TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Rencana Melindungi Keluarga Beni


__ADS_3

Suasana malam di kota Medan tepatnya di salah satu pinggir kota Medan tepatnya di di Kelurahan: -Glugur Kota -Karang Berombak -Kesawan -Pulo Brayan Kota -Sei Agul -Silalas.


Di salah satu rumah bertingkat dengan kapasitas halaman yang luas terlihat megah di kampung padat penduduk itu. Seorang lelaki setengah baya sedang memberikan arahan nya kepada para murid didik yang sedang berada di dalam rumah tersebut.


Ujang Suparman. Yaa itu namanya dia adalah sosok kaki tangan dari Kiayi Sepuh yang sekarang mengabdi kepada Tuan Muda Harsya menantu dari seorang lelaki paruh baya yang sangat di hormati nya.


***************


Sebelum waktu menunjukkan pukul 23:00 malam hari ini. Setelah jet pribadi milik perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY mendarat dengan selamat di Bandara Internasional di kota Medan. Ujang Suparman bersama Fander dan beberapa anggota Macan Putih langsung menuju kediaman Keluarga Ucok yang menjadi target dari para pengawal perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP.


"Matih apakah di kampung ini orang tua Ucok tinggal.?" Tanya Ujang Suparman.


"Benar sekali Ketua. Malahan dari kejauhan ada dua orang yang mengintai dari kejauhan." Jawab Matih sembilan.


"Apakah mereka orang orang yang di tugaskan oleh pihak musuh.?" Tanya Ujang Suparman lagi.


"Iya....... Ketua mereka berdua mempunyai mata yang sipit terlihat orang orang China." Jawab Matih.


"Baiklah kita akan tangkap dan kita bantai abis." Kata Ujang berhenti sejenak lalu berkata lagi.


"Fander kau bersama yang lainnya mengamankan keluarga Beni beserta adik adiknya yang akan di antar oleh Macan Putih. Sedangkan aku bersama Matih lain nya akan mengamankan keluarga Ucok." Titah Ujang Suparman.


"Siap Ketua............ Ucap Fander membungkuk hormat, lalu berpisah di persimpangan kampung yang tak jauh dari rumah keluarga Ucok.


"Ayo semua nya berpencar dan kau Matih sembilan bersama saya dan dua lainnya kita akan menangkap pengintai itu." Ajak Ujang Suparman.


*** Sementara Fander dan beberapa anggota macan putih langsung menuju rumah keluarga Beni yang tidak jauh hanya berbeda kampung saja.


Hanya berjalan kurang lebih 15 menit mereka yang di bawa sama Fander beserta 15 orang anggota Macan Putih terlatih sudah tiba di kampung dimana keluarga Beni bertempat tinggal.


"Tuan Fander sebaiknya kita berpencar kemungkinan ada dua orang yang mengintai dari kejauhan." Tunjuk satu anggota macan putih kepada dua orang yang mencurigakan.


"Kalian berdua ikut dengan saya dan yang lainnya siap siaga di posisi belakang, depan samping kiri dan kanan rumah keluarga Tuan Beni." Titah Fander memberi arahan.


"Siap Tuan' Fander." Kata mereka serentak.


****** Fander dan kedua macan putih langsung berjalan menghampiri dua orang yang sedang mengintai dan mencurigakan itu. Sedangkan 13 anggota lainnya langsung bergerak melalui jalan lain agar tidak terlihat oleh dua orang itu.

__ADS_1


"Selamat malam Tuan Tuan, sedang apakah kalian berdua di sini." Tegur Fander. mengagetkan mereka berdua.


"Ka..... Kami...... Sed.... sedang menunggu saudara." Jawab salah satu dari mereka berdua tergagap.


"Bolehkah saya melihat tanda pengenal diri kalian berdua." Pinta Fander.


"Mohon maap Tuan kartu tanda pengenal saya tertinggal di Hotel." Ucap seorang lelaki berusia 30 tahun.


"Kalau begitu kalian berdua ikut bersama kami ke kantor pos penjagaan yang ada di depan perumahan." Ajak Fander ramah.


"Emang nya ada apa Tuan.? Sehingga kita berdua harus ikut dengan anda ke pos penjagaan.?" Tanya pengintai itu.


