
Malam itu ketika di rumah keluarga Indah sedang membahas kedua anaknya yang salah paham dengan Harsya hingga mereka bertiga Indah dan Hani beserta Dewi membocorkan rahasia rahasia tentang jati dirinya dan perusahaan serta pembantaian dedengkot petinggi Organisasi Genk Kobra Beracun kepada Nona Muda Shintia.
Harsya dengan di temani oleh Gandi berangkat dari Mansion yang ada di Pondok Indah menuju kediaman Brigadir Anton Sideka yang masih berada di kantor markas besar kepolisian.
Obrolan mereka bertiga pun hingga larut malam membahas segala kemungkinan orang orang dari perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP akan segera membalas dendam dan mencari keberadaan ke lima anak buahnya yang kemungkinan mereka sudah mengetahui bahwa anak buahnya berbelok dan menghianati nya. Karna tadi siang belum sempat di bahas karna rasa capek dan lelah serta mengantuk nya Tuan Muda Harsya.
Sementara di Negara Jepang tepatnya di salah satu restoran mewah milik Naga Saki Sempur. Anastasya sedang dalam mode marah yang tertahan akibat menghilang kelima anak buah kepercayaan dari Paman Naga Saki Sempur dan berhianat orang orang suruhan untuk menangkap dan membawa kedua Orang Tua Cok Ben.
Bajingan......... Bener Bener bajingan............ Rohichan. Dia benar benar sudah bermain main dengan saya. Geram Naga Saki Sempur.
"Paman. Kita sudah menganggap enteng musuh kita. Pemilik perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP tidak di bisa di anggap remeh. Bagaikan sebuah hewan belut yang sangat licin." Ucap Anastasya mengepalkan tangannya.
"Betul keponakan ku. Sebaiknya kita harus waspada. Segera kucurkan dana kepada padepokan Kelalawar Hitam. Untuk merekrut orang orang sadis dan kejam. Kita harus segera cepet cepet bergerak. Naga Saki Sempur memberi perintah.
"Dengan senang hati paman.! Anastasya tersenyum manis. Kabar dari Firza tentang Rohichan sudah di tangkap oleh pihak kepolisian. Membuat rencana yang sudah matang menjadi berantakan saat ini juga.
"Anastasya kamu Hubungi Shintia untuk segera datang ke negara kita. Besok kita akan adakan pertemuan khusus bersama dua Paman mu. Simon dan Kong Kong." Titah Naga Saki Sempur.
"Siap Paman saat ini juga Anastasya akan menelepon." Jawab nya lalu mengeluarkan ponselnya.
**********
"Paman Anton. Karna sudah larut malam dan obrolan pun sudah selesai. Harsya ijin pamit untuk pulang." Kata Harsya mengakhiri obrolan panjang bersama Anton Sideka dan Kak Gandi.
__ADS_1
"Silahkan Tuan Muda." Jawab Anton Sideka dengan senyuman.
"Kak Gandi. Ayo kita pulang. Kakak yang bawa mobil ya. Aku capek dan mengantuk." Titah Harsya dengan memberikan alasannya.
"Siap Tuan muda. Tuan Anton Sideka kalau begitu kamu berdua pamit." Kata Gandi seraya berjabat tangan.
"Silahkan Tuan Gandi. Hati hati di jalan." Kata Anton menyambut jabatan tangan anak angkat dari Tuan Alex Brian.
Satu jam kemudian mobil mewah Lamborghini Aventador pun kini sudah berada di halaman Mansion mewah yang ada di kawasan Bintaro Jakarta Selatan. Mang Jaka penjaga di Mansion itu segera membukakan pintu mobil majikan nya.
"Kak Gandi mau pulang atau menginap.?" Tanya Harsya sambil melepaskan sabuk pengamannya.
"Mohon maap Tuan muda. Saya akan kembali ke apartemen saja dan tidur di sana." Jawab Gandi dengan jawaban berhati hati.
"Yaa udah. Hati hati kak. Pakai aja mobil ini." Kata Harsya.
