TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Halimah Hamil


__ADS_3

"Hahahaha." Tuan Muda ini yang di katakan perjuangan seorang suami jangan tau enaknya saja." Kekeh Ineh di ketawa kan oleh Inah.


"Lalu bagaimana dengan kami berdua Ineh dan Inah, Tuan muda yang berbuat, kenapa kami berdua ikut ikutan menanggung rasa sakit." Kata Kohar sambil duduk di bawah tanah.


"Itu karma buat kalian berdua........ Ucap mereka berdua tertawa terbahak bahak.


"Maapkan Aku Mang Jaka Mang Kohar. Bagaimana dengan pinggang mu.?" Tanya Harsya.


"Tuan muda untung pinggang kami buatan Tuhan, kalau buatan China mungkin sudah tidak layak pake." Kekeh Mang Jaka cekikikan menahan rasa ngilu.


"Sudah lah. Ayo kita pulang. Inah dan Ineh mana buah yang kalian tadi kumpulkan.?" Tanya Kohar kepada mereka berdua.


"Aman ayo. Ajak Inah dan Ineh seraya menenteng tas plastik berisi beberapa buah mangga yang tadi dia pungut di bawah.


Kelima orang tadi pun segera menemui Pak RT Lukman untuk mengucapkan terima kasih lalu berjalan untuk pulang ke rumah dengan tampang yang sangat memprihatinkan.


Tiga orang lelaki dan dua orang wanita berbeda usia itu tampak berjalan berbarengan dengan dua wanita menenteng tas plastik.


Satu dari dari mereka berlima adalah pemilik perusahaan terbesar se-Asia tenggara yang baru saja kembali dari rumah Pak Lukman untuk meminta buah mangga keiinginan Halimah.


Sementara di depan rumah Suhardi dan istrinya beserta kedua anak nya Ariani dan Rijki Fadilah sesekali saling pandang melihat pemandangan yang sangat menggelitik hati itu.


Paman Suhardi bersama istri dan kedua anaknya datang ke Mansion Tuan Muda Harsya mendapatkan kabar bahwa Halimah sedang sakit, ketika Harsya sedang berada di Kafe bintang bersama Riyan sahabat nya.


Mereka tidak menduga bahwa mencari dan meminta buah mangga muda untuk Halimah akan berakhir sekarat itu. Sungguh tidak percaya.


Inah dan Ineh yang kelihatan tidak kenapa kenapa hanya bisa tersenyum dengan tangan di satu nya di bekap sedangkan tangan satu lagi menenteng plastik yang berisi buah mangga muda itu.


Sementara Mang Kohar dan Mang Jaka dia berjalan dengan terbungkuk bungkuk. Sedang Harsya sendiri tidak di katakan lebih baik. Keaadaan tuan muda persis seperti monyet yang telah lepas dari rantai nya.


Baju sobek di sana sini. Rambut acak acakan dan yang lebih parah. Sepanjang jalan dia terus menggaruk bagian kepalanya. Perut serta punggung nya. Menyedihkan sungguh menyedihkan bagi seorang Tuan muda penguasa tiga perusahaan terbesar se-Asia tenggara itu.

__ADS_1


Begitu mereka tiba di depan pintu. Tuan Suhardi dan Nyonya Suhardi langsung memberondong dengan beberapa pertanyaan.


"Inah dan Ineh ada apa dengan mereka bertiga.? Kenapa mereka terlihat sangat menyedihkan.?" Tanya Nyonya Suhardi menahan tawa.


"Nyonya Besar sebaiknya anda tanyakan langsung kepada Tuan Muda Harsya." Kekeh Inah cekikikan.


"Mengapa Kohar?" Tanya Bi Ijah kepada suaminya.


"Lihat lah Tuan muda di serang beberapa semut merah yang ada di pohon mangga milik pak RT Lukman. Mungkin karena sudah tidak tahan. Akhirnya dia terjatuh dari atas pohon dan malang bagi kami berdua menjadi bantalan tubuh Tuan Muda yang terjun bebas dari atas pohon mangga itu.?" Jawab Kohar menjelaskan kepada istrinya dan yang lainnya.


"Hahahaha." Ternyata begitu kisah nya.!! Menyedihkan sekali hidup kalian bertiga." Kata Ariani tertawa terbahak bahak diikuti mereka bersama tertawa.


