
"Tiga mobil mewah dan beberapa motor sport Ciri khas Genk Kobra beracun berhenti di penataran halaman markas besar tersebut, halaman tersebut tampak lenggang dan hanya beberapa saja yang berjaga di depan pintu masuk bangunan itu.
"Keenam penjaga pun berlarian menghampiri ketiga mobil yang baru saja tiba dan membuka kan salah satu dari tiga mobil sambil membungkuk hormat.
"Selamat siang ketua Jhonny dan Nona Citra kata mereka berenam membungkuk hormat.
Jhonny dan Citra pun hanya mengangguk dan berjalan menuju pintu masuk bangunan tersebut menuju ruangan yang biasa di pakai untuk berdialog di ikuti oleh anggota nya yang di bawa dari cabang Bogor.
"Setelah sampai di ruangan tamu Jhonny dan Citra pun duduk seraya bertanya kepada enam anggota yang berjaga...!
"Pengawal Apakah nyonya besar Windi dan Nyonya ketua Winda sudah beres dengan niat nya?" tanya Jhonny kepada mereka berenam.
"Salah satu dari mereka berenam pun menjawab dan melaporkan keaadaan tadi di saat Nyonya Windi dan Winda berada di sini.
"Ketua saya menjawab pertanyaan dari ketua, bahwa Khabil Ardana sudah di bunuh oleh Nyonya besar dan mayat nya sudah di gantung oleh kami berdua di tahanan bawah tanah sesuai instruksi dari Nyonya Besar Windi Rustandi dan Winda Rusady.
"Tidak ada kaget atau pun terkejut di wajah mereka yang baru datang karna sudah mengetahuinya kedatangan kedua wanita itu karna sudah di beritahu oleh Tuan Besar Dani Rustandi.
"Baiklah, kalian kembali kepada posisi masing masing dan yang tadi ikut dalam rombongan saya segera berjaga di lokasi yang sudah saya tetapkan dan pesan lah salah satu dari kalian untuk makan siang'' Kata Jhonny memberi perintah kepada para anggota Genk kobra beracun cabang Bogor dan kepada para penjaga di markas pusat ini.
"Baik' ketua" serentak mereka menjawab dan melangkah keluar untuk berjaga jaga di posisi masing-masing.
"Setelah para anggota Genk kobra keluar dari ruangan tersebut, Citra pun menghampiri kekasihnya dan berbisik ketelinga nya Jhonny.
"Sayang.! Aku kangen dan pengen ehm...! ehm...!
"Tapi sayang kita sedang di markas dan di suruh untuk berjaga dulu di sini walaupun bisikan dari kekasihnya membangkitkan gairah untuk bercinta, tapi keaadaan tempat dan situasi, jadi dia tolak secara lembut..!
"Citra pun yang menerima penolakan dari kekasih nya seketika wajahnya cemberut dan bibir nya monyong kaya Tutut, justru Jhonny semakin gemas dan ingin mencium nya, sambil mengarungi birahi, tapi apa daya tempat dan kondisi tidak memungkinkan.
"Sayang......" dengan mencium daun telinga Jhonny lalu membisik kan ke telinga nya kita di atas di ruangan itu sebentar saja sudah tak tahan," bisik mesra Citra kepada Jhonny...!
__ADS_1
"Karna godaan dari kekasihnya yang terus menerus mencium setiap inci wajah Jhonny akhir nya lelaki itu pun sudah tak tahan menahan birahi nya lalu menarik tangan menuju lantai atas tepat nya di ruangan khusus Markas Besar Genk Kobra beracun.
**
"Sementara di luar halaman markas besar Genk kobra Halimah dan Fatimah serta Tuan muda Harsya berjalan menuju pintu gerbang masuk bangunan itu sambil di buntuti oleh Iwan dan Maman dari kejauhan untuk mengantarkan paket makanan yang sudah di pesan oleh salah satu anggota Genk Kobra.
"Karna mereka bertiga tidak di kenali oleh para anggota Genk Kobra beracun tersebut beda halnya dengan Maman Iwan dan Riyan.! Sementara Ken Liem dan Rex Ryu stanbay di lantai bangunan atas yang mengarah kepada halaman luas markas besar Genk Kobra dengan membawa senapan yang waktu ada yang melarikan diri tugas mereka untuk menembak dari atas bangunan sebelah nya.
