
Cok Ben ( Ucok dan Beni )
Bang..." Beni Bang Ucok di suruh Abah menghadap,".." teriak gadis cantik memakai kerudung putih memancar kan aura kecantikan nya.
"Alamahhhhhh,"....ada bidadari cantik berteriak memanggilku,goda Ucok dan hanya tersenyum saja sahabat nya Ucok yaitu Beni.
Ihk......."...." Apaan sih bang Ucok," rengek Halimah sana pergi Abah sudah nungguin dari tadi ucapnya lagi Halimah...."!
Siap......" ..." jawab,"Ucok dan Beni berlari menuju kediaman rumah kiayi sepuh
"Assalamualaikum",kata Ucok dan Beni menghampiri kiayi sepuh yang berhenti dan berdiri di aula tempat berkumpul nya tamu tamu Kiayi Sepuh.
"WaallAikum salam''jawab mereka serempak oleh yang berada di tempat tersebut.
Ben," Cok," masuk Aya duduk sini," ucap Kiayi Sepuh.
"Lalu Ucok dan Beni pun melangkah kearah mereka dan ikut duduk bersama Kiayi Sepuh.
"Abdullah sahabatku," dan Tuan Alex perkenalkan mereka berdua adalah Ucok dan Beni murid didik saya," kata Kiayi Sepuh.
"Salam," kenal, Tuan, Tuan ," ucap Ucok dan Beni bersamaan.
"Tuan," Abdullah dan asisten Tuan Abdullah hanya mengangguk saat kedua lelaki itu memperkenalkan nya.
Begini." Ucok dan Beni Abah mau bertanya ke kalian Berdua? kata kiayi sepuh memulai obrolan nya
Silahkan Kiayi boleh bertanya kalau saya bisa menjawab insyaallah akan saya jawab sejujur mungkin,"ucap Beni sedangkan Ucok hanya berdiam saja tampa mengeluarkan satu kata pun.
"Apakah kalian berdua masih suka berkomunikasi dengan genk kobra," sekedar menanyakan kabar?tanya Kiayi Sepuh kearah mereka berdua.
Cok Ben pun terkejut setelah sekian lama Genk kobra dia kubur sekarang kiayi sepuh menanyakan kembali
ingat pesan kiayi dulu seandai suatu saat akan kembali lagi ke Organisasi tersebut tapi untuk menumpas bukan untuk kembali ke dalam kesesatan..
Yang merasa kan kekagetan bukan Cok Ben saja tapi
Abdullah dan Asisten nya kaget bukan main,mendengar pertanyaan Kiayi kepada dua lelaki yang umur nya sekitar 35 tahun tersebut
__ADS_1
Sahabatku Abdullah," Tuan Alex mungkin kalian kaget tentang pertanyaan saya barusan," serta Ucok dan Beni juga merasakan serupa,"kenapa Abah mulai membuka luka lama kembali muncul ke permukaan sekarang.
Abah yakin,' Ucok dan Beni masih mengingat pesan Abah sewaktu Ucok dan Beni untuk tinggal dan menetap serta menjaga anak itu di padepokan macan putih,"ucap Kiayi Sepuh panjang lebar kiayi bercerita kearah mereka berempat.
"Kami berdua masih mengingat nya," jawab Ucok dan Beni bersamaan.
#KEMBALI KE MASA LALU
"Coba ceritakan Cok dan Ben tentang kedekatan mu dengan genk kobra dan Ismail Abdullah," ucap Kiayi Sepuh
Ucok dan Beni dulu nya gelandangan di jalan di pinggir kota Palembang dengan mencari uang secara Kekerasan saling bunuh saling siku di jalanan," waktu kami berdua baru menginjak usia 15 tahun bersama kelima gelandangan yaitu, Jabar, Bocil Sugeng Brewok dan Ketua kami Gareng atau pun Ruri Siregar Rusady,"
"Setelah satu tahun kami bertujuh menguasai daerah kota Palembang dengan di bantu beberapa anak jalanan lain nya terbentuk lah Genk Kobra yang menjadi ketua adalah Gareng atau Ruri
"Genk kobra pun menjelma menjadi genk tersadis di propinsi sumatera setelah berjalan tiga tahun dengan ada nya dukungan pinansial dari asisten Tuan Khabil Ardana yang mempunyai perusahaan Ardana grup
"Saat usiaku menginjak umur 18 tahun saya sama beni dan empat orang lainnya di beri tugas oleh ketua Genk kobra.
Sebelum terjadi nya tragedi saya dan Beni baru pertama kali menginjak di kota Jakarta dan baru berumur 18 tahun.
