TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Dunia Dalam Berita


__ADS_3

Malam Pukul 01:00 keaadaan di dalam Kobra Kafe saat ini benar benar sangat berantakan. terlihat beberapa perabot hias dekorasi dan kursi kursi mengalami kerusakan parah akibat serbuan dari pihak yang tidak suka kepada Anggota Genk Kobra Beracun.


Sementara di halaman Kobra Kafe beberapa mobil mewah kaca nya banyak yang rusak akibat pukulan benda tumpul serta darah segar mengalir dan tercium amis.


Ketika beberapa anak buah Bocil dan Sugeng mau melarikan diri dengan memanjat tembok belakang yang tidak di jaga oleh pihak anak buah Brigadir Anton Sideka. Namun belum sempat mereka memanjat tembok sebutir timah panas meluncur dengan kecepatan sangat tinggi tepat di bagian paha anak buah Sugeng dan Bocil.


Kini tampak beberapa para Anggota Genk Kobra berjatuhan ke halaman sambil mengerang memegangi paha masing masing yang terkena tembakan.


"Tuan Muda masuk....!


"Fander...!


"Target yang melarikan diri sudah berhasil di lumpuhkan.


"Segera turun. Biarkan Rex dan Ken yang tetap di atas pada posisi masing masing.


"Baik Tuan Muda.


"Ayo bereskan semua dan bawa turun kebawah. "Kata Harsya memberi perintah kepada Maman, Iwan dan Galang.


Ayo, Halimah, Apriani, dan Lia kita temui Gandi.


"Mari Kak. " Kata mereka bertiga melangkah mendahului Harsya menuju halaman Kobra Kafe.


"Kak, Gandi dan kalian bertiga Riyan, Dirga serta Azis periksa seluruh cctv di setiap sudut bangunan ini dan paksa mereka untuk menghapus rekaman tiga jam dari kejadian ini." Kata Harsya.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda. Aku akan membawa beberapa anak buah ku untuk melakukan pembersihan. " Kata Gandi Lalu memerintahkan kepada anak buah nya untuk melakukan penyisiran di setiap bangunan dan rumah rumah yang memiliki cctv. Atas perintah Gandi dan orang orang XFRES GROUP. Maka tidak ada yang berani untuk tidak memberi kan kerjasama nya.


Tiga puluh menit kemudian Gandi serta yang lainnya sudah selesai dengan tugas yang di berikan oleh Tuan Muda serta sudah berkumpul di halaman bangunan Kobra Kafe. Tiba tiba ponsel milik Tuan Muda bergetar tanda pesan singkat masuk ke aplikasi wasttap milik nya. Lalu dia membuka serta membaca pesan masuk dan langsung membalas nya.


"Cepat perintahkan kepada semua orang orang kita untuk menyingkir karna Brigadir Anton Sideka memberi tahukan kepada saya agar yang lainnya segera pergi. " Kata Harsya.


"Baik." Tuan Muda Kata mereka lalu segera berpencar.


"Mari Halimah dan Ariani serta Lia kita pulang ke Mansion di Pondok Indah. " Kata Harsya dengan lembut kepada tiga gadis itu.


"Siap Kak..." Lest' Go' kemon." Jawab mereka serentak.


Lima belas menit kawasan bangunan Kobra Kafe itu sudah sepi. Kini yang tinggal hanya mayat mayat dan beberapa orang orang memakai pakaian preman yaitu anak buah Brigadir Anton Sideka yang dapat di percaya dan setia kepada pimpinan nya.


Beberapa mobil petugas kepolisian kita telah berdatangan dan langsung memasang police line di area tempat kejadian.


Disinilah Kiayi Sepuh yang sangat cemerlang. Dengan koneksi yang dia miliki yaitu Brigadir Anton Sideka. Para petugas kepolisian sangat terlambat datang ketempat kejadian. Sehingga Harsya dan orang orang nya memiliki waktu untuk membubarkan diri.


Brigadir Anton Sideka dengan segala pengaruh yang dia miliki juga berhasil meminta beberapa media televisi dan direksi untuk memuat berita dengan judul yang sama sekali tidak mengungkit tentang tiga perusahaan yang menjadi target Genk Kobra Beracun.


*


*


*

__ADS_1


Kediaman Tuan Besar Dani Rustandi.


Pagi dini hari pukul 02:00 salah satu stasiun televisi memberitakan tentang kejadian malam ini di Kobra Kafe.


Dalam siaran tersebut tampak wartawan sedang meliput keaadaan halaman dan dalam Kafe di bangunan Kobra milik perusahaan KOBRA COMPANY GRUP yang tampak berantakan tersebut.


Terlihat mayat mayat yang tumpang tindih dengan wajah di sensor serta beberapa bagian genangan darah juga turut di sensor.


Seorang wanita setengah baya dan gadis cantik berusia 23 tahun sedang serius menonton acara itu dan tampak sangat terkejut karena mereka tau bahwa Kobra kafe itu milik suaminya yang sedang menjalankan perjalanan bisnis ke negara Jepang. Dua wanita ini adalah istri dan anaknya Tuan Dani Rustandi.


Dalam siaran televisi itu juga masyarakat akan terus memburu orang orang yang terlibat dalam Organisasi Genk Kobra Beracun seandainya pihak kepolisian tidak segera menutup Organisasi itu maka jangan salahkan masyarakat akan terus menerus membantai para Anggota Genk Kobra Beracun yang sangat meresahkan itu.


"Ohk....! Tuhan....! Bunda lihat lah berita malam ini." Kata Anastasia.


"Itu adalah Kafe milik ayahmu Nak. " Kata Winda Ibu kandung nya.


"Untung Bu aku tidak pergi kesana tadinya Aku mau kesana bersama Shintia. Untuk sekedar nongkrong jika aku pergi kesana tadi sudah di pastikan aku menjadi mayat. " Kata Anastasia bergidik ngeri.


"Siapa yang berani menyerang Kobra Kafe. Disaat para anggota Genk Kobra beracun berada di sana yang jadi heran mengatasnamakan masyarakat dan akan memburu setiap orang yang masih terlibat dalam Organisasi tersebut. " Tanya Windi kepada Anak nya.


"Entah lah Bun. Aku takut saat ini. Ini semua gara gara Jhonny ketua Genk Kobra Cabang Bogor karna kasus enam bulan lalu ibu gadis masih kecil di perkosa dan di bunuh keluarga nya sehingga hasutan dari orang orang untuk menuntut balas. Atau kah ulah Syamsul dan orang orang Rony. " Kata Anastasia menduga duga.


"Besok Pagi Bunda akan langsung memberi tahukan kepada ayahmu dan pamanmu yang berada di Negara Jepang. Dan besok kamu telepon Shintia jangan masuk dulu kuliah." Kata Winda mengingat kan nya.


Baiklah Bunda. Aku nurut." Lirih Anastasia.

__ADS_1


Pagi pun telah tiba di bumi pertiwi ini. Kini beberapa masyarakat setelah menonton salah satu akun media sosial serta. Siaran televisi tentang mengabarkan berita yang menggemparkan di kalangan masyarakat. kini siaran itu merembet setelah beberapa media sosial menguploadnya melalui YouTube Facebook dan media lainnya hingga merambah ke beberapa kota lainnya. Kini beberapa cabang Organisasi di daerah kota kota lain menutup serta mengunci markas markas kecil karna takut terjadi nya amukan dari masyarakat. Atribut atribut dan slogan Genk Kobra Beracun pun mereka lepas kan oleh beberapa orang yang terlibat dan menamakan diri nya anggota Genk Kobra Beracun.


Bersambung.


__ADS_2