"Begitu Halimah dan Fatimah serta harsya tiba di gerbang pintu.! Salah satu dari mereka bertiga mengetuk gerbang pintu masuk tersebut.
"Bro....." mungkin paket makanan telah tiba coba buka pintu gerbang nya" kata salah satu dari mereka berenam.
Pengawal pun melangkah kearah pintu gerbang masuk dan membukakan pintu sedikit dan bertanya.
"Siapa kalian" tanya lelaki berseragam baju hitam bergambar ular kobra.
"Maap Tuan saya pengantar paket makanan dan ini pesanan paket nya" jawab Harsya sambil menjinjing plastik ukuran besar oleh mereka bertiga....!
"Begitu tuan muda bersama dengan kedua gadis cantik tiba di halaman itu, Harsya pun segera memberikan paket tersebut kepada salah satu para pengawal dan memberikan nota penjualan nya untuk segera di bayar..
"Tuan ini nota pembayarannya" Kata Harsya menyodorkan bon yang harus di bayar nya.
"Salah satu dari mereka pun menerima dan berkata dengan senyuman yang sulit di artikan.
"Hai...." anak muda saya akan membayar paket ini dengan uang lebih tetapi kedua gadis cantik ini harus menemani saya" kata salah satu pengawal yang ada di halaman sambil tertawa terbahak bahak.
"Apa maksud Tuan" balas Harsya dengan tatapan ramah.
"Hahahaha kau jangan berlagak munafik dan tidak mengetahui maksud obrolan kami saat ini" bentak pengawal kepada harsya.
"Pemuda yang bernama Harsya hanya tersenyum sinis kepada para pengawal tersebut dan menjawab pertanyaan dari mereka yang hadir di halaman tersebut.
__ADS_1
"Silahkan kalau bisa menyentuh dua gadis ini" tantang Harsya kepada mereka semua.
"Hahahahahaha bajingan tengik, manis sekali ucapan dan perkataan mu?' kata pengawal yang tersenyum meledek.
"Baru saja pengawal itu beres bicara dan mulai melangkah,kearah dua gadis tersebut.! Tampak kini pintu gerbang di tendang dari luar dan kini halaman itu telah di masuki oleh orang orang yang mereka kenal sebagai musuh Genk Kobra Beracun.
"Kalian......! bedebah" kata lelaki yang menghampiri dua gadis itu lalu mundur menuju beberapa pengawal yang lainnya.
"Serang bangsat bangsat ini.! Satu pun jangan biarkan mereka hidup''geram pemuda yang di panggil Tuan muda.
"Setelah itu Maman Tomat bersama Iwan kupluk dan orang orang berbadan besar langsung menyerang anggota Genk Kobra beracun di bantu oleh Halimah Fatimah dan Riyan, sedangkan lestari Ardana dan Gandi berlari masuk menuju ruang bawah tahanan dimana Fander di sekap.
"Sementara pertarungan itu pecah seketika di halaman markas Besar Genk Kobra beracun, Riyan, Maman Tomat cari dua orang laknat yang bernama Jhonny di ruangan atas yang sedang memadu kasih'' Titah tuan muda Harsya.
"Baik' Tuan muda.
"Disaat Riyan dan Maman tomat berlari kearah pintu masuk ruangan salah satu dari orang yang dia cari seketika berlari menendang perut Riyan.
''Bugh......'' ahk......!
"Riyan.....! teriak Harsya sambil menendang tangan wanita iblis tersebut.
"Fatimah hajar wanita iblis ini" teriak Harsya menunjuk kearah citra yang sedikit tersungkur akibat tendangan kaki nya.
"Baik' kak tampan" balas Fatimah seraya berlari laksana seorang srikandi yang mempunyai kekuatan super dan sampai di hadapan wanita yang bernama Citra.
"Cuih......! Anak bau kencur berani berani menghadapi saya, sama aja kau mengantar nyawamu di tangan ku" gertak citra.
"Coba aja kak.....! kalau bisa'' sahut Fatimah santai membalas nya.
bersambung.
__ADS_1