Tugas yang saya laksanakan adalah membunuh tiga nyawa sekaligus,dulu bagi saya membunuh orang sudah makanan sehari-hari,"siapa yang membayar ketua saya dengan bayaran yang setimpal maka saya selaku anggota genk kobra wajib melaksanakan perintah Ketua.
Saat itu saya dan Beni serta empat sahabat saya di panggil oleh ketua genk kobra," yang baru dua bulan menikah dengan adiknya Tuan Dani Rustandi.
Kamu ikut berdua dan empat orang genk kobra berangkat menuju kota jakarta dan temui abang ipar saya yaitu,"Tuan Dani Rustandi yang tinggal di kota Jakarta pusat.
"Aku pun sama beni bersama mereka berempat pun berangkat ke kota Jakarta dan menuju mension tuan Dani Rustandi.
"'ngeng...... "ngeng ......."ngeng .........!!
Suara kapal pesawat mengudara dan tibalah kami di Mension Tuan Dani... Singkat cerita.
Lalu kami berenam pun di sambut langsung oleh Tuan Dani di Mension rumah milik Tuan Dani dan langsung dikasih tugas untuk menghabisi dan membunuh Ismail
dan Zahra beserta anak yang waktu itu masih berusia 9 tahun dan masih bersekolah.
"Deg.......".....Deg......."jantung Tuan Abdullah dan Alex berdebar Sorot mata yang tajam kearah mereka berdua seolah olah mau menghabisi mereka sekarang juga.....!!
__ADS_1
"Lalu Kiayi Sepuh meredam kan amarah sahabatnya dan asisten Alex penjelasan belum selesai ada baik nya mendengar kan dulu penjelasan mereka berdua,,ucap Kiayi Sepuh
Cok Ben lanjutkan ucap Kiayi Sepuh lalu salah satu dari mereka melanjutkan nya...!!
Tuan Dani Rustandi menyuruh kami ber dua untuk sementara mengintai keadaannya dan yang empat lagi sebagai eksekusi nya bersama tuan Dani.
Waktu itu saya berpura pura menjadi pengemis di tempat berjualan nya Nona Zahra istri nya tuan Ismail,"kehidupan yang di jalani oleh Tuan Ismail dan istrinya beserta putra nya Menggugahkan jiwa dan hati kami berdua untuk mengikuti kehidupan sepasang suami istri walaupun tampa di gaji.
Sipat yang rendah hati dan saling berbagi saling mengasihi Tuan Ismail dan nona Zahra semakin aku dan Beni terpesona kagum melihatnya.
Pagi sampai sore tidak luput Ucok dan Beni makan duduk bersama mereka dan orang orang yang di bantu k
"Kekaguman kami berdua melihat Tuan Ismail dan Nona Zahra setiap hari Jumat Selalu memberikan pakaian makanan serta buku buku untuk anak anak jalanan dan Panti asuhan yang kutahu bukan biaya sedikit di keluarkan oleh mereka berdua karena kutahu sehari hari nya hanya berjualan mainan di pasar yang untung cuma bisa makan pagi sore.
"Sempat waktu itu kami berdua bertanya kepada tuan Ismail dan Nona Zahra.
"Tuan dan nyonya boleh kah saya bertanya ucap," ucap Ucok dan Beni
Mau....." tanya apa Cok dan Ben jawab tuan Ismail
Ucok pun menjelaskan tentang keanehan di mereka berdua yang notabene nya Ucok dan Beni tahu kehidupan Tuan muda Ismail dan Nona Zahra begitu kesusahan tapi masih berbagi kepada orang orang yang membutuhkan
"Ucok dan Beni nanti juga akan tahu dengan sendiri nya dan ingat Ucok dan Beni jaga ya Harsya kecil.
"Setelah obrolan bersama Ismail dan Zahra dan memberikan amanat kepada kami berdua untuk menjaga tuan muda kecil.
Gejolak hati kami berdua pun meluap dan menolak rencana dari Tuan Dani Rustandi untuk menghabisi keluarga Ismail adalah kesalahan terbesar," dan misteri dari tuan Ismail semakin menggoda untuk mengikuti dan mencontoh kehidupan mereka berdua.
Tepat satu bulan sebelum terjadinya kematian yang di alami oleh tuan Ismail dan istrinya.
"Kami berdua pun memberitahu kan maksud dan tujuan kami berdua kepada Tuan Ismail.
"Tidak ada rasa takut atau pun cemas dari Tuan Ismail dan Nona Zahra,"
Cuma berpesan seandainya umur kami berdua tiada tolong jaga Harsya anak kami.
Bersambung
__ADS_1