
"Seluruh Anggota Genk Kobra beracun yang berada di cabang Jawa barat hari ini Segera meluncur ke daerah pesisir pantai selatan Sindang barang dan setiap perapatan jalan untuk memantau perjalanan orang orang GELORA BUANA GRUP " begitu pesan suara grup kepada seluruh anggota Genk kobra yang berada di seluruh cabang Jawa barat.
"Sedangkan dari markas besar beberapa mobil mewah dan motor motor sport siap berangkat menuju lokasi dimana Ucok telah memberi serlock atas di sekap nya anak Tuan Besar dan dua anak dari Elisabeth Ardana yang tadi nya sudah di tangan Genk Kobra beracun tapi terkecoh oleh satu orang penghianat dan membocorkan kepada Direktur Rony yang tadi nya teman sekarang menjadi sekutu dari Genk kobra beracun.....!
"Gareng selaku ketua dan pimpinan organisasi tersebut lalu mengeluarkan ponsel nya dan mengirim pesan suara langsung kepada Ucok dan Beni untuk memberi tahukan keberangkatan nya dan mungkin akan sampai pada pukul tiga sore hari seandai nya belum sampai untuk menahan dulu dengan beberapa anggota genk kobra yang terdekat......!
"Balasan pesan suara dari Ucok pun telah di terima oleh ketua Genk kobra yaitu Gareng.
tiga mobil mewah BMW dan Marcedez Benz serta Toyota Fortuner SUV meluncur keluar dari markas besar Genk kobra beracun di ikuti puluhan motor sport memasuki jalanan raya kota Jakarta menuju jalan labuan yang menghubungkan antara Jakarta dan Cianjur.
"Didalam mobil tampak seorang lelaki setengah tua dengan tampang dingin berkulit sawo matang dan terdapat banyak tato berlambang ular kobra, dengan pokus mengemudi kan kendaraan nya melintasi jalan pinggir kota.
"Samping pinggir pengemudi tampak seorang lelaki paruh baya yang masih terlihat ketampanan dan kegagahan nya serta mempunyai guratan wajah di pipi sebelah kanan akibat benda keras yang di lemparnya sedetik pun mata nya menatap Kedepan dengan tatapan dan sorot mata yang sedang menahan emosi nya setelah mendengar kabar dari orang yang penting di jajaran organisasi Genk Kobra beracun dan mengirimkan beberapa bukti keakuratan nya tentang seorang Penghianat bernama Bimo dan Rony Gunawan Sekaligus orang yang di pinta tolong kepada Tuan Besar Dani Rustandi.
"Tuan Besar tahan emosi mu" karna perjalanan masih terlalu jauh dan orang orang anggota Genk kobra cabang cabang terdekat sudah mulai bergerak....!
"Terima kasih Adik ipar" pokus lah dirimu kedepan karna perjalanan ini akan memakan waktu yang lumayan lama...!
"Baik'lah Tuan Besar' seraya mata nya pokus mengemudi mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"Saat itu tampak seorang wanita paruh baya sedang berbincang bersama wanita setengah tua yang begitu anggun dan mempesona walau usia nya sudah menginjak 40 tahun.! dalam perbincangan itu wanita tua tersebut itu meminta antar untuk masuk ke markas Besar Genk Kobra Beracun.
"Adikku Kaka ingin hari ini juga detik ini juga kau harus ikut sama aku ke markas besar Genk Kobra Beracun" kata wanita paruh baya kepada wanita setengah tua yang memiliki wajah sangat cantik mempesona di usia empat puluh tahun.
"Untuk apa kak...." nggak mau ahk pergi ke Markas Besar Genk Kobra Beracun?" tanya Istri dari Ketua Genk Kobra kepada kakak nya yaitu istri dari Tuan Besar Dani Rustandi.
__ADS_1
"Kau jangan lupa tujuan awal ku aku menikah dengan Dani Rustandi dan kau aku nikah kan kepada Gareng, itu tidak lain adalah untuk membalas dendam yang berkarat dari dahulu ketika ayah dan ibu kita di bunuh oleh keluarga dari Rojak Ahmad yang tak lain adalah ayah dari Khabil dan Abdullah.
"Baiklah kak" maap kan aku kak,"kata istri dari ketua Genk Kobra dengan hormat.
"Ayo.....! Winda....! kita berangkat" ajak istrinya Tuan Besar Dani yang sudah siap...!
