
Suara hentakan beberapa kaki yang berjalan kearah pemuda yang sedang berdiri di meja paling pojok terdengar oleh pemuda dengan tatapan mata yang serius.
"Cok Ben pun melihat mata Tuan muda yang begitu sorot mata nya tajam dengan terburu buru melangkah dan langsung membungkuk.
"Tuan muda mohon maap anda sudah menunggu lama" kata Cok Ben secara bersamaan di ikuti oleh para pengawal dan pelayan ikut membungkuk....!
"Wanita yang tadi menghina dan memaki pemuda yang pakaian seperti gembel saat ini badannya gemetaran dan keringat pun seketika bercucuran sehingga tidak lama baju yang dia pakai pun terasa basah....!
"Cok Ben kita naik keatas panggil manajer kafe sekarang juga...! kata Harsya memberi perintah kepada Cok Ben.
"Baik' Tuan muda!
"Tidak lama kemudian dari arah pintu lifs seorang lelaki setengah tua dengan terburu buru sambil berlari menghampiri pemuda yang sedang berdiri di pojok meja kafe itu.
"Seketika lelaki itu pun langsung berlutut dan memohon maap atas tidak tahu nya keberadaan Tuan muda yang sudah lama di meja itu.
"Ampun beribu ampun Tuan muda saya salah" Ucap manajer kafe tersebut sambil berlutut meminta pengampunan.
"Pak Manajer bangun sekarang juga dan antarkan saya bersama Cok Ben ke ruangan atas kafe lantai ini dan yang lainnya kembali kepada posisi masing-masing dengan satu syarat" kata Harsya lalu berhenti sejenak. Dia memperhatikan mereka yang berada di tempat itu saat ini dan melanjutkan perkataannya.
"Kalian semua yang berada di sini mendapatkan hal yang sama seperti barusan terjadi kepada saya aku pastikan lidah kalian akan saya potong dan kehidupan kalian akan saya musnah kan sampai ke akar akar nya" kata Harsya dengan ancaman.
"Kami mengerti dan tidak akan mengulangi kesalahan untuk kedua kali'' kata mereka serentak.
"Pak Manajer'' silahkan anda membawa kami keatas! pinta Harsya yang di sambut hormat anggukan pak Manajer.
"Manajer kafe lalu membuka jalan dan mendahului di depan serta di ikuti oleh Harsya dan Beni Ucok menyusul tidak jauh dari belakang Tuan muda Harsya.
"Tuan muda silahkan anda memasuki lifs khusus, hanya bisa berdua sedang kan Tuan Ucok dan Beni bersama wakil Manajer menyusul'' kata Manajer sambil mempersilahkan untuk masuk bersama ke Aula lantai atas ruangan khusus.
__ADS_1
"Abang Ucok dan Beni aku duluan. Nanti kalian menyusul bersama wakil Manajer" kata Harsya kepada mereka berdua.
"Baik' Tuan muda' seraya membungkuk hormat kepada Harsya.
Tidak lama kemudian Tuan' muda Harsya pun sampai di ruangan Atas dan tak lama kemudian Cok Ben pun tiba mereka pun langsung menuju ruangan pertemuan yang ada di gedung lantai atas tersebut.
"Pak Manajer terima kasih' dan silahkan tinggalkan kami bertiga di ruangan ini'' Kata Harsya kepada Manajer yang telah mengantarkan nya.
"Baik' Tuan Muda seraya membalikkan badan dan keluar dari ruangan pertemuan meninggal majikannya bersama dua pengawal kepercayaan nya.
"Abang Ucok dan Beni silahkan ada hal penting apa yang akan kalian berdua katakan kepada saya'' Tanya Tuan muda.
"Ucok dan Beni saling pandang dan saling tatap dan Beni pun mengangguk untuk Ucok yang menjelaskan kepada Tuan muda Harsya.
"Begini Tuan muda tadi saya di telepon sama Dani Rustandi untuk mendampingi perjalanan bisnis menuju Negara Jepang bersama Ketua Genk Kobra beracun dan malam ini pukul 8 pemberangkatan nya.
