
Apakah kalian semua mengerti? Lantang Harsya bertanya kepada mereka yang hadir dalam ruangan rapat tersebut.
"Kami semua mengerti Tuan Muda dan kami semua bersumpah akan mengikuti anda sampai mati.!! Kata mereka yang hadir di ruangan rapat secara serentak.
Seketika ruangan di Vila itu bergemuruh dengan suara sumpah setia dari mereka yang hadir di ruangan itu saat ini.
"Harap Tenang"!!
"Kesuksesan yang kita capai dengan membumi hanguskan Genk Kobra Beracun walaupun dua petinggi nya belum kita tangkap, tapi aku cukup bangga kepada kalian semua. Namun bukan tanpa pengorbanan, kesuksesan ini terjadi berkat kerjasama dari berbagai pihak pihak yang ikut andil dalam rencana yang sudah di atur sedemikian rupa. Aku HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH tidak akan berkompromi terhadap apapun bentuk penghianatan dan akan menghukum siapa saja yang menghianati perusahaan demi kepentingan pribadi. Telah ada contoh yang nyata yaitu, Suparno, Boled, Rony Gunawan dan yang terbaru adalah Manajer XFRES GROUP Tuan Ardi dengan Rianti Direktur keuangan. Saat ini telah di tangkap bersama orang orang kantor lainnya.
"Ok." Baiklah, itu masalah yang akan di bentuk nya Organisasi Macan Putih, kini mari kita bahas tentang penempatan posisi struktur di satu perusahaan yang akan kita gabungkan. Kita semua sudah mengetahui penempatan penempatan posisi tersebut dari Tuan Alex Brian, untuk posisi yang paling rawan terjadi nya kecurangan adalah memicu kepada Direktur Keuangan yang di tunjuk langsung oleh paman Alex kepada Tuan Radit.
"Dengan ini saya akan memberikan pendamping kepada Radit untuk ikut membantu posisi kerja di kantor pusat ISMAIL FUTURE OF COMPANY yang akan di tempatkan di Kota Besar ini, yaitu Ariani Suhardi menjadi sekretaris Direktur keuangan, Apakah Nona Ariani bersedia mengemban tugas sebagai sekretaris di perusahaan tersebut? Tanya Harsya.
"Saya siap mengemban tugas dari anda Tuan Muda." Kata Ariani berdiri lalu membungkuk hormat.
"Baik. Saat ini Dirga Brian menjabat posisi sebagai Manajer pabrik sekaligus posisi paling rawan pertama untuk korupsi dan kecurangan kecurangan lainnya, maka saya akan memasukan Bimo yang bekas kaki tangan Rony Gunawan untuk mendampingi anak dari Paman Alex, Apakah saudara Dirga ada bantahan.? Tanya Harsya.
"Ikut apa kata Tuan Muda saja!! Kata Dirga membungkuk.
"Yang terakhir adalah bagian ADM dan Gudang yang di pimpin langsung oleh Kak Gandi Darma akan di bantu oleh Syamsul dan beberapa pengawal lainya untuk mensuplai barang masuk dan keluar dari pihak kontraktor. Apakah kak Gandi bersedia? Tanya Harsya.
"Tuan Muda, saya bersedia.'' Jawab Gandi hormat.
"Baik, saya sangat berterima kasih banyak." Kata Harsya tersenyum puas.
__ADS_1
"Kiayi Sepuh, Kakek Abdullah dan Oma Elisabeth serta Paman Suhardi, sebagai sesepuh di perusahaan. Apakah ada nasehat yang akan kalian berikan kepadaku? Atau kritik dan saran? Jika ada, silahkan kemukakan agar kita semua dapat mendengar kan dan mengikuti nya? Tanya Harsya.
"Tidak ada.......! Apa lagi yang harus kami berempat katakan. Kau dan yang lainnya sudah mengaturnya sedemikian rupa! Justru kami yang tua ini tertinggal beberapa level secara pemikiran dibandingkan kalian yang masih muda ini. Pesan dari kami berempat jadilah seperti Ismail Abdullah yang tidak haus dengan jabatan dan gunakan sebaik mungkin seluruh harta yang kau miliki." Pesan sesepuh perusahaan.
