
Sementara Firza mampu mengimbangi serangan serangan dari Gandi Darma dan sesekali Adik angkat Alex Brian tersedak akibat terkena sepakan keras mengenai paha nya.
Disaat Firza mau menghantam kearah kepala Gandi yang sedang telungkup karna kedua tangannya menahan rasa linu di paha dan berkata
"Modar kau...........!
"Seketika kang Ujang Suparman melompat langsung menendang tepat ke arah pergelangan tangan Firza, hingga tangan lelaki itu mengkibas kibas kan karna rasa sakit oleh tendangan Ujang Suparman.
"Sialan............! Bangsat............! Ucap Firza sedikit mundur kebelakang.
"Tuan Gandi biarkan lelaki ini, Aku yang akan menghadapi nya kemungkinan lelaki ini mempunyai jurus jurus yang biasa di ajarkan oleh perguruan silat lainnya.
"Terima Kasih banyak kang Ujang Suparman, lalu mundur dan membantu yang lainnya.
"Tuan kalau boleh saya bertanya dari perguruan silat manakah Anda berasal? Tanya Ujang Suparman penuh hormat.
"Hahahaha." Baiklah perkenalkan, saya murid dari perguruan Kelalawar Hitam." Jawab Firza dengan angkuh dan sombong.
"Terima Kasih anda sudah mau memperkenalkan diri, Perkenalkan saya dari Padepokan Macan Putih milik Kiayi Sepuh." Ucap nya seraya membungkuk hormat.
"Baiklah aku terima salam hormat dari anda, satu kebanggaan aku bisa berjumpa dan melawan murid padepokan macan putih yang terkenal tingkat beladiri yang sangat Indah itu,.!
"Maka dengan ini ijinkan saya untuk melawan mu sampai titik darah penghabisan, mati pun segan di tangan anda.! Jawab Firza.
##
Melihat kesempatan yang di milik oleh Fander, maka tidak di sia sia kan lagi oleh pemuda yang di bawa oleh Nyonya Elisabeth itu untuk segera memukul dengan membabi buta kepada dedengkot organisasi Genk Kobra Beracun itu.
"Bugh..........!
"Praak...........!
"Plaak...........!
"Bugh, Bugh, Bugh, Bugh, Bugh, Bugh......!
Pukulan dari Fander membabi buta kepada petinggi genk kobra beracun hingga dia tak sadarkan diri dan kemungkinan mati di tempat nya.
"Sahabat Sahabat ku kini dendam ku sudah terbalas." Teriak Fander menggelagar di dekat pesawat yang telah berkarat itu.
__ADS_1
Sangat wajar membunuh Dani Rustandi karna saat itu para pengawal yang dia datangkan dari negara asalnya sekaligus sahabat nya, tewas di bantai oleh anak buah Dani Rustandi dengan dalih di jebak.
Semua orang kini terdiam melihat exfresi Fander yang telah menghajar habis habisan Dani Rustandi.........! Sementara anak buah yang tersisa saat itu, hanya bisa menyerah dan meminta ampun.
##
"Tuan Firza yang terhormat apakah pertarungan akan di mulai atau kau akan menyerah karna Tuan mu sudah mati, dan di pastikan kau akan segera di tangkap bila mau melanjutkan pertarungan ini? Tanya Ujang Suparman.
Firza dalam bibir tidak bisa berkata, tetapi dalam hati dia mengumpat dan membenerkan perkataan dari seorang lelaki yang mengajak bertarung nya itu.
"Bagaimana Tuan.............? Tanya kembali Ujang Suparman.
"Baiklah saya menyerah dan tidak guna bila kita meneruskan pertarungan ini. " Jawab Firza pasrah.
"Silahkan Tuan Firza pergi dan bawa seluruh murid murid anda, orang orang kami tidak akan menghalanginya dan pihak kepolisian tidak akan menangkap kalian. " Kata Ujang Suparman mempersilahkan.
"Apakah ucapan dari anda bisa saya pegang. Bahwa orang orang mu dan pihak-pihak kepolisian tidak akan mengejar dan menangkap ku.? Tanya Firza.
"Ucapan seorang ksatria tidak pernah ingkar.! Jawab Ujang Suparman Ketua Macan Putih yakin.
"Terima Kasih banyak kalau begitu saya undur diri. Kata Firza membungkuk hormat lalu berjalan menghampiri murid murid nya untuk segera meninggalkan tempat ini.
