TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Rencana Untuk Ucok dan Beni


__ADS_3

Setelah semua telah di rencanakan sesuai pertempuran di siang itu. Tepatnya di salah satu Kafe yang di kelola oleh Paman Iskandar. Beberapa peserta rapat pun membubarkan dirinya masing masing.


"Abang Ucok dan Abang Beni. Jangan dulu pulang ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada kalian berdua.?" Tanya Pemuda yang memakai jaket seperti tukang ojeg.


"Baik'. Tuan Muda. Silahkan anda bertanya. Kita berdua akan menjawab dengan sejujur nya." Jawab dari salah satu mereka berdua.


"Kalian berdua. Apakah sudah mempunyai rencana tentang pihak pihak dari musuh menargetkan Abang Ucok dan Beni.?" Tanya Harsya dengan sorot mata yang begitu tajam.


"Menjawab Anda Tuan muda.!!


"Kami berdua sama sekali tidak mempunyai rencana. Tapi yang di takutkan dari kami berdua adalah sosok keluarga dan keluarga dari Inah dan Ineh. Mereka pasti mencari kelemahan dari kami berdua. Dan kelemahan itu terdapat dalam keluarga dan keluarga Inah dan Ineh.


"Itu yang menjadi beban pikiran ku saat ini. Abang Ucok dan Abang Beni. Mereka berpikir dua kali untuk melawan kalian berdua. Akan tetapi berkat bantuan dari Hani, yang mengetahui kelemahan kalian berdua, bukan kalian saja, tapi orang orang kita, pasti menargetkan nya kepada seseorang yang ada di sampingnya." Keluh Harsya dengan raut muka yang tampak sayu.


"Tuan Muda. Apakah tidak sebaiknya orang orang yang di samping kita terlebih dahulu kita ungsikan. Ke padepokan Cimande. Kalau di ungsikan ke padepokan Macan Putih. Hani dan Azis sudah mengetahui Selak beluknya. Akan tetapi bila di padepokan Cimande mereka tidak mengetahui nya." Saran Beni ikut memberi masukan.!


"Betul apa yang di sarankan oleh Beni. Tuan Muda. Jadi kita akan terpokus kedalam pertempuran, ketika orang orang yang kita lindungi aman berada di padepokan Cimande." Kata Ucok pula.


"Hmmmmmm. Cukup masuk akal.!! Baiklah Abang Ucok dan Beni segera atur pemberangkatan menuju padepokan Cimande dengan secara sembunyi Sembunyi. Untuk beberapa istri dan anak keluarga Tsubasa dkk sebaiknya di ungsikan juga ke padepokan Cimande.!! Kata Harsya memberi perintah.


"Siap. Tuan Muda. Perintah dari anda akan segera di laksanakan." Jawab Ucok dan Beni secara bersamaan.!!


Cok Ben pun langsung pergi meninggalkan ruangan khusus meninggalkan seorang pemuda yang masih duduk dan belum beranjak dari kursi pimpinan nya. Pemuda itu masih termenung dengan pikirannya saat itu.


"Pertempurannya kali ini akan menjadi pertempuran yang terakhir. Apakah perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP yang akan menang atau kah akan tumbang oleh perusahaan KOBRA COMPANY GRUP yang di belakang nya adalah satu perusahaan terkuat yang di pimpin oleh Simon dan Kong Kong serta Naga Saki Sempur. " Ucap Harsya dalam hatinya.

__ADS_1


"Oma Elisabeth. Aku membutuhkan bantuan untuk saat ini menjaga istriku dan Fatimah. Walaupun tidak bisa di pungkiri Halimah jago dalam seni bela diri tapi kondisinya saat ini sedang keaadaan hamil. Walaupun ada Fatimah dan Lia yang menjaga nya. Tapi perlu sosok seorang wanita yang penuh dengan pengalaman hidup." Kata Harsya dalam dirinya sendiri.


Pemuda yang menjadi Tuan Muda itu lalu beranjak pergi melangkah keluar menuju area parkir Kafe tersebut. Beberapa staf dan para pengawal nya membungkuk hormat kepada nya, sampai tiba di area dimana motor si Dukun nya itu terparkir.