Gandi pun langsung pergi dengan memakai mobil milik majikannya. Harsya sendiri langsung masuk kedalam Mansion nya setelah bertanya terlebih dahulu kepada Mang Jaka. Apakah Halimah sudah tidur atau belum.
Sesampai di ruangan tamu. Terlihat Kakek Abdullah dan Nenek Aisyah bersama Inah dan Ineh sedang mengobrol dan menunggu kedatangan Cucu nya. Yang tiba tiba berangkat ke Jepang untuk membebaskan Cok Ben tanpa ijin mereka berdua. Hingga kecemasan dan ketakutan di rasakan oleh pasangan Paruh baya itu.
Setelah cukup melepaskan pelukannya dari Kakek dan Nenek nya, karna rasa khawatir dan cemas nya.
"Sudah malam Cucuku. Besok saja mengobrol nya. Kasihan istrimu semenjak kau pergi tanpa ada kabar Halimah terus menerus melamun. Tetapi setelah tadi di beritahu oleh Halimah bahwa kau sudah kembali dan semuanya selamat. Istrimu sekarang sudah tidak melamun lagi dan sudah tertidur pulas di kamarnya." Ucap sang Nenek dan kalimat terakhir tersenyum.
__ADS_1
"Iya Nek Harsya ngerti. Kalau begitu. Harsya mau masuk ke kamar. Selamat malam Nek. Kek. Serta Inah dan Ineh." Jawab Harsya kemudian segera menapaki anak tangga.
Sesampai di depan pintu kamar, dengan pelan Harsya membuka pintunya.
Dilihat nya sang istri yang sudah tertidur dengan lelapnya. Dengan sangat berhati hati Harsya menutup dan mengunci kembali kamar pintu nya.
Dengan langkah kaki nya yang sangat pelan, Harsya berusaha tidak membuka suaranya. Setelah itu ia segera melepaskan pakaiannya. Dan kini tinggal kaos dalam dan ****** ***** yang menempel padanya. Harsya segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Setelah selesai membersihkan diri. Harsya mengenakan pakaian tidur nya. Tiba tiba ada kilat di sertai petir yang menggelegar. Halimah pun masih pulas dengan tidurnya.
Dirinya tidak perduli dengan suara petir yang bersahutan berkali kali. Halimah tetap pulas dengan tidurnya.
Hujan deras pun turun. Membuat suasana malam itu sangat menggoda. Harsya yang sedari tadi berada di samping istrinya hanya menatap lekat wajah sang istri sambil menelan saliva nya. Sesekali ia menepis pikiran kotornya.
Tidak dapat di pungkiri sudah 10 hari dia tidak menyentuh istrinya karna alasan memikirkan keselamatan Ucok dan Beni dan beberapa permasalahan ketiga sahabat nya itu. Tampa pikir panjang Harsya mendarat kan ciuman ke kening istrinya dengan lembut. Itu pun Halimah masih belum merasakan adanya sang suami yang sudah berada di dekatnya. Halimah masih saja dengan posisi nya.
"Mana hujan deras. Istri tertidur pulas. Apa yang harus aku lakukan, begini amat ini nasib. Mana Halimah semakin cantik dan berisi lagi. Aduh puasa nih malam. Atau aku bangunin saja ya. Apa Ahhh.!! Ngenes banget nasib ku ini. Sabar Harsya, sabar...... Tidak bisa malam ini masih ada malam besok nya. Istriku sedang hamil. Tidak akan ada hari libur tujuh hari tujuh malam aman." Batin Harsya sambil mengacak acak rambutnya seraya prustasi karna gagal ngeronda malam ini.
Karena merasa mengantuk dan kedua matanya pun sulit untuk di ajak kompromi. Harsya langsung memejamkan matanya sambil menyilang kan kedua tangannya di atas dada bidangnya itu.
Halimah masih dengan posisi nya. Ia juga masih belum merasakan adanya sang suami yang berada di sampingnya.
Karena mungkin bosan dengan posisi tidurnya. Halimah pun mengganti posisi tidurnya menghadap kearah suami nya. Begitu juga dengan Harsya yang ikut pindah posisinya. Keduanya pun saling menghadap satu sama lain.
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.