Rumah sakit rakyat. Tangerang
Tepat pukul 02 dini hari.
Abdullah dan Suhardi mulai gelisah dan mondar mandir di depan pintu ruangan operasi hatinya mulai berpikir macam saat ini.
Aisyah, Umi Aminah bersama istri Suhardi sesekali menyeka air mata nya dan bibir terus menerus mengucapkan kata kata doa untuk kesembuhan Cucu nya itu.
Dalam kekelutan batinnya, tampak pintu ruangan operasi itu terbuka dan muncul lah seorang dokter dengan wajah kelelahan.
Begitu dokter itu muncul, Suhardi dan Abdullah pun langsung memberondong dokter tersebut dengan sebuah pertanyaan.
"Dokter...... Bagaimana dengan keaadaan Tuan Muda? Apakah operasi nya lancar? Apakah dia akan baik baik saja? Tanya Suhardi dengan tarikan napas panjang.
"Tuan Besar.... Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Saat ini pasien sudah melewati masa masa kritis, Insyaallah dalam dekat ini pasien akan segera sadar." Kata dokter tersebut sambil menarik napas panjang, terlihat dari wajahnya dia juga merasa sangat bersyukur dengan kesuksesan operasi yang dilakukan bersama dengan team.
Mereka semua mengucap syukur Alhamdulillah terutama bagi Nenek'Aisyah Umi Aminah dan Istri Suhardi beserta Oma Elisabeth, bersujud tanda kesuksesan operasi tersebut.
__ADS_1
"Syukur Alhamdulillah dokter. Terima Kasih.! Terima Kasih banyak." Kata Suhardi tanpa bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
Abdullah langsung memeluk sahabatnya saat mendengar kesuksesan operasi yang dokter itu sampaikan.
Baru saja Abdullah dan Kiayi Sepuh mau duduk di kursi yang ada di ruangan itu. Dari ujung lorong tampak tiga wanita dan satu lelaki berjalan kearah nya.
"Halimah, Inah dan Ineh serta Riyan bagaimana keadaan yang lainnya? Tanya Tuan Alex.
Halimah menjawab pertanyaan dari Paman Alex.
Ketua Genk Kobra Beracun sudah mati di tangan Kak Gandi, dan semua sudah di bersihkan oleh pihak pihak anak buah Paman Anton, Begitu juga dengan Tuan Dani Rustandi sudah mati di tangan X Fander, di pelabuhan merak, saat ini Ken, Liem dan Rex bersama Gandi, Ujang Suparman dan para Matih sedang membersihkan tempat tempat tersebut setelah Abang Ucok dan Beni melaporkannya kepada pihak polisi.
"Tuan Besar bagaimana keaadaan Tuan Muda Harsya.? Tanya Riyan.
"Baru saja dokter mengatakan bahwa operasi berjalan dengan lancar. Mungkin sebentar lagi Harsya akan di pindahkan dari ruang operasi anakku.? Kata Abdullah.
"Alhamdulillah." Tuan Besar Abdullah dan Tuan besar Suhardi serta yang lainnya biarkan kami yang menjaga kalian beristirahat.? Tanya Riyan, melihat wajah mereka terlihat pucat dan sayu.
"Terima Kasih banyak anakku.! Aku tidak bisa sebelum melihat Cucu ku di pindahkan dari ruangan operasi." Jawab Abdullah.
"Baik kita semua akan menunggu di sini bersama sama! Kata Riyan mengalah.
Tak lama setelah itu tampak asisten dokter keluar dari ruangan operasi untuk memindahkan Tuan Muda dari ruangan tersebut.
Melihat keaadaan pemuda bernama Harsya tampak baik baik saja, mereka merasa lega dalam hati.
Ternyata kekasih ku baik baik saja Alhamdulillah yaa Allah Yaa Robbi." Gumam Halimah terdengar oleh telinga Nenek Aisyah.
Abdullah sahabatku, anda sudah melihat keaadaan cucumu baik baik saja, sekarang sebaiknya anda beristirahat lah." Kata Kiayi Sepuh menganjurkan agar Abdullah segera beristirahat.
"Baiklah.!! Alex dan yang lainnya harus berjaga-jaga di luar ruangan VIP. Jangan sampai lengah atau pun di tinggalkan." Titah Abdullah.
"Alex maju lalu menjawab.!!
"Siap Tuan Besar.!!
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.
__ADS_1