
Ampun............. Ampun............ Ketua Ujang Suparman. Aku sangat ketakutan. Hahahaha......... Kata Azis dengan exfresi orang ketakutan.
"Kalian para badut dan induk badut Harsya. Dengarkan aku. Semua orang yang telah masuk ke pusat hiburan ini, jangan harap kalian bisa keluar dari tempat ini hidup hidup." Kata Azis melayangkan tantangan.
"Baiklah. Kalau begitu." Kata Harsya lalu membalikkan badannya.
Tapi gerakan itu adalah tipuan karena setelah itu.....
"Bugh..........!
"Plaak..........!
Terdengar suara pukulan dan tamparan yang sangat keras.
Saat itu juga Harsya membalikkan badannya dan langsung mengirim tinju dan tamparan kearah wajah Azis.
Azis yang tidak menduga mendapatkan serangan mendadak itu hanya bisa terkejut tampa bisa menghindar akibatnya pun ia terjungkal kebelakang.
"Sialan.......!! Setan........ Aku tak menyangka kau Harsya berlaku sangat pengecut.! Sekarang ayo kita bertarung.?" Kata Azis dengan kemarahan yang memuncak.
"Hahahahaha. Aku terima tantangan mu.! Kang Ujang Suparman dan Matih Matih mereka semua. Sisa pemuda ini bagianku." Titah Harsya.
"Siap Tuan Muda.! Kata mereka serentak bersemangat.
"Serang.....................!!
"Hajar........................!!
Perkelahian itu pun pecah di dalam pusat hiburan malam itu, Ujang Suparman dan Gandi beserta Para Matih melawan orang orang yang di bawa oleh Azis dari kampung.
"Kurang ajar. Aku akan membunuhmu." Kata Azis lalu bangun dan mengelus ngelus mukanya akibat pukulan dan tamparan dari Harsya
"Bersiaplah Tuan Muda. Aku akan mengirim mu ke neraka." Kata Azis mulai menyerang kearah Harsya.
Harsya yang sudah bersiap dari tadi hanya menggeser tubuhnya ke kanan, membuat serangan Azis tidak mengenali sasaran.
__ADS_1
Baru saja Azis berbalik badan kearah Harsya. Harsya sudah mengirimkan tendangan lurus yang tidak bisa di hindari oleh Azis.
"Plakh..........
"Bugh.........
"Aw......" Kata Azis terhuyung huyung ke samping.
Pertarungan itu terus berlangsung, Kini Azis mulai mengeluarkan pencak silat yang pernah belajar di padepokan Macan Putih. Harsya pun mengimbangi nya dengan serangan serangan pertahanan.
Tampak Azis kini telah kehabisan nafas, dia kini bener bener kepayahan meladeni Harsya yang memiliki stamina tinggi.
"Sial. Kau Harsya. Kenapa kamu semakin kuat dan jago dalam beladiri.?" Kata Azis dengan napas ngos ngosan.
"Hahaha. Kau terlalu terlena dengan sebuah jabatan dan harta sehingga kau sudah tak melatih diri mu dan membiarkan pernapasan tidak di latih di biarkan begitu saja." Kata Harsya menjawab pertanyaan Azis.
"Sekarang bersiaplah Azis." Kata Harsya lalu mengirim serangan tanpa henti bak curahan hujan menghajar apa aja bagian tubuh Azis.
Tampak kini darah mulai keluar dari hidung dan pelipis mata Azis. Kuda hitam KOBRA COMPANY GRUP itu kini tampak megap megap. Sedangkan Harsya masih tampak seperti tidak terjadi apa apa.
"Kau jangan senang dulu Harsya.?" Sebentar lagi dua kekuatan yang terbukti sadis dan kejam akan memburu mu dan keluarga mu." Kata Azis mengingatkan dengan senyuman mengejek.
"Aku sudah menunggu kedatangan mereka. Tapi sebelum menghadapi mereka, Aku akan mengirim mu ke neraka.," Kata Harsya kembali mengirim tendangan kaki nya ke arah Azis.
Azis pontang panting menghindari serangan kaki Harsya.
"Aku tidak menduga karma ku akan seperti ini." Kata Azis sambil bersandar di dinding. Tampak darah segar sudah membasahi wajah nya karena tendangan demi tendangan kaki Harsya telak mengenai sasaran.
