
Malam itu suasana di kediaman Tuan muda Harsya masih berlangsung suka cita canda tua di antara mereka bersama, kerendahan hati Tuan muda Harsya membuat semua bawahan merasa nyaman karna kalau di bandingkan jelas perbedaan kasta yang jauh berbeda.
"Malam itu Gandi penasaran dengan perkataan dari Tuan muda Harsya karna pemuda itu menyebut dua orang pengawal penting dari Tuan Besar Suhardi pemilik Perusahaan Anugrah Zahra Group yang selama ini dia selidiki......!
Tuan muda ijin kalau boleh saya bertanya? memotong perkataan Tuan muda, karna rasa penasaran nya kepada dua orang yang di sebutkan oleh pemuda tampan itu.
"Silahkan, apa yang ingin kau tanyakan? jawab Harsya dengan senyuman lembut.
"Ampun beribu ribu ampun Apakah Maman Tomat dan Iwan kupluk yang di maksud anda adalah kepala pengawal dan kepala pelayan di perusahaan Anugrah Zahra group milik Tuan Suhardi" tanya Gandi dengan rona wajah serius.
"Bener Kak Gandi" apa yang kau ucapkan" Jawab Harsya
"Ke...- Ke....- Kenapa bisa" tanya Gandi terbata bata karna rasa penasaran ada hubungan apa antara Suhardi dan Tuan Muda....! beberapa kali Gandi menyelidiki Suhardi dengan Tuan muda tapi selalu buntu informasi yang dia dapat kan, tapi sekarang dengan sendiri nya menyebutkan bahwa mereka berdua mungkin sudah dekat.
"Baiklah Kak Gandi akan saya ceritakan kepada anda tapi dengan satu syarat dan berlaku kepada kalian semua yang hadir di sini, Harsya berhenti sejenak melihat kearah mereka yang hadir di sana.
"Kalian semua yang hadir di sini tidak boleh membuka identitas ku di luar sana, bahwa perusahaan ANUGRAH ZAHRA GROUP milik Saya, jika di antara kalian kedapatan membocorkan identitas ku, saya pastikan lidah kalian di potong dan selamanya kalian tidak bisa berbicara lagi." Kata Harsya dengan ancaman.
"Kami mengerti dan akan merahasiakan sampai kapan pun" kata mereka serentak
"Oma Elisabeth, Halimah Fatimah serta Lestari, aku harap kalian juga bisa menjaga rahasia ini, nanti kalau sudah tiba saat nya kalian akan mengerti mengapa aku menyembunyikan identitas perusahaan ANUGRAH ZAHRA GROUP adalah milikku. " memberi peringatan kepada mereka.
"Tuan Suhardi adalah sahabat sejati ayah saya dari mulai sekolah sampai kuliah, berdiri nya ANUGRAH ZAHRA GROUP mungkin Kak Gandi dan Oma sudah tahu, Harsya pun menjelaskan semua nya tentang pertemuan dengan Suhardi dan penyerahan perusahaan milik ayahnya kepada pemuda itu" kata Harsya panjang lebar menjelaskan semua nya.
"Halimah dan Fatimah hanya saling pandang sedangkan Elisabeth dan lestari ternganga mendengar cerita dari pemuda itu beda dengan Gandi Syok dan terkejut dengan semua ini yang begitu sangat misterius dalam diri Tuan muda.
"Sedangkan Cok Ben sudah mengetahui dari Abang suhardi waktu itu di saat menyelidiki kedekatan Tuan muda Harsya bersama Suhardi dan hilang nya kedua anak buah Dirga warga negara asing tersebut.
"Kak Gandi semua nya sudah saya ceritakan dan saya jelaskan sekarang saya mau bertanya apakah kau siap saya perintahkan untuk besok menyusup dan membebaskan Asisten Oma Elisabeth yang di tahan oleh Genk Kobra Beracun di markas besar bersama Lestari Ardana"! Titah pemuda bernama Harsya.
__ADS_1
"Tuan muda" saya bersedia dan saya siap berkorban untuk anda" jawab Gandi tegas dan berwibawa.
"Baiklah bila semua rencana sudah di tetapkan dan akan di laksanakan besok maka dengan ini saya tutup pertemuan malam ini," kata Harsya.
"Oma sebaik nya istrahat" kata Harsya yang kelihatan mata nya sayu.