"Ayo..." kak sahut nya seraya berdiri dan mereka berdua berjalan menuju keluar Mansion mewah tersebut.
"Sementara di Mansion milik Tuan muda Harsya acara pertemuan antara Suhardi dan Elisabeth kita kesampingkan dulu setelah menerima kabar dari Cok Ben bahwa Genk Kobra Beracun sudah berangkat menuju pesisir pantai selatan Sindang Barang untuk membebaskan anak dari Dani Rustandi dan kedua tahanan untuk melancarkan aksi nya yaitu pengalihan perusahaan milik Elisabeth kepada Ketua Genk Kobra Beracun seperti yang sudah dilakukan oleh perusahaan milik Khabil Ardana.
"Paman Suhardi dan Oma Elisabeth silahkan kalian berdua sibuk lah ngobrol aku sama yang lain mau segera mempersiapkan untuk segera mengeksekusi rencana yang sudah malam tetapkan, karna kabar dari Ucok bahwa hampir 90 persen Anggota Genk Kobra Beracun Sudah berangkat menuju kota kecil di pesisir pantai selatan Sindang Barang" kata Harsya kepada Suhardi dan Elisabeth.
"Baik'lah Tuan muda Harsya anda" silahkan anda sibuk dulu, paman masih banyak yang harus di bicarakan sama Oma Elisabeth" kata Suhardi kepada Harsya.
"Kalian semua ikuti saya tinggal mereka berdua" titah Harsya kepada para pengawal nya yang ada di ruang tamu itu.
"Setelah mereka berkumpul semua di taman Mansion milik Tuan muda lalu Harsya pun mulai berkata dengan nada serius....!
"Ken Liem dan Rex Ryu sekarang kalian berangkat pantau Markas Besar Genk Kobra beracun dan segera laporkan berapa orang yang jaga di markas besar tersebut.!
"Lestari dan kak Gandi siap siap untuk segera menyusup dan masuk ke markas Besar Genk Kobra ingat untuk Lestari lepaskan Fander seorang urusan Khabil Ardana jangan dulu Apakah kau paham Lestari" kata Harsya dengan sorot mata yang tajam.!
"Sedangkan untuk kalian berempat Maman Iwan kupluk Halimah Fatimah hadang dari depan setelah mengetahui kabar dari Ken Liem dan Rex Ryu.
"Ingat di saat Halimah, Fatimah, Maman Tomat dan Iwan kupluk menghadang Anggota Genk Kobra yang ada di depan...! Ken dan Liem terus pantau dari luar sedangkan kalian berdua Gandi dan Lestari segera menyusup untuk membebaskan Fander Apakah kalian mengerti semua nya" Kata Harsya memberi perintah kepada mereka bersama.
__ADS_1
''Kami mengerti Tuan muda dan akan menjalankan sesuai perintah dari Tuan muda" jawab mereka serentak bersamaan sembari melangkah pergi untuk berangkat menuju markas besar Genk kobra beracun.
Markas Besar Genk Kobra Beracun
"Mobil Honda jazz RS warna merah tiba di halaman Markas Besar Genk Kobra beracun hanya beberapa orang yang jaga di depan.
Winda dan Windi pun turun dari mobil nya dan beberapa pengawal pun menghampiri nya dan berkata...!
"Selamat datang nyonya besar nyonya ketua serentak pengawal berkata sambil membungkuk hormat.
"Antarkan saya secepat nya kedalam ruangan bawah tanah di mana si khabil Ardana di sekap" kata nyonya Besar.
"Baik' Nyonya mari ikuti saya" kata salah satu dari beberapa pengawal yang berjaga di markas besar Genk Kobra.
"Hanya beberapa menit saja Winda dan Windi pun tiba di ruangan Bawah tanah tempat dimana Khabil Ardana di sekap.
"Pengawal Cepat buka penutup kepala nya manusia laknat ini" titah Windi geram melihat Khabil Ardana.
"Ta...ta...ta...Tapi Nyonya...!
"Tidak ada tapi tapian" bentak Nyonya Besar dengan tatapan membunuh.
"Mau tidak mau pengawal pun membuka penutup kepala nya Khabil Ardana.
"Kalian semua tinggalkan kami berdua" titah Windi kepada mereka semua.
__ADS_1
"Baik' Nyonya" seraya membalikkan badan dan pergi meninggalkan kedua Nyonya besar itu.
bersambung.