"Terima Kasih Kakek, Paman dan Oma Elisabeth, semoga Harsya tidak tenggelam dalam pujian dari kalian berempat. Karna pujian itu racun yang dapat membutakan akal dan membuat orang merasa bangga dan cepat puas, dan semoga saya bisa seperti Ayah Ismail dan Ibu Zahra yang selalu rendah hati dan suka menolong. " Kata Harsya membungkuk hormat.
"Baiklah, semua sudah kita bahas dan penempatan posisi jabatan pun telah selesai di atur dengan masing masing mendapatkan tugas dan tanggung jawab nya masing-masing maka dari itu, rapat di sore hari ini saya tutup. " Kata Harsya.
"Selain Halimah, Tuan Alex, Cok Ben, Gandi Maman Tomat, Iwan kupluk dan Ujang Suparman serta Ken Liem dan Rex Ryu semua nya boleh meninggalkan ruangan rapat ini. " Kata Harsya sambil bangkit berdiri dan mempersilahkan untuk membubarkan diri.
*******************************************
Sementara di negara yang jauh dari tempat lahir nya pemuda bernama Harsya itu, akan tetapi masih dalam satu Asia Pasifik tepat nya di negara Jepang, di salah satu hotel berbintang lima itu di kota Chiyoda.
Tuan Besar Dani Rustandi sedang berada dalam sebuah kafe resto di lantai bawah bersama dengan adik iparnya yaitu Ruli Siregar Rusady alias Gareng, Ketua Genk Kobra Beracun. Mereka berdua sedang mengobrol serius tanpa di sadari mata mata dari Naga Saki Sempur sedang memperhatikan obrolan mereka berdua.
"Bukan kah jalur udara sedang di pantau oleh pihak Anton Sideka......!! Tanya Dani penasaran dengan saran dari Gareng.
"Yaa......! Bang, jadi salah satu dari kita bisa selamat.'' Ujar Gareng....!
"Hmmmmmm." Jadi begitu.!! Gumam Dani Rustandi.
"Bagaimana Bang? Tanya Gareng......!
"Baiklah......! Kalau begitu.....! Jawab Dani.
__ADS_1
"Abang, bagaimana dengan janji ke-tiga sahabatmu, dan tujuan kita datang ke negara Jepang ini? Tanya Gareng menyelok kakak' Ipar nya itu.
"Entahlah, Abang saat ini kecewa kepada mereka bertiga setelah internal di organisasi kita sudah di porak poranda kan oleh Anton Sideka." Jawab nya dengan lesu.
"Apakah mereka tidak sama sekali membantu kita dalam kondisi saat ini? Tanya lelaki setengah tua itu.
"Sempat mereka menawarkan perusahan KOBRA COMPANY GRUP untuk bergabung dengan perusahaan gabungan milik mereka bertiga tapi Abang tolak mentah-mentah." Jawabnya.
"Kenapa, apakah itu bagus buat kita kita? Tanya Gareng penasaran.
"Abang yakin setelah kepulangan dari negara ini, organisasi tersebut akan bangkit kembali. " Jawab Dani jumawa.
"Tapi untuk saat ini kondisi kita tidak memungkinkan, yang ada kita akan tertangkap oleh pihak kepolisian.? Tanya Gareng memberi saran.
"Kita lihat saja besok setelah kita kembali ke negara asal kita." Jawab Dani dengan pendirian nya itu.
"Yaa..........! Sudah terserah Abang, aku hanya memberi saran, lebih baik terima ajakan dari mereka bertiga.! Pesan Gareng lalu pergi meninggalkan Dani Rustandi seorang diri.
"Hmmmmmm." ada yang di sembunyikan dari Gareng itu, tidak seperti biasa nya dia memberiku saran, apakah mereka bertiga sudah berhasil melobi adik Ipar ku itu. Ucap Dani dalam hati.
Setelah kepergian dari adik iparnya Dani Rustandi pun mencoba untuk menghubungi Ucok atau pun Beni mudah mudahan bisa tersambung.
"Tut..............! Tut...........! Tut............!
"Hmmmmm." Aktip juga ini nomor." Gumam Dani Rustandi.
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung