
"Harsya terus melangkah mengikuti gadis yang berjalan menuju ruangan dosen. Sekilas melihat kearah tiga gadis yang sejak tadi memperhatikan dan berkedip kearah tiga gadis itu untuk mengikuti nya.
"Halimah, Ariani, dan Clarissa pun menyusul dan diikuti oleh Dirga, Ken Liem dan Rex Ryu untuk masuk menuju ruangan dosen.
"Saat setelah sampai di pintu masuk ruangan dosen itu. Gadis cantik yang di panggil Shintia pun mengetuk pintu terlebih dahulu dan suara pun terdengar dari dalam untuk masuk.
"Masuk.' Teriak satu Suara dari ruangan tersebut.
"Shintia pun masuk di ikuti oleh pemuda yang tadi menyuruh untuk mengikuti nya dari belakang.
"Shintia silahkan duduk bersama pemuda yang mengikuti mu.'' Kata Lelaki paruh baya yang bernama Jonathan terlihat dalam Tag nama di saku kemeja nya.
"Terima kasih Pak." Kata Shintia.
"Tak berselang lama enam mahasiswa yang baru pindahan dari masing masing dan keenam mahasiswa adalah anak orang kaya penyambutan nya pun terlalu spesial berbeda hal nya dengan Harsya yang di acuhkan oleh dosen tersebut.
"Melihat pemuda yang di sebut Tuan muda oleh mereka berenam terutama buat Halimah pria yang di cintai nya di perlakukan tidak adil membuat mata nya berkaca-kaca dan hendak mengeluarkan air mata nya. Tapi buru buru dia seka setelah melihat tatapan dari kekasihnya.
"Anak Anakku yang cantik cantik dan tampan tampan kenapa harus kesini kenapa tidak langsung masuk kelas ayo Bapak antar sekarang juga menuju ruangan kelas." Ajak dosen yang bernama Jonathan itu.
"Dan untuk Kamu tunggu disini terlebih dahulu setelah Saya mengantar mereka semua ke kelas. Karna ada yang harus di bicarakan dengan mu." Kata Jonathan.
"Harsya hanya mengangguk menandakan setuju dan akan menunggu.
"Mereka pun keluar bersama dosen kampus itu menuju kelas yang di tempati nya sama halnya dengan gadis cantik itu pun menuju ruangan kelas lainnya.
"Setelah mereka keluar dari ruangan bersama dosen tersebut. Harsya pun buru buru membuka ponsel nya dan mengirim pesan chat singkat kepada Kak Gandi.
"Kak Gandi saya minta data diri dosen bernama Jonathan dan berikut rektor di kampus milik kakek saya. dan data mahasiswa yang bernama Shintia
"Siap Tuan' muda." Balasan dari Gandi pun di terima oleh Tuan Muda.
"Tidak lama kemudian. Dosen pun tiba kembali dan duduk berhadapan dengan pemuda yang tadi dia acuhkan.
"Diam bergeming sesaat di ruangan tersebut dan dosen itu membuka Map berwarna coklat lalu membaca nya.
"Nama kamu Harsya Jaeludin.
"Iya..." Tuan balas Harsya.
__ADS_1
"Kamu sekarang tinggal di kostan daerah Tebet dan sehari hari mu menjadi Ojeg online dan kuliahmu di daptarkan oleh anak nya Tuan Besar Suhardi." Kata Jonathan.
"Iya. Betul Tuan." Ucap Harsya pelan.
"Harsya. Walaupun yang mendaptarkan mu adalah anak Tuan Besar Suhardi. Tapi kalau kamu bener bener ingin kuliah di sini. Aku akan memberi kesempatan tapi dengan satu syarat." Kata Jonathan dengan senyum jahat.
"Silahkan. Tuan di utarakan syarat nya agar saya bisa kuliah di sini." Pinta Harsya.
"Pertama kau jangan sekali kali bergaul dengan gadis gadis orang kaya yang ada di kampus ini.
"Kedua jangan mencari saling sengketa dengan ketiga senior mu yaitu. Budi, Ilham, dan Indra.
"Ketiga sebelum kau masuk kedalam kelas ruangan dosen dan rektor kau bersihkan Ruangan ini dan saya tidak ingin ada debu sedikitpun.'' Apakah kau sanggup." Tanya Jonathan dosen sombong dan angkuh itu.
"Baik Tuan saya bersedia syarat yang di berikan oleh anda." Kata Harsya dengan senyuman manis tapi di hati dia berkata kena kau.
"Bagus.....! Bagus.....! Bagus.....! Kalau begitu silahkan kamu keluar dan segera masuk keruangan kelas di ujung pojok dan ingat persyaratan yang saya berikan jangan sampai kau bicarakan kepada siapa siapa kalau masih sayang sama nyawamu." Ancam Jonathan.
"Baik." Tuan seraya membungkuk hormat dan beranjak pergi menuju kelas yang sudah di beritahu oleh dosen tersebut.
"Begitu Harsya sampai di depan kelas. Halimah, Ariani dan Clarissa beserta dua warga asing menyambutnya.
"Halimah, Ariani, dan Clarissa dan kalian berdua Ken dan Rex bila kita berada di kampus usahakan kita tidak saling kenal." Kata Harsya pelan kepada mereka berlima.
Memang nya kenapa." Balas salah satu dari mereka berlima.
"Nanti. Aku jelaskan. kedip Harsya kepada Gadis memakai jilbab dan senyum kepada mereka berempat.
"Mereka semua mengangguk dan kembali ke kursi masing masing karna dosen akan segera datang dan pelajaran pun akan di mulai.
*
*
*
"Siang pun Sudah terlewatkan dan akan mampir menuju waktu Sore hari. Kini pemuda tampan sedang berada di salah satu kafe yang tidak jauh dari kampus. Lalu dia mengeluarkan ponsel nya dan mengirim pesan suara kepada Gandi dan Riyan.
"Kak Gandi dan Riyan saya tunggu saat ini di kafe yang tidak jauh dari kampus tempat saya kuliah. Pesan suara pun terkirim kepada mereka berdua.
__ADS_1
"Tak lama berselang pesan masuk pun diterima oleh pemuda yang sedang duduk dengan minuman nya.
"Ok. Saat ini juga meluncur.
*
*
Sementara di Kota Jogja Tepat nya di Jl. Imogiri Barat Km 4 No 167 Bantul Yogyakarta.
"Pagi pagi sekali Alex dan Ujang Suparman beserta dua Macan Putih telah berangkat menuju ke lokasi kontruksi di pinggir kota Jogjakarta.
"Sesampai di sana. Alex langsung memperkenalkan Ujang dan dua Macan Putih sebagai security baru yang bertugas sebagai penjaga keamanan.
"Setelah selesai dengan penjelasan dan penempatan ini itu. Maka kini Aslan dengan kedua Macan Putih resmi bekerja di lokasi bangunan yang begitu luas setelah security lama di pindahkan ke bagian lain di Kota Pusat Jogjakarta.
"Ujang.... Dan kalian berdua misi mu di mulai hari ini. Apakah kau masih ingat Pesan yang di katakan oleh Tuan muda? Tanya Alex.
"Saya Ingat Tuan. Ohk Apakah Fander akan di tempatkan di sini." Tanya Ujang kepada Tuan Alex.
"Besar kemungkinan. Namun kita kembali kan lagi kepada Tuan muda. Apakah di tempatkan di sini atau di pusat." Kata Alex menjawab pertanyaan Ujang.
"Baiklah Tuan Saya beserta kedua murid saya akan melakukan misi yang di berikan oleh Tuan muda dengan sebaik mungkin." Kata Ujang meyakinkan Alex.
"Alex pun mengangguk dan berjalan kearah pintu masuk bangunan. dan berbincang bincang dengan Dion sejenak dan melihat lihat serta meninjau kawasan dan ada sedikit kejanggalan.
"Ada kesenjangan antara pengeluaran yang telah di keluarkan dengan hasil yang di dapat. Apalagi setiap proyek bahan bahan matrial selalu dari pihak XFRES GROUP. Jadi kemungkinan perusahaan sangat merugi dalam kurun waktu yang cukup lama.
"Alex juga merasakan ada nya kejanggalan itu. Namun dia tidak ingin mengusut terlalu jauh. Ini karena Tuan muda sudah memperingatkan agar dia berpura pura tidak mengetahui nya.
Hmmmm... Kalian tunggu lah waktu nya akan tiba ." Ucap Alex dalam hati.
SUDAH BACA WAJIB LIKE DAN KOMEN.
KARNA LIKE DAN KOMEN ITU GRATIS DAN YANG PUNYA VOTE SILAHKAN BERBAGI. ITU BISA MEMBUAT PENULIS BERSEMANGAT.
SALAM DARI AUTHOR RECEH.
Bersambung.
__ADS_1