
"Entah lah Dewi, aku juga heran kenapa dia berubah seperti ini." Jawab Indah tertunduk lesu.
"Indah sebenarnya bukan kekasih loe aja yang sudah sebulan susah di hubungi dan berubah, Kak Riyan dan Kak Azis juga sama seperti Kak Dirga berubah, seolah olah ada yang mereka sembunyikan atau tekanan dari Kak Harsya." Jawab Dewi dan di iya kan oleh Hani.
"Ini semua ulah Harsya lelaki yang tidak punya perasaan." Sahut Hani.
"Betul Hani................ Timpal Indah.
"Lebih baik kita temui mereka bertiga di apartemen nya." Saran Dewi.
"Kata kak Azis sekarang tinggal di kostan daerah Tebet Jakarta Selatan, mereka berdua tinggal di sana." Timpal Hani.
"Kenapa mereka tidak tinggal di apartemen.?" Tanya Indah penasaran.
"Aku tidak tahu." Jawab Hani.
Tidak sadar obrolan mereka terpantau dan terdengar oleh Tuan Iskandar selaku pemilik Kafe mewah itu, dan sahabat Ismail Orang Tua nya Tuan Muda Harsya.
Pria berusia 50 tahun kini keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menghampiri tiga gadis yang sedari tadi membicarakan Harsya terdengar kemarahan kepada pemuda itu.
"Selamat sore Nona Nona bolehkah saya ikut bergabung dan duduk dengan kalian semua." Tegur lelaki tua itu.
Mereka bertiga yang sedang asyik mengobrol seketika kaget saat salah satu suara lelaki setengah baya menegurnya dan meminta duduk bersama mereka bertiga.
"Ehk......., Anu...... Silahkan Tuan Iskandar." Ucap mereka tergagap.
"Terima Kasih......... Seraya duduk di meja kafe itu.
Setelah Iskandar duduk bersama mereka bertiga, lelaki tua itu langsung berbicara kepada inti dari pantauan CCTV yang ada di ruangan dalam kafe.
Nona Nona.......... Saya sarankan kepada kalian bertiga, jangan dulu berprasangka buruk terhadap sahabat kalian. Apalagi sampai menaruh rasa sakit hati dan dendam. Saya takut akan celaka terhadap diri kalian bertiga." Kata Iskandar menahan amarahnya di depan tiga gadis sahabat Tuan Muda Harsya.
__ADS_1
Indah, dan Hani beserta Dewi seketika kaget dan tercengang setelah mendengar perkataan dari lelaki yang baru duduk di meja kafe tersebut.
"Maksud dari Tuan Iskandar.?" Tanya satu dari mereka bertiga yaitu Dewi.
"Nona Dewi, Saya sudah tahu di hati kalian bertiga sedang mengumpat dan mencaci pemuda yang bernama Harsya sahabat kalian bertiga, dengan tersingkir nya kekasih kekasih kalian dari perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY dan kekesalan kalian di limpahkan kepada Tuan Muda Harsya, karna kalian berpikiran bahwa dia tidak tahu purwadaksi, tidak tahu dengan namanya balas Budi." Bukan begitu Nona Nona." Ucap Iskandar dengan senyuman kecut.
"Apakah salah kami bertiga mempunyai pemikiran begitu kepada Harsya, seorang pemuda yang tidak tahu balas Budi dan mementingkan pribadi nya sendiri tanpa peduli dengan orang orang yang telah berjasa kepada didinya. Kini Hani yang bertanya dengan suara yang cukup lantang kepada lelaki tua di hadapannya.
Iskandar yang mendapat kan perkataan yang nada nya sedikit tinggi dari seorang Gadis cantik seketika amarah nya meluap luap tapi masih dia bisa kontrol.
"Nona Hani yang terhormat, apakah anda kuliah tidak di ajarkan sopan santun bila berbicara kepada yang tua." Kata Iskandar dengan wajah yang geram.
"Maap Kan kami Tuan sopan santun kita hilang bila seorang dengan tegas dan yakin membela majikannya yang tidak tahu balas budi." Sahut Dewi ikut membela Hani.
"Aku benar benar tidak menyangka kepada kalian bertiga, Tuan muda berniat melindungi kalian, tapi balasan yang di dapat hanya cacian dan makian yang akan di terima oleh nya. Anda benar benar akan menyesal di kemudian hari." Jawab Iskandar geleng geleng kepala nya.
"Aduh Tuan Iskandar yang terhormat, apakah anda tidak salah dengan ucapan yang barusan anda katakan Harsya melindungi kami bertiga hahahaha hahahaha hahaha." Kata Indah dengan sombong sambil tertawa terbahak bahak.
"Perlu Tuan Iskandar tahu, kami bertiga tidak ada kamus rasa menyesal kepada seorang lelaki yang dengan serakah dan mementingkan diri nya sendiri dan menyingkirkan orang orang yang telah berjasa kepada nya. Atau jangan jangan Harsya itu bukan Anak dari Tuan Ismail Abdullah dan Nona Zahra." Ucap Hani menerka dengan senyuman sinis