
"Dua mobil Toyota Fortuner dan mobil Marcedez Benz," meleset dari jalan raya Kramat jati menuju Kebayoran baru Jakarta Selatan malam itu jalanan tampak lenggang sehingga tampa ada hambatan atau pun kemacetan yang di lalui oleh dua mobil tersebut.
"Sementara dalam kafe bintang di lantai paling atas orang orang penting perusahaan Anugrah Zahra group serta beberapa para pengawal nya sedang menunggu kedatangan tuan muda Harsya yang sedang menuju ke kafe miliknya.
"Tuan," rombongan Tuan Maman sudah sampai di kafe bintang dan sudah berada di belakang halaman parkir kafe bintang,"lapor pengawal yang baru datang dan sedikit berlari kearah Rijki Fadilah.
"Baiklah aku akan segera turun dan menyambut nya langsung pemilik perusahaan Anugrah Zahra group," kata Rijki Fadilah" dan diikuti oleh Billy dan Anita.
"Dari dalam kafe tersebut tampak beberapa pengawal dan pelayan kafe telah berkumpul dan berjalan kearah halaman belakang kafe bintang dan menunggu,sambil berbaris kedatangan tiga orang lelaki yang salah satu nya adalah pemilik perusahaan terbesar nomor dua di Asia tenggara,
"Rijki Fadilah Selaku dari Anak Tuan Besar sendiri bersama Billy dan Anita, bahkan sampai turun sendiri untuk menyambut kedatangan rombongan Maman Tomat ini.
"Dia dengan senyum yang sangat antusias bahkan sempat terlihat beberapa kali bertepuk tangan ketika salah satu dari ketiga lelaki itu turun dari mobil mewah tersebut.
"Selamat datang," selamat datang kembali ke Kota Jakarta Tuan muda Harsya," kata Rijki Fadilah sambil membungkuk hormat di ikuti oleh yang hadir disana ikut membungkuk menyambut kedatangan Tuan muda Harsya.
"Terima kasih Kak," Rijki dan Kalian semua," kata pemuda yang di panggil Tuan muda.
"Belum lagi Harsya melangkah tiba tiba dari arah dalam samping kafe dua orang dengan beberapa pengawal lainya berbondong bondong dengan dua orang pakaian serba hitam Bergambar Ular kobra berjalan dan Tampa di komandoi mereka membuat barisan sangat rapi.
Harsya sangat takjub melihat pemandangan dan memandang penuh kekaguman, dia segera menyapu semua orang dengan pandangan nya, ketika dia memandang dia terkejut melihat dua orang yang dia kenal waktu di padepokan macan putih.
"Abang Ucok dan Abang Beni yaa ampun itu bener mereka berdua ucap Harsya dalam hati nya.
"Silahkan anda berjalan lebih dahulu tuan muda," kata Maman dengan hormat mempersilahkan Harsya untuk melangkah mendahului mereka.
" Harsya' pun berjalan menuju arah lifs semua orang yang berbaris rapi membungkuk dalam dalam dan berkata serentak
__ADS_1
"Selamat datang Tuan muda,"
" Semoga kembali nya anda membawa kejayaan bagi perusahaan Anugrah Zahra group ini.
"Lutut Harsya bergetar mendengar gemuruh suara seperti orang orang yang sedang menonton kontes musik, bagaimana pun dia sedikit kaku dan tidak percaya sama sekali, seketika kaki nya terasa sedikit kram di tempat berdirinya saat ini.
"Maman Tomat yang mengetahui keaadaan ini sangat cepat menanggapi keaadaan ini. dia dengan lembut menyentuh pundak Harsya dan berkata, silahkan Tuan muda..!! Mereka ini adalah anak buah Abang Ucok dan Abang Beni serta Tuan muda Rijki Fadilah, mereka semua akan patuh menuruti perintah anda," kata Maman meyakinkan Harsya.
"Harsya'hanya mengangguk kaku saat ini, sungguh tidak percaya dengan semua yang telah di lihat nya dan berkata.
apa apaan ini? apakah aku sehebat ini belum lagi dari pihak kakek abdullah? untuk apa sebegini banyak orang , aku bahkan tidak perlu memobilisasi mereka apakah tidak terlalu berlebih-lebihan," gumam nya dalam hati.