"Mohon maap sebelumnya. Karna di kampung ini saya menerapkan bila ada warga asing dan tidak membawa Tanda bukti diri untuk melapor satu kali dua puluh empat jam di pos penjagaan. Karna di takutkan ada hal yang tidak di inginkan." Jawab Fander menjelaskan.


"Ahk....... Banyak bacot....... Hiaat.............!


"Trakk........... " Trakk...........!


"Bugh...............!!


"Ahkg..............!


Salah satu dari mereka berdua menyerang Fander secara tiba tiba, dengan sigap lelaki yang di bawa oleh Elisabeth Ardana pun menangkis setiap pukulan yang di arahkan kepada nya dan seketika pecah lah perkelahian diantara mereka berdua melawan Fander dan dua orang anggota Macan Putih.


"Bugh...............!! Modar kau." Ucap Fander mengena pukulan tepat kearah perut pria asing itu.


"Awww...........!! Pria asing itu meringis kesakitan terkena pukulan telak oleh Fander.


Sementara kedua macan putih sedang bertarung melawan satu pria asing lainnya.


"Trakk.........! Trak.........! Trak.........! Suara benturan tangan mereka bertiga saling adu dalam perkelahian itu.


Karna macan putih lebih unggul dengan jumlah maka dengan mudah nya menghajar pria asing itu dengan pukulan dan sepakan sepakan dari mereka berdua.


"Bugh............!


"Bugh............!

__ADS_1


"Praak............!


"Praak............!


Pukulan dan sepakan tepat mengenai sasaran perut pria asing itu hingga merasakan mual dan jatuh tertelungkup di dasar tanah. Dan langsung kedua macan putih itu melayangkan sepakan kearah kepala pria asing itu hingga darah segar keluar dari telinga.


"Aisshhhhhh.............!!


"Ahkhg.....................!!


"Suara kesakitan yang amat memekakkan telinga terdengar oleh dua macan putih dan para warga yang sedang melewati rumah keluarga Beni di malam itu. Hingga warga pun menghampiri nya seraya berteriak.


"BERHENTI.....................!


Fander yang sedang asik melawan pria asing dengan beberapa kali pukulan tepat mengarah kepada perut dan dada lelaki itu langsung menghentikan aktivitas perkelahian itu dan menoleh kearah suara yang berteriak untuk berhenti. Begitu juga dengan kedua macan putih yang asik dengan mainannya terpaksa harus berhenti.


Beberapa warga langsung menghampiri mereka berlima yang sedang berkelahi malam itu.


"Hai kalian Apa apaan kenapa kalian berkelahi di kampung kami." Bentak salah satu warga setelah sampai di hadapan Fander dan kedua Macan Putih yang sedang memukuli kedua warga asing itu.


Fander dengan napas yang ngos ngosan. Lalu dia menarik napas dan langsung menghentak dengan kasar dan mulai berbicara kepada para warga yang datang.


"Mohon maap sebelumnya saya sudah mengacau dan menghajar kedua warga negara asing yang sedang saya curigai mereka berdua mempunyai niat jahat yaitu akan membantai keluarga dari rekan kerja saya yang bernama Tuan Beni." Ucap Fander menjelaskan kepada para warga yang sedang berkerumun.


Semua warga kini terkejut setelah mendengar penuturan dari seorang lelaki yang mempunyai wajah bule pertanda lelaki itu bukan warga negara Indonesia.


"Tuan Bule apakah mempunyai bukti yang akurat sehingga mereka berdua mempunyai niat jahat.?" Tanya salah satu warga penasaran.


Fander langsung memperlihatkan pesan wasttap yang dia terima dari Matih sembilan. Yang langsung di kirim oleh Ucok sahabatnya Beni, serta beberapa bukti yang mengarah kepada kedua dua orang yang di kirim oleh mister Kong Kong.


Para warga lantak tidak percaya begitu saja terhadap bukti yang di perlihatkan oleh Fander.


"Begini Tuan Tuan. Bila saya berbohong saya bersama Macan Putih siap di penjara. Tetapi bila saya berkata jujur dengan keterangan yang saya berikan kepada tuan Tuan semua. Maka kalian semua akan saya masukan kedalam penjara karna telah membantu rencana dari kedua orang ini untuk meloloskan rencana jahat nya." Ancam Fander.


"Hanya ini jalan nya untuk mereka agar percaya dengan ucapan yang saya berikan kepada para warga di kampung ini." Ucap Fander dalam hati.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya

__ADS_1


__ADS_2