"Begitu juga dengan pembantu Tuan Muda yang mendengarkan penuturan dari suaminya Mang Kohar tertawa terbahak bahak.


"Huh....... Istriku tertawa. Aku sengsara, seandainya Nona Muda Halimah hamil nya sepuluh kali bisa patah semua tulang pinggang ku." Gumam Mang Kohar.


"Mang Kohar siapa juga yang mau sampai sepuluh kali. Mana aku sanggup. Lagi pula, Jangan terlalu berharap sebelum dokter datang dan memeriksa Halimah. Nanti kecewa tidak sesuai harapan." Kata Harsya.


Harsya dan kedua pelayan serta Mang Kohar dan Mang Jaka lalu membalikkan badannya dan langsung dan pemuda itu langsung tersenyum melihat pasangan paruh baya yang sedang berjalan dengan di kawal beberapa orang menghampiri nya.


"Kakek......... Nenek.......... Kata Harsya seraya menghampirinya lalu mencium tangan serta memeluknya.


"Cucuku Naas banget hidupmu seluruh tubuh mu bentol bentol." Kekeh nenek Aisyah cekikikan.


"Nyonya Besar Tuan Muda habis berperang melawan semut semut penunggu pohon mangga milik pa RT Lukman." Sahut Inah cekikikan.


"Harsya hanya garuk garuk kepala lalu mulai bertanya.!!


"Ada apa Kakek dan Nenek datang kesini.?" Tanya Harsya penasaran.


"Pletak ............!

__ADS_1


"Ketukan tongkat milik Abdullah memukul kepala cucu nya seraya berkata.


"Emang Gak boleh.!!


"Sakit Kek.......! ,boleh.....! Cuma kenapa tidak memberitahu dulu kepada Harsya." Keluh seraya mengusap ngusap kepala yang terkena pukulan tingkat milik Kakek nya.


"Istrimu tadi subuh mengirim pesan singkat kepada Nenek mu katanya tak enak badan. Tadinya mau berangkat bersama mertuamu. Tapi Kiayi Sepuh ada undangan dari padepokan lain, dengan terpaksa Kakek dan Nenek berangkat bersama Alex. Karna di perjalanan mobil nya mogok dengan terpaksa Kakek menggunakan angkutan umum." Abdullah menjelaskan rasa penasaran Cucu nya itu.


"Hmmmmm." Begitu cerita nya. Ayo Kek masuk dari tadi berdiri Mulu apa tak pegal tuh pinggang." Ejek Harsya seraya menjauh sedikit takut kena pukul tongkat yang di bawa Kakek nya.


"Cucu tak punya akhlak." Rajuk Abdullah.


Sedangkan mereka yang melihat hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Tuan Muda yang suka menggoda dan menjahili pasangan paruh baya itu.


******************


Seorang lelaki dan seorang perempuan setengah baya mengenakan pakaian serba putih menenteng sebuah tas yang layaknya di sebut mirip koper baru saja keluar dari kamar dengan di temani oleh Nyonya besar Aisyah dan Nyonya Suhardi.


Sementara itu di luar kamar tuan Abdullah dan Tuan Suhardi berserta Harsya sudah tidak sabar menunggu apa yang akan di ucapkan oleh dokter tersebut.


"Pak Dokter. Bagaimana dengan hasil pemeriksaan itu.? Cepat katakan kepadaku sebelum jantung ku ini copot.? Tanya Abdullah tidak sabaran.


"Sabar lah. Sayang biarkan dokter itu menarik napas nya terlebih dahulu." Protes Aisyah sewot.


"Selamat Tuan Muda, saya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Nona muda. Kini Nona Muda Halimah sedang hamil 10 Minggu di harapkan anda dapat menjaga istri anda dengan hati hati. Karena kandungan istri anda masih lemah.! Ingat berusaha lah untuk membuat istri Anda bahagia. Jangan sampai stres. Karna akan berpengaruh terhadap janin yang di kandung oleh istri Tuan Muda." Kata dokter memperingatkan sekaligus memberi nasehat.


"Jadi......... Jadi........... Suhardi.! Sebentar lagi aku akan menjadi buyut." Kata Abdullah seraya memeluk Suhardi.


Kedua lelaki berbeda usia itu berpelukan seraya meneteskan air mata nya, perjuangan dan penantian serta amanah dari Ismail Abdullah kini sudah sepenuh nya terlaksana tinggal selangkah lagi akan selesai.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya

__ADS_1


__ADS_2