TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Kabar Dari Matih sembilan


__ADS_3

Harvard University merupakan universitas tertua di Amerika Serikat yang terkenal dengan sejarah serta reputasi akademiknya. Hal tersebut membuat Harvard University tidak hanya berpengaruh di Amerika namun juga di dunia. Universitas ini terletak di Cambridge, Massachusetts dan telah berdiri sejak tahun 1636.


Di salah satu hotel milik perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP yang berada di Amerika serikat seorang gadis berusia 22 tahun sedang mengobrol lewat telepon wasttap secara di gabungkan bersama Anastasia dan para petinggi perusahaan.


Malam itu setelah Naga Saki Sempur bersama Tuan Simon dan Mister Kong Kong selesai dengan diskusi nya. Tak lama setelah itu panggilan video pun di terima oleh mister Kong Kong dari Nona Sintia dan Anastasia.


Sintia membeberkan rahasia yang bikin mister Kong Kong dan Naga Saki Sempur serta Tuan Simon tercengang kaget bahwa orang yang di rekrut itu adalah penghianat dan mereka berdua dalang hancur dan terbunuhnya Orang Tua Anastasia dan Sintia.


Nona Shintia apakah kau mempunyai bukti yang akurat atas perkataan mu tentang Cok Ben adalah dalang semuanya.?" Tanya Tuan Simon.


"Tuan Simon saya tidak mempunyai bukti yang kuat tentang kejahatan yang mereka berdua lakukan kepada organisasi genk kobra beracun. Akan tetapi bila anda tidak percaya kepada saya, maka perusahaan dan keinginan kalian untuk membalas dendam kepada orang orang yang telah menghancurkan organisasi Paman Dani Rustandi tidak akan tercapai. Ucap Sintia dalam panggilan telepon video itu.


"Tuan Tuan, saya sendiri juga merasa curiga kepada Cok Ben.!! Kata Anastasia yang tadi hanya mendengar kan saja dalam panggilan telepon video tersebut.


"Jelaskan kepada kami bertiga Nona Anastasia." Pinta mister Kong Kong.


"Saya mencurigai waktu penculikan yang di lakukan oleh direktur Rony yang di bawa ke kaki gunung Patuha Bandung Barat, saat itu saya memang keaadaan pingsan tapi sebelum saya pingsan mendengar kan obrolan Syamsul di telepon dan terdengar nama Ucok dalam sambungan telepon waktu itu.


"Baiklah aku percaya ucapan kalian berdua, akan tetapi sepuluh anak buah saya sekarang sudah berada di kota Medan dan mungkin malam hari nya akan menuju ke kediaman mereka berdua. Kita akan membawa Cok Ben kembali kepada kita, tapi Orang Tua serta Adik Adik nya akan kami sandera. Akan aku korek keterangan dari mereka berdua, bila seandainya bahwa mereka berdua adalah dalang kehancuran organisasi tersebut dan meninggalnya Dani Rustandi serta Ruli Siregar Rusady. Aku berjanji akan membuat mereka berdua merasakan bagaimana rasa kehilangan orang orang yang paling di cintai nya." Kata mister Kong Kong dengan wajah yang memerah menahan amarah yang tertahan.


Sintia dan Anastasia mengangguk seraya tersenyum kearah mister Kong Kong dan kedua sahabatnya, bahwa ucapan dan kecurigaan kepada Cok Ben tidak salah. Panggilan telepon video secara bergabung itu akhirnya selesai.

__ADS_1


Mister Kong Kong lalu mengeluarkan ponselnya dan menelepon anak buah nya yang di tugaskan oleh nya untuk menjemput Cok Ben.


"Mister Kong Kong, disini Rohichan menunggu perintah dari anda.!! Kata pengawal itu menjawab telepon masuk dari majikannya.


"Rohichan apakah kau sudah bertemu dengan mereka berdua Cok Ben.?" Tanya seorang lelaki di sebrang telepon.


"Sudah Tuan mereka berdua bersedia masuk kedalam perusahaan KOBRA COMPANY GRUP dan mereka akan berangkat menemui undangan dari anda." Jawab Rohichan.