"Kak Rijki Fadilah, kak Maman, apakah ini tidak berlebihan, aku hanya ingin menjalankan perusahaan yang di berikan oleh ayahku, bukan untuk berperang," kata Harsya kurang setuju.
"Tuan muda anda belum mengenal siapa lawan anda dalam dunia bisnis, mereka sangat licik dan berbahaya, jika Anda berpikir ini terlalu berlebihan maka dengan sangat rendah hati, saya mengatakan bahwa ini masih kurang," kata Maman tomat menjelaskan panjang lebar.
Bener apa yang di katakan oleh Maman Tomat, Dulu mendiang Ayah mu pernah berpesan dan memberi amanat kepada kami berdua, bila nanti anakku HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH besar nanti Ucok dan Beni harus menjaga nya dengan nyawa kalian berdua jangan sampai ada yang mengusik atau menzolimi anakku," kata Ucok dengan mata berkaca kaca.
Bagaimana pun hanya anda yang tersisa dari keluarga Tuan Besar Abdullah dan satu satu nya anak dari Tuan Ismail dan Nona Zahra,
Ada pepatah yang mengatakan," keledai tidak akan jatuh dua kali Kelubang yang sama, artinya sebodoh bodoh nya orang ia tidak akan mengulangi kesalahan sebelumnya," kata Ucok tegas.
"Mendengar kesungguhan kata kata kak Maman Tomat dan Abang Ucok, Harsya hanya mengangguk ringan dan kembali berjalan dengan mantap.
"Dengan berjalan di atur setenang mungkin, pemuda itu terus melangkah melewati mereka yang berbaris dengan rapi itu.
"Sesampai nya didalam lantai paling atas kafe bintang Maman tomat segera mempersilahkan Harsya untuk duduk di kursi pemimpin yang biasa duduki oleh Tuan Ismail, ketika melakukan meeting atau pertemuan semacamnya.
__ADS_1
"Saat ini tidak ada yang berani duduk di kursi sebelum Tuan muda Harsya duduk.
"Harsya memandangi mereka semua yang hadir satu persatu lalu duduk di kursi milik ayah nya, yaitu Ismail Abdullah.
"Setelah mereka melihat tuan muda telah duduk, maka mereka pun mulai duduk.
"Saat ini Rijki Fadilah mengambil posisi di samping kanan Harsya menggantikan ayahnya yaitu Suhardi dan dia pun duduk.
"Sebagai orang yang di tunjuk oleh oleh ayah nya Suhardi, maka wajar lah Rijki Fadilah Duduk di sebelah kanan Pemilik perusahaan Anugrah Zahra group.
"Sementara di lantai bawah tepat nya kafe bintang para pengunjung yang sedang menikmati indah nya malam kota Jakarta dan suasana dalam kafe dengan di iringi musik musik klasik, membuat suasana begitu romantis di rasakan oleh dua pasangan sejoli itu, yaitu Hani dan Azis, Riyan dan Dewi," sedangkan Indah sedang berada di tempat lain karna ada keperluan lain.
"Azis....!...!. perasaan tadi saya melihat Harsya di belakang halaman kafe ini," kata Riyan pelan
"Apa,.....!! maksud mu Riyan, kau tau sendiri Harsya masih di padepokan macan putih," tanya Azis.
"Riyan tidak menjawab pertanyaan dari," Azis dia hanya membisu sambil menatap kearah luar berdempetan mobil mobil mewah yang terparkir.
"Riyan berdiri dan berkata kepada mereka bertiga, Azis, Hani dan sayang aku mau ke toilet sebentar....!
'' Mereka bertiga mengangguk"
"Riyan pun tidak terlihat oleh mereka Bertiga," lalu Azis pun bertanya kepada Dewi.
"Aku Heran dengan pacarmu," dia mengatakan bahwa tadi melihat Harsya,?" Apakah mungkin itu adalah Harsya Dewi, tanya Azis ingin mengetahui tanggapan dari pacarnya karna mungkin Dewi juga melihatnya.
"Entahlah," Kak Azis, aku juga merasa bahwa yang di lihat tadi oleh kak Riyan dan aku persis seperti kak Harsya, jika aku katakan bukan Harsya," tapi perawakan nya seperti kak Harsya, ini yang membuat aku ragu," kata Dewi.
__ADS_1
"Mungkin Riyan' terlalu rindu sama sahabat nya, sampai sampai orang yang tidak di kenal pun di sangka Harsya, kata Azis
bersambung.