lokasi gazebo yang tidak di ketahui kedatangan nya.


"Aden Harsya bibi minta maap tidak menyambut kedatangan Aden muda. " Kata dua bibi bersamaan ketika dia tahu yang menegur adalah majikannya.


"Bibi.......! Tidak usah meminta maap, Dan ini mereka berdua siapa? Tanya Harsya.


"Aden Harsya mereka berdua adalah orang tua Inah dan Ineh, Mohon Maap bila kami berdua membawa mereka berdua tanpa Ijin terlebih dahulu kepada pemilik rumah." Kata Inah yang berbicara seraya menundukkan wajah nya.


"Aduh........! Maapkan saya yang buta ini, Abah dan Umi.! Kata Harsya seraya mencium tangan mereka berdua.


Ketakutan yang di rasakan oleh Inah dan Ineh dan kedua orang tua nya sirna melihat majikan nya yang mempunyai sipat yang begitu Arif dan rendah hati.


"Bibi Inah dan Ineh bawa kedua Orang Tua mu masuk ke ruangan keluarga, sungguh berdosa kalian berdua kepada yang melahirkan mu. Hanya di tempatkan di luar." Titah Harsya kepada mereka berdua.


"Aden, Harsya bukan begitu kan belum datang pemilik rumah nya." Bela Inah dan Ineh.


"Yaa.......! Sudah kan sekarang sudah ada dan sudah di suruh masuk....! Dan bilang pada Wa Ijah untuk menyiapkan makanan, Saya ingin makan bersama dengan kedua Orang Tua kalian." Titah Harsya.


"Siap gerak Tuan Muda." Serentak mereka menjawab sambil tangan di simpan dalam kening. Membuat Harsya geleng geleng kepala.

__ADS_1


"Dasar Bucin akut." Gumam Harsya seraya pergi masuk ke Mansion untuk berganti pakaian santai.


Tak lama kemudian setelah acara makan malam usai, Harsya pun meminta kepada kedua orang tua serta kedua putri nya untuk mengobrol di ruangan keluarga.


"Tuan Muda sebelum nya bapak meminta maap kedatangan kami berdua tanpa memberitahu kan terlebih dahulu kepada pemilik rumah sekaligus majikan dari kedua anak kami. Inah dan Ineh


"Silahkan Wa Edi saya mendengar kan.! Pinta seorang pemuda yang di sebut Tuan muda.


"Tuan muda saya sekeluarga berterima kasih banyak atas bantuan tempo dulu menyuruh anaknya pa Asep Supriatna membayarkan hutang kepada seorang lintah darat hingga rumah dan tempat usaha masih menjadi milik saya sekeluarga. Seandainya waktu itu tidak ada bantuan dari Tuan Muda mungkin bapa dan ibu serta adik adik nya Inah dan Ineh sudah menjadi gelandangan." Lirih Wa Edi menjelaskan maksud tujuan datang kepada majikan anaknya dengan balutan air mata di antara mereka berempat.


Harsya pun ikut menitikkan air mata nya saat itu di saat dia dahulu juga merasakannya kehidupan yang serba kekurangan saat waktu di asuh oleh kedua Orang Tua angkat nya itu........! Duh jadi ingat Umi sama Abah di kampung." Ucap Harsya dalam hati.


"Wa Edi tidak usah berterima kasih segala Bibi Inah dan Ineh sudah di anggap Kakak buat Harsya, Cuma yang bikin Harsya kecewa pada kedua Bibi yang super ngeselin itu kenapa tidak langsung ngomong kepada saya langsung, Untung Mang Jaka memberi tahukan, Kalian berdua berterima kasih tuh pada Mang Jaka." Kekeh Harsya.


"Nanti Den Harsya berterima kasih sekalian memberi kado buat ulang tahun Mang Jaka seminggu lagi." Kata Inah dengan suara pelan.


"Siap." Balas Inah seraya jempol nya di acungkan.


"Wa Edi dan Wa Imas, Harsya ada sesuatu yang minta dan itu juga bila kalian berdua selaku Orang Tua Bibi Inah dan Ineh mengijinkan.! Kata Harsya.


"Inah dan Ineh seketika melotot mata nya kepada majikannya, pikiran nya mulai dirasuki oleh tingkat kejahilan dari Tuan Muda.


"Hmmmmm." Aden Muda jangan aneh aneh." Gumam Inah dan Ineh. Membuat Harsya tersenyum manis karna mendengarkan apa yang di gumam kan oleh Inah dan Ineh.


"Silahkan Tuan Muda Insyaallah kami berdua akan mengabulkan nya.


"Inah dan Ineh bersiap siap memasang telinga nya lekat lekat untuk mendengarkan permintaan dari Tuan muda kepada orang tua nya dengan wajah yang serius dan jantung berdetak kencang.


"Wa Edi seandainya kedua anak kalian Harsya pinta untuk di jodohkan kepada kedua pengawal kepercayaan sekaligus anak didik Kiayi Sepuh Dan saya yakin mereka berdua juga sudah menyukai satu sama lain..! Kedua pengawal saya yaitu Ucok sitara guyang dan Beni situmerang. Kata Harsya kepada kedua orang tua pembantu itu.

__ADS_1


Kedua wanita cantik tampa mackup dan wajah nya alami itu seketika jantung berdetak kencang, wajah nya memerah seperti kepiting rebus.


"Alhamdulillah." Bapak dan Ibu menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada mereka berdua karna yang akan menjalani kehidupan berumah tangga mereka berdua. Dan harap kepada kedua anak untuk tidak menolak permintaan dari Tuan Muda Harsya, karna dirinya mungkin sudah mempertimbangkan segala sesuatu nya, dari posisi derajat, martabat. " Kata Ayah Inah dan Ineh.


"Terima Kasih Wa Edi sungguh jawaban yang bijak dari Orang Tua menyerahkan keputusan kepada anaknya. Bagaimana kedua Bibi yang suka nyebelin? Tanya Harsya dengan nada serius.


"Mauuuuuuuuuuuuuuu." Kata mereka serentak. Hingga membuat tawa dari kedua Orang Tua dan Harsya.


#Plasinbackon#


"Begitulah Abang Ucok dan Abang Beni permintaan dari keponakan mu ini.! Kata Harsya setelah menjelaskan panjang lebar tentang malam sebelum kedatangan Cok Ben.


"Abang Ucok dan Abang Beni mungkin, saya telah lancang permintaan ini karna ini urusan nya masalah hati. Tapi ada alasan dari saya yang tidak perlu author ketahui.' Kata Harsya dengan senyuman sebelum Cok Ben memberi Jawaban nya.


Ucok, menarik napas dalam dalam sebelum nya melirik kearah sahabat nya itu. Lalu mulai berkata kepada Anak sahabat nya itu.


"Tuan Muda Harsya...........!


"Apa Abang Ucok kalau ngomong itu teruskan." Kesal Harsya. Membuat Ujang Suparman penasaran jawaban dari Ucok.


"Tuan Muda Harsya." Ucok mauuuuuuuuu nikah buru buru.....! Kata Ucok, Hingga Ujang dan Harsya melongo mendengar jawaban singkat dari Ucok.


"Huh.........! Gue panjang panjang menjelaskan panjang lebar ehk. Singkat jawaban dari Abang PE,a ini. Abang Beni bagaimana? Tanya Harsya


"Kan Sepaket. Tuan' Muda.....! Kekeh Beni.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2