"Bagus........... Sebaiknya kau bersama yang lainnya tidak usah mengantar mereka berdua. Kalian di sana tunggu beberapa orang yang akan saya tugaskan untuk menemani kalian untuk menyandera dan menangkap keluarga Cok Ben." Titah Mister Kong Kong selaku Bos di perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP.


"Ada apa sebenarnya Tuan kenapa harus anggota keluarga mereka berdua di sandera.?" Tanya Rohichan penasaran.


"Kamu tidak usah banyak bertanya lebih baik laksanakan tugas yang saya berikan dan tunggu beberapa orang yang akan menemani kalian untuk menangkap keluarga Cok Ben. Lalu bawa ke markas besar KOBRA COMPANY GRUP." Titah mister Kong Kong.


#Plasbackoff#


"Dret........... Dret............! Ponsel seorang lelaki yang bergelar Matih pun bergetar lalu membuka pesan masuk yang ia terima entah dari siapa.


Untuk para Matih bawa beberapa anggota Macan Putih untuk bersiaga dan menjaga keamanan keluarga saya dan Ucok karna ada sesuatu yang di sembunyikan oleh oleh orang orang yang menjemput kami berdua." Pesan masuk dari beni kepada Matih.


Matih pun langsung membalas pesan singkat dari Beni, tetapi ceklis satu kemungkinan mereka sudah berada dalam pesawat.

__ADS_1


Matih sembilan lalu mengirim pesan yang di terima oleh Beni kepada pesan grup Macan Putih serta kepada Tuan Muda Harsya. Untuk segera mengeluarkan perintah dari petinggi organisasi tersebut.


Tak lama berselang pesan balasan dari para anggota Macan Putih pun masuk kedalam ponsel Matih sembilan, bahkan kang Ujang Suparman selaku Guru dan pembimbing Matih sembilan akan segera berangkat ke kota Medan dengan beberapa para Matih yang di ada di kota Jakarta.


Satu jam kemudian ponsel Matih sembilan Berdering setelah di lihat dari layar ponsel pemanggil telepon adalah Tuan Muda Harsya.


"Halo......... Tuan Muda, Matih sedang berada di lokasi yang tidak jauh dari rumah Abang Ucok." Kata Matih.


"Matih sembilan sekarang juga saya tugas keluarga Abang Beni dan Abang Ucok bersama para saudara nya untuk segera di amankan dan bawa ke salah satu hotel milik perusahaan. Dan untuk di kediaman mereka berdua ganti orang orang dari anggota Macan Putih untuk menjebak mereka." Titah Harsya memberi perintah.


"Baik Tuan' Muda Perintah dari anda akan saya laksanakan." Jawab Matih di sebrang telepon.


"Matih sembilan. Ingat secara sembunyi Sembunyi. Saya khawatir mereka mengawasi keluarga Cok Ben." Kata Harsya mengingat kan nya.


"Siap Tuan' Muda. Kalau begitu saya akan menyiapkan segala sesuatu nya disini. Silahkan anda beraktifitas di sana." Kata Matih sembilan. Lalu mematikan telepon nya dan mulai bergerak.


********* Sementara Di markas besar Macan Putih Ujang Suparman beserta dengan Fander dan beberapa Matih lainnya saat ini sedang bersiap siap untuk segera berangkat menuju bandara internasional Soekarno-Hatta untuk menuju Kota Medan dimana keluarga Cok Ben berada.


"Fander dari Jakarta menuju kota Medan berapa jam kita tiba menggunakan pesawat.?" Tanya Ujang Suparman khawatir tidak keburu menyelamatkan keluarga Cok Ben.


"Tenang saja Tuan Ujang kita berangkat di sini pukul 12:00 siang hari paling sampai jam tiga sore, kurang lebih 2 jam 30 menit perjalanan menggunakan jalur udara." Jawab Fander lalu membelokkan mobil nya masuk di ikuti tiga mobil lain menuju halaman parkir di bandara itu.

__ADS_1


Keempat mobil mewah pun berhenti di halaman parkir bandar udara internasional Soekarno-Hatta. Ujang Suparman dan Fander segera turun dan bergegas jalan menuju pesawat jet pribadi yang sudah di siapkan bersama beberapa Matih terlatih.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


__ADS_2