"Di saat saya dan Beni mendampingi mereka berdua ke negara Jepang, Tuan muda bersama para pengawal lainnya dan para murid murid kiayi sepuh untuk mengikis para pengawal dari Dani Rustandi dan anggota Genk Kobra beracun untuk bergabung kepada anggota Macan Putih bila seandainya berhasil maka kekuatan dari Genk Kobra akan semakin menipis dan kekuatan kita akan semakin pesat'' Kata Ucok memberi ide kepada Tuan muda Harsya.
"Tuan Muda bergeming diam membisu mencerna gagasan yang di berikan oleh Ucok.
"Bang Ucok kira kira berapa hari Mereka berada di Jepang'' tanya Harsya.
"Satu Minggu lama" balas Ucok singkat.
"Baiklah bang Ucok saya mengerti dan target target yang harus di lumpuhkan di organisasi Genk Kobra beracun yang berperan menjadi motor serangan siapa saja? Tanya Harsya.
"Tuan' muda harus bisa melumpuhkan empat sahabat saya yang sekaligus dulu yang memburu Tuan Ismail dan Nona Zahra serta yang membuang Tuan muda ke dalam hutan' yaitu Bocil Sugeng Brewok dan Jabar'' Kata Ucok dengan mata yang berkaca-kaca.
"Harsya hanya mengetuk ngetuk jari nya keatas meja dan bergumam.
__ADS_1
"Hmmmmmmmmm''
"Tuan muda mereka berempat sangat licin seperti belut tapi selalu bersama sama' untuk mempermudah menangkap dan membunuh mereka sebaiknya Azis dan Syamsul kita korbankan. Kata Beni yang ikut memberi solusi dan masukan.
"Maksud Abang Beni bagaimana? Coba jelaskan kepada saya'' pinta Harsya.
"Karna kejadian kemarin waktu pembantaian di Vila usang yang berkhianat adalah Syamsul dan menghilang nya Citra bersama Jhonny yang mereka semua belum mengetahui nya Karna sepulang dari pembantaian tersebut mereka belum menginjak kan kaki nya ke Markas Besar Genk Kobra yang berada di Jakarta. Mereka malam ini akan tiba di kota Jakarta bersama Gareng dan Jimmy menuju Markas Besar Genk Kobra Beracun, sedangkan mayat Citra dan Jhonny sudah saya amankan dan di kubur oleh para pengawal yang saya suruh, kenapa saya beranggapan harus memunculkan Azis, karna waktu pembataian di markas tahanan milik Tuan Besar dan membebaskan Suparno dan Boled Jimmy menargetkan bahwa Azis sebagai Tuan muda Harsya. Penjelasan dari Beni kepada Tuan muda Harsya terbilang familiar dan fantastis bener bener ide yang cemerlang.
"Bang Beni dimana saya harus menempatkan mereka berdua Azis dan Syamsul'' Tanya pemuda tampan yang sedang berhadapan dengan Beni dan Ucok.
"Kobra Kafe " Tuan muda balas Beni.
"Apakah tidak terlalu beresiko kepada mereka berdua" tanya Harsya penasaran.
"Tuan Muda, Tugas 10 orang macan putih untuk menyamar menjadi pembeli di Kobra kafe bersama kang Ujang Suparman, sedangkan Ken Liem dan Rex Ryu, serta Fander segera menuju bangunan yang ada di samping Kobra Kafe untuk jadi sniper dengan menembak dari bangunan sebelah.
"Orang orang yang ada di Kobra kafe hanya berjumlah lima puluh orang para pengawal saja. Dan bila mereka berempat sedang berada di kafe tersebut." Kata Beni menjelaskan semua nya.
"Tuan muda Harysa pun mengangguk dan mengerti tentang gagasan dan ide ide yang di berikan oleh mereka berdua.
"Tuan muda ada satu lagi untuk saya tambahkan dalam rencana memburu empat sahabat saya'' kata Ucok.
"Silahkan" jawab Harsya.
"Tuan muda masukan Nona Halimah dan Fatimah sebelum kedatangan Azis dan Syamsul ke Kobra kafe bersama anda" Kata Ucok.
"Sip" balas singkat dari Tuan muda Harsya.
bersambung.
__ADS_1