TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Pesan dari Ismail untuk ayahnya Abdullah


__ADS_3

Tuan Muda menadahkan kepala nya ke langit, menyembunyikan kesedihannya, Apa yang mereka lakukan saat ini, sama dengan apa yang pemuda itu lakukan pertama kali nya mengetahui bahwa ayah dan ibu nya sudah meninggal dan mengunjungi kedua makam Orang Tua nya. Sampai saat ini pun Harsya selalu merindukan kedua Orang Tua nya.


Abdullah dan Aisyah menangis dan memegangi batu nisan anak nya. Ayah datang Mail. Ayah meminta maap atas kebodohan waktu itu. Ayah salah dan tidak merasakan perasaan mu." Gumam Abdullah seraya menangis.


"Maapkan Ayah Mail? Ucap nya lagi.


Harsya menghampiri Kakek dan Nenek serta Alex.! Kakek dan Nenek...... Ayah dan ibuku pasti sudah memaapkan kalian. Ayah dan Ibu tidak pernah menanggung dendam kepada siapapun. Tutur Harsya lalu mengusap punggung Abdullah dan Aisyah.


Penuturan dari Cucu nya membuat Abdullah dan Aisyah tambah menangis. Ini salahku.! Ini salahku, Bangun Mail, Bangun, Ayah merindukan mu, Tangis mereka berdua semakin menjadi.


"Sahabat ku Abdullah dan Aisyah..... Lebih baik Doa kan mereka berdua, Aku yakin mereka berdua sudah bahagia di tempat nya. " Sahut Kiayi Sepuh yang berdiri di depan Abdullah dan Aisyah.


Semua pun terdiam dan menunduk kan kepala nya. Semua menangis merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Tuan Besar dan Nyonya Besar, sedangkan mereka bertiga menangis karna meratapi rasa bersalah yang sangat dalam kepada anak dan menantunya.


Harsya mengajak Kakek dan Nenek untuk pulang karna mereka sudah cukup lama berada di makam dan waktu salat Jum'at pun akan segera tiba, dengan berat hati Abdullah dan Aisyah meninggalkan makam dan mengikuti Cucu nya pulang ke Mansion.


"Paman Anton, kawal ke Mansion yang di kawasan Bintaro Jakarta Selatan. " Pinta Harsya.


"Siap Keponakan ku. " Jawab Anton Sideka.


*********************************************


"Siang itu pukul 13:00 siang hari setelah kepulangan dari makam kedua Orang Tua bersama yang Kakek dan Nenek serta yang lainnya. Harsya berniat untuk menceritakan semua nya kepada Orang Tua Ayahnya, perihal dua perusahaan yang sudah menjadi milik nya.

__ADS_1


Setelah kepulangan dari Masjid, pemuda bernama Harsya itu, Langsung duduk bersama Abdullah dan Aisyah serta Kiayi Sepuh dan kedua sahabat Ismail yaitu Suhardi dan Iskandar yang sudah terlebih dahulu berada di ruangan itu. Tidak lama berselang Oma Elisabeth Ardana pun datang langsung duduk di ruangan keluarga.


"Kakek, Nenek, Maapkan, Harsya karena telah menyembunyikan sesuatu yang penting dari kalian berdua, karna satu alasan yang hanya diri Cucu mu ini mengetahui nya." Kata Harsya dengan suara Lirih.


"Cucuku coba jelaskan kepada kami berdua, kenapa harus meminta maap? Tanya Aisyah dengan lembut.


"Kakek dan Nenek perusahaan milik Paman Suhardi dan Oma Elisabeth adalah perusahaan milik Ayah Harsya dan kedua perusahaan itu sudah di alihkan kepada ku dengan satu Advokad yaitu Tuan Sugianto.


"Cucuku kamu jangan bercanda, Abdullah tersenyum kecut menganggap bahwa omongan Harsya hanya candaan.


"Harsya tidak bercanda Kek, Ayah sebenarnya adalah orang yang berhasil walaupun saat pergi dari rumah mewah itu dia tidak membawa apapun. " Puji Anak nya untuk ayah tercinta.


