
Mempersiapkan Diri
"Detik dengan cepat nya berubah menjadi menit begitu pun menit akan berubah menjadi waktu sehingga akan menjadi hari...begitulah kehidupan di dunia ini hanya Ada waktu 1 kali 24 jam.....!!
Amal kebaikan akan membawa kepada kebaikan
begitu pula sebaliknya
amal keburukan akan membawa kepada keburukan
"Hidup di dunia ini hanya ada dua pilihan
baik atau buruk
"Seperti manusia yang beranjak dari akal nya sudah baligh dan perintah pun harus segera di jalani nya dengan beramal baik, solat tidak di tinggalkan dan membayar zakat insya Allah surga balasannya.
"Begitu juga dengan sebaliknya," neraka lah tempat nya kembali.
"Tetapi kita sebagai Insan yang bernapas dalam dunia ini tidak boleh dan melarang atau pun memvonis seseorang dengan bersalah.
"Terkadang terlihat dari kita dan orang orang bahwa seseorang itu buruk akhlak buruk kelakuannya tapi di akhir hayat nya bertobat bagaimana menurut kalian pembaca yang budiman.
Hari demi hari pemuda yang bernama Harsya lewati dengan kesabaran.dan perjuangan, kesiapan tekad dan keyakinan sudah di matangkan jauh jauh hari dalam diri Pemuda tampan yang berprofesi sebagai TUKANG OJEG TAMPAN, kata gadis gadis menyebut nya.
Nasehat yang di berikan oleh kiayi sepuh seminggu yang lalu dan petuah dari Abah dan Umi akan di jadikan jalan untuk melangkah dan mencari siapa dirinya? dari mana asal asal nya? dan siapa orang tua nya? akan ku buktikan dan kucari dengan langkah kaki ku
"Segala persiapan sudah di persiapkan dan di masukan kedalam tas nya.
"Kriiiiing'' ..........!!
"Kriiiiing'' ..........!!
"Kriiiiing''...........!!
"Ponsel pemuda yang di simpan di meja kamar nya berdering dan berbunyi menandakan ada tlpn masuk.
Lalu harsya bergegas mengambil nya dan Langsung menjawab telepon nya..
"Assalamualaikum" "ucap pemuda yang bernama Harsya menjawab telepon dari suars telepon.
__ADS_1
"WaallAikum Salam"Jawab suara terdengar dalam ponsel yang sedang di tempelkan pada telinga.
"Riyan''ada apa menelpon,"ucap pemuda tampan dalam obrolan telepon..!
"Harsya ,"jadi nggak loe berangkat ke kota Jakarta Sergah sahabatnya menjawab.
INSA Allah jadi Riyan mungkin besok pagi-pagi gue berangkat dari sini," Balas nya kepada Riyan.
Ngomong ngomong loe Riyan''lagi dimana posisi sekarang?tanya Harsya kedua kalinya...!!
"Gue sekarang sudah di kota Jakarta baru'kemarin gue berangkat,"lalu Riyan bertanya lagi nanti kalau loe sudah di kota Jakarta jangan lupa loe kabaran gue ya?"jawab Riyan dari arah sebrang telepon nya.
Baiklah.....! Riyan,"jawabku lalu aku berbicara lagi kepada Riyan untuk mengucap kan rasa terima kasih karna uang yang loe transfer sama loe melebihi apa yang gue pinjam
Riyan makasih ya pinjaman nya tapi Kenapa loe transfer uang nya 20 juta bukan nya gue pinjam 10 juta jadi gak enak nie ucapku.
Ohk itu santai saja Harsya ya sisanya loe kasihkan saja sama Umi dan Abah loe,"jawab riyan santai.
"Siap....."lah kalau begitu mah sekali lagi gue berterima kasih banyak..!!
Siap sama sama Harsya "yaa udah aku tutup telepon nya nanti kabaran saja kalau sudah di kota Jakarta kata Riyan sambil menutup telepon nya..
Sambil garuk-garuk kepala lalu gue melangkah menuju ruang tamu yang di situ sudah ada Abah sama Umi lagi bersantai ria mengobrol berdua kaya orang pacaran
"Cie...Cie..Cie.. Umi dan Abah kaya kembali muda saja pacaran sambil pegangan tangan ledekku kearah Umi dan Abah.
"Ngiri aja Nie anak ya Abah balas Umi nya hehehe..!!
"Sini Nak ucap Abah sambil memegang tangan Umi nya...!!
"Aku pun berjalan kearah pasangan paruh baya Itu
Sebenarnya Harsya meminjam uang bukan buat dirinya tapi uang itu Harsya akan gunakan untuk menebus sertifikat sawah Abah nya yang pernah di gadaikan, dulu waktu Umi nya sakit di bawa kerumah sakit.
Saat itu Harsya baru umur 18 tahun dan tahu sawah nya di gadaikan itu dari tetangga rumah nya Abah dan Umi.
Boleh Harsya duduk di sini bareng Abah dan Umi tanyaku kepada orang tua angkat ku...!!'
Sini Anak ku"jawab Umi nya lalu Harsya duduk samping Umi dan Abah"lalu abah pun pindah untuk berhadapan dengan Harsya serta Umi.
__ADS_1
"Ada apa harsya Kata Abah memulai percakapan nya dan obrolan nya..
"Besok berangkat jam berapa ke kota ?timpal umi nya.
pertanyaan Abah nya belum di jawab umi dah bertanya? sambil nyorocos ngomong ke arah Umi nya yang kesal dan jutek Harsya memandang Umi nya..
Umi dan Abah Hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang lagi merajuk.
Anak umi kalau lagi jutek Muka nya jelek ,,ledek umi nya
Harsya hanya memanyunkan bibirnya saja ke arah umi nya... biarin jelek juga banyak yang ngejar dengan membanggakan diri..." ucap Harsya
"Tapi masih jomblo celetuk umi nya....
"Abah Umi tuh ledekin terus Harsya....sambil memelas minta pertolongan ke Abahnya...!!
Umi nya nyengir dan bilang dasar tukang ngadu..hihihihihi
"Abah umi tuh jawab Harsya kearah Abahnya...
Udah umi jangan di ledekin terus Harsya..jadi gimana Harsya kata Abah.
INSA Allah besok pagi Harsya berangkat Abah....!
"Deg...."Deg...."jantung Umi berdetak kencang"wajah Umi nya bersedih yang tadi nya ceria ketawa sekarang berubah menjadi suram melihatnya dan menatap wajah anaknya yang telah menemani Umi nya selama 10 tahun lebih
melihat Umi nya bersedih lalu Harsya berkata," Umi jangan sedih dong Harsya janji seandai nya Allah SWT menemukan kedua orang tua Harsya gak akan melupakan Umi dan Abah,"lirih Harsya jujur dalam hati nya juga sedih..!
Umi bukan sedih anak ku menjawab ucapan Harsya Umi bahagia kalau Harsya bener bener mau mencari kedua orang tua nya berarti Harsya tidak melupakan siapa diri Harsya ada Harsya di alam dunia itu karna ada kedua orangtua yang melahirkannya"ucap Umi panjang lebar
"Ucapan Umi di angguki oleh Harsya dan di amin kan oleh Abah dan Harsya.....
bersambung.
dukung karya receh Author ya
karya perdana dan bukan penulis
kirim vote dan like'beserta komenya
__ADS_1
murni cerita hasil imajinasi dan khayalan author