"Kau. Seorang penghianat yang menghalalkan segala cara agar tujuannya tercapai. Kau tidak pantas untuk hidup di dunia ini." Kata Harsya sambil mengambil kursi besi dan menghantam tepat di samping kepala Azis.
"Prakk.............!
"Bugh..............!!
Terdengar suara sesuatu yang pecah di susul ambruk nya sosok tubuh Azis di lantai ruangan dengan darah membanjiri lantai tersebut.
__ADS_1
"Ting...........
"Hanya segitu kemampuan bertarung mu. Sebenarnya kau tidak layak atas tangan ku. " Kata Harsya sambil melemparkan kursi besi itu ke lantai hingga mengeluarkan bunyi berdenting.
Semua yang berada di tempat itu yang tadi nya sibuk dengan perkelahian terpana menyaksikan Harsya yang menjelma seorang yang berdarah dingin.
Tak ada yang menduga sisi lain dari sifat Harsya ini. Selama ini mereka mengira bahwa pemuda beristri Putri Kiayi Sepuh itu lemah lembut dan penuh perasaan.
"Benar kata Tuan Alex bahwa Tuan Muda ini tidak biasa.! Kata Matih Tiga berbisik kearah Ujang Suparman.
"Dia telah lama menunggu saat ini. Aku yakin bahwa musuh kali ini sedikit mengerem untuk melancarkan aksinya menyenggol perusahaan milik Tuan muda." Jawab Ujang Suparman.
"Gandi. Ujang Suparman dan Para Matih cepet selesaikan, dan masukan mereka ke gudang bawah tanah bila melawan bunuh saja." Kata Harsya memberi perintah.
"Segera panggil ambulans. Bagaimana pun saya tahu Azis belum mati. Saya masih butuh dia. Mudah mudahan setelah mendapatkan pelajaran yang berarti dari saya. Dia mau bertobat dan kembali ke jalur yang benar." Kata Harsya lagi memberi perintah.
#############################
Sementara malam yang sama dan waktu yang sama di kediaman Mansion mewah milik almarhum Dani Rustandi, sedang mengadakan pertemuan orang orang penting dari berbagai kalangan, tampak di antaranya beberapa sahabat Tuan Muda Harsya pun hadir dalam pertemuan itu.
Didalam ruangan tengah Mansion mewah itu. Tampak ketiga lelaki paruh baya pemilik perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP sedang duduk seraya memperhatikan orang orang baru yang ikut dalam jajaran kursi panjang yang di pakai dalam pertemuan tersebut membahas kedatangan dua Mafia terkejam di dunia yang akan tiba pada hari Jumat sore.
**
Kini motor dalam pertemuan itu Firza selaku wakil dari anggota Genk Kelalawar Hitam mulai membuka suaranya dan memperkenalkan orang orang baru yang sudah berkontribusi banyak dalam melakukan perekrutan orang orang hebat yang bergabung dengan Genk Kelalawar Hitam.
"Keponakan Shintia dan Anastasya. Sebaiknya Tuan Riyan dan Tuan Dirga kita tempatkan di posisi perusahaan pusat guna mematahkan setiap proyek yang akan di lakukan oleh perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP, karna mereka berdua mengetahui seluk beluk perusahaan itu." Saran dari Simon yang mempunyai otak cerdas dan licik.
"Paman Simon untuk segmen waktu Riyan dan Dirga, sedang mempersiapkan perekrutan Sisa sisa Anggota Genk Kobra yang telah bergabung dengan Macan Putih. Perlu Paman Paman ketahui hampir 60% Mereka berdua sudah melaksanakan pekerjaan nya." Jawab Shintia.
"Tuan Simon dan Tuan Tuan lainnya yang saya hormati. Untuk sementara ini saya dan Dirga sudah cocok di posisi yang sudah di katakan oleh Nona Shintia. Biarlah untuk sementara ini di posisi yang sedang di jalani oleh ku dan sahabat ku." Pinta Riyan dengan senyuman.
"Hmmmmmmm. Sangat di sayangkan bagi kalian berdua mempunyai kecerdasan dan ahli dalam beladiri. Sayang tidak di manfaatkan kelebihan nya." Sahut Kong Kong ikut berkata.
Bersambung.
__ADS_1