Abdullah mengerutkan keningnya. Kalau Ismail memang orang berhasil, lalu kenapa tinggal di rumah kecil dan kabar nya selalu berpindah kontrakan? Tanya Abdullah kini kepada Suhardi dan Iskandar serta Elisabeth.


"Tuan Abdullah dan Nyonya Aisyah perlu kalian tahu maksud Ismail, dia tidak menonjolkan perusahaan nya dan hidup serba kekurangan hanya untuk menutup diri dari musuh musuh anda Tuan Besar. " Kata Suhardi, dia diam sejenak lalu mulai melanjutkan kan lagi.


"Sahabat saya Ismail pernah berkata kepada saya waktu itu.


"Suhardi bila nanti saya dan istri saya sudah tiada, saya hanya minta satu hal dari kamu sebagai sahabat, bukan sebagai atasan atau pun bawahan, Kelak bila nanti anakku HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH sudah besar, serahkan tanggung jawab perusahaan ANUGRAH ZAHRA GROUP dan perusahaan GELORA BUANA GRUP serta beberapa Kafe yang di kelola oleh Iskandar ke tangannya. Seandainya bila dia bertemu dengan Kakek Abdullah dan Nenek Aisyah, tapi mereka berdua masih dalam sipat sombong dan hanya mementingkan bisnis nya tanpa mementingkan perasaan sekitar nya, lebih baik pisahkan saja anakku bersama kakeknya. Biarkan mereka tenggelam dengan ambisi dan kesombongan nya itu. " Penjelasan dari Suhardi seketika membuat mereka syok dan kaget terutama buat Abdullah.


"Tuan Besar dan Nyonya Besar silahkan anda renungkan dan cerna setiap rinci pesan dari Ismail untuk kalian berdua, bila seandainya Tuan Abdullah masih tetap pada pendirian nya, maka saya orang pertama yang akan menyuruh Tuan Muda Harsya untuk menyerahkan kembali perusahaan XFRES GROUP kepada anda.!


Abdullah bergeming, Aisyah hanya menangis sendu, dia sedang berpikir kenapa suaminya kembali kepada sipat yang dulu, sombong tidak mau mengalah dan selalu ingin menang sendiri. Apakah karna perusahaan milik anak nya melebihi milik suaminya.

__ADS_1


"Sahabat ku, Abdullah hilangkan semua rasa angkuh dan sombong pada dirimu, apakah kehilangan sosok anak yang baru saja kau kunjungi tidak meruntuhkan sipat tak terpuji saat ini. " Kata Satu suara yang sangat di hormati oleh Tuan muda Harsya.


Seketika Abdullah berdiri dan melangkah menghampiri Suhardi, seraya berkata.


"Maapkan........ Maapkan.......! Saya.... Anakku.....! Abdullah terisak di pelukan Suhardi dengan bibir bergetar.....!


Semua yang ada di sana merasakan kesedihan dan ke haruannya dengan air mata nya yang mengalir dalam kelopak mata masing masing.


"Sedangkan pemuda yang bernama Harsya bersimpuh dalam lantai mengucapkan rasa syukur ke hadirat ilahi, dengan lunaknya hati dari Kakek Abdullah, sesaat rasa ego dan sombong hadir dalam diri nya.


Aisyah lalu menghampiri nya dan membangunkan Cucu nya itu, untuk segera di peluk nya, tetapi Harsya berontak dengan sipat jahil nya.


"Tidak mau di peluk sama Nenek,. Tetapi ingin di peluk sama Halimah. " Jawabnya sambil terkekeh menyeka air mata nya.


"Dasar.............! Kesal Nenek Aisyah menyentil kening pemuda yang mempunyai wajah mirip suami nya.


"Uhk.........! Nek sakit.......! Kakek Nenek pukul Harsya nie." Adu Cucu nya itu kepada Abdullah yang sedang menangis dalam pelukan Suhardi.


"Tuan Besar, apakah sudah melihat dan mendengar bagaimana Cucu mu itu mempunyai dua sipat yang berbeda, persis dua manusia yang hadir dalam satu jiwa yaitu HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2