"Baiklah," Cucuku kata Elisabeth seraya berdiri dan pergi berjalan kearah kamar tamu.
***
"Kita kembali lagi kepada Cok Ben dan kedua Pelayan Mansion tuan muda yaitu Inah dan ineh yang menuju di sebuah bukit jalan pesisir pantai selatan Sindang Barang Cianjur Jawa barat.
"Ben.....! sebaik nya kita sarapan pagi dulu di lesehan sambil saya memberikan informasi kepada ketua Genk Kobra yaitu Gareng" kata Ucok yang duduk di samping jok mobil depan kearah Beni yang sedang menyetir mobil nya.
"Boleh juga Cok coba tanya sama mereka berdua Apakah di sini ada lesehan atau warung nasi untuk sekedar mengisi perut yang sudah kelaparan" titah Beni kepada Ucok karna mereka orang asli daerah yang sedang di tuju setidak nya tahu.
"Ben.....! mereka berdua sedang molor" kekeh Ucok sambil tertawa cekikikan....!
"Loe kenapa! ada yang lucu" ujar Beni penasaran.
"Loe lihat sendiri dari kaca spion dalam mobil mereka tertidur sambil air liur nya keluar" kekeh Ucok tertawa lepas.
"Beni pun penasaran dan di lihat nya Inah dan ineh dalam spion nya, ternyata bener apa yang di katakan sahabat nya, bahwa mereka berdua dengan tertidur pulas dan air liur nya sedang membentuk pulau seribu dalam baju nya masing-masing.
"Beni......! berhenti di depan tuh ada warung pinggir jalan kita ngopi dulu" tunjuk Ucok
"Ok" Siap Cok....'' balas Beni, sembari memparkir kan mobil nya....!
"Cok ayo.....! kita turun biarkan mereka berdua tidur saja" perut gue dari tadi nyanyi mulu" ajak Beni yang sudah membuka kan pintu mobil nya.....!
__ADS_1
"Ok siap...." balas Ucok seraya membuka pintu mobil dan berjalan kearah warung kopi yang telah tersedia gorengan yang masih panas" membuat mulut nya ngiler...!
**
"Pagi itu suasana di kota Jakarta tepat nya di kediaman Mansion milik Tuan muda Harsya.
"Seorang pemuda yang di temani oleh dua satu orang cewek cantik memakai kerudung hitam sedang menikmati secangkir kopi di pagi hari yang cerah itu.
"Dunia seakan menjadi milik mereka berdua yang lain pada ngontrak, malam itu setelah acara pertemuan dengan membahas rencana hari ini untuk membebaskan kedua putra putri Oma Elisabeth dan Asisten nya yaitu Fander, karna malam semakin larut Halimah dan Fatimah pun tidak di ijinkan pulang ke Apartemen milik Tuan muda Harsya dan di suruh menginap di Mansion nya, setelah terlebih dahulu meminta ijin kepada Kiayi Sepuh yaitu ayahnya Halimah dan Fatimah.
"Kak...." Harsya" ujar Halimah, melihat pemuda yang ada di depannya yang sedang pokus kepada ponsel nya....!
"Iya...." Imah maap barusan Kaka lagi membalas pesan singkat dari Paman Alex " kata Harsya
"Kadang Imah Selalu minder bila sedang berdua dengan kakak" lirih nya mengutarakan kegelisahan akhir akhir ini.
"Harsya' pun seketika menatap gadis yang sedang menemani pagi hari ini dan merasa terkejut setelah mendengar perkataan dari gadis yang selama ini dia sukai tapi tidak bisa dia ungkapkan.
"Halimah apakah kau tahu yang Kaka takutkan saat ini? tanya Harsya yang sorot mata nya menatap tajam kepada gadis yang ada di hadapannya itu
"Gadis itu Hanya menggeleng!
"Yang Kaka takutkan saat ini? harapan tidak sesuai dengan kenyataan" kata Harsya sambil menundukkan kepalanya.
"Bisa jelaskan kak pada Imah" pinta gadis itu penasaran.
"Harsya' pun mengangkat wajah nya dan menarik napas nya dalam dalam lalu dia hentakkan dengan keras agar napas nya teratur untuk mengutarakan maksud isi hati nya yang selama ini dia pendam rapat rapat.
Bersambung.
__ADS_1