"Kesayangan ku. Maap yaa telah menunggu mu lama. Muachhhhhh." Harsya mencium manja motor kesayangan nya itu.


"Ayo sayang....... Kita berangkat menuju Apartemen GELORA BUANA GRUP yang ada di mangga dua." Ucap Harsya kepada motor nya.


Para pengunjung Kafe melihat nya kearah pemuda yang persis seperti tukang ojeg itu, dengan tatapan geli menggelitik, tanpa mereka tahu bahwa pemuda itu pemilik perusahaan dengan aset triliun.


Harsya pun sudah menghidupkan motor kesayangan dan mulai bergerak kearah pintu keluar area kafe.


"Greek..... Greek....... Motor si Dukun pun tiba tiba berhenti dan tidak mau hidup. Sial bagi seorang Tuan Muda motor nya kehabisan bensin. Ia tersenyum kecut.!!


"Sialan mana sudah jauh dari Kafe tersebut." Rutuk Harsya lalu berjalan kaki dan meninggalkan motornya di tengah jalan.


"Tuan Muda. Ada apa.? Tanya salah satu dari empat penjaga menghampiri nya serta membungkuk hormat.


"Paman Paman. Aku akan pergi ke Apartemen yang ada di mangga dua. Tapi tiba tiba motor ku mogok. Siapa yang sudi mendorong motor si Dukun sampai pom bensin.! Tadi aku sudah sesak napas berjalan dari motor ku yang mogok sampai menuju kesini." Kata pemuda itu tanpa tedeng aling aling.


"Hah.?!


Seperti di seruduk munding merah, mereka semua ternganga mendengar mendengar permintaan dari pemuda yang mereka panggil dengan sebutan Tuan Muda.


"Tuan Muda.! Mengapa anda suka sekali menyiksa diri akhir akhir ini.?'' Tanya salah satu dari satpam tersebut.

__ADS_1


"Hahahaha. Itu sangat menyenangkan." Jawab pemuda itu dengan lagak cueknya. Entah kenapa akhir akhir ini Harsya lebih suka kembali ke masa masa Ia waktu menjadi Tukang Ojeg Tampan.


"Emmmm. Lah penyakit lamanya kambuh. Aku sudah merasa ada ke ganjalan saat Tuan muda masuk memakai Motor." Kata Satpam satu lagi dalam hati nya.


"Ayo Paman Paman sekalian. Apakah kalian tidak kasihan kepada seorang pemuda yang sedang kesusahan. Kalau di ibaratkan aku adalah seorang musapir. Di sini hahahaha. " Kata nya lalu menarik satpam itu untuk segera mengikuti nya menuju arah motor yang sedang mogok di tengah jalan.


********


Enam orang berpakaian satpam tampak ngos ngosan mendorong motor Honda Beat yang di tumpangi oleh seorang pemuda yang persis seperti Tukang Ojeg.


Kalau ada orang luar yang melihat, maka ini pasti akan menjadi pemandangan yang sangat memprihatinkan sekaligus membingungkan.


Bagaimana bisa keenam satpam itu rela mandi keringat mendorong sepeda motor yang di tunggangi oleh seorang pemuda tengik dan dekil tersebut secara bergantian.


Hampir empat puluh menit mereka berenam mendorong sepeda motor yang sedang di tumpangi oleh pemuda itu yang lumayan jauh ketempat pom bensin tersebut.


"Ayo Paman sebentar lagi sampai. Dorong dengan cepat." Teriak pemuda itu sambil tertawa dalam hatinya.


"Siap Tuan Muda. Ayo semangat." Ucap mereka serentak walaupun napasnya kembang kempis habis di pake mendorong sepeda yang di beri nama si Dukun itu.


"Sampai............ Tuan muda." jerit satpam itu.


"Iya. Paman Terima Kasih banyak." Pekik pemuda itu sambil menoleh kebelakang.!!


Tak lama setelah mengisi bensin untuk motor si Dukun. Harsya pun menghampiri mereka berenam untuk mengucapkan terima kasih karna telah suka rela mendorong motornya yang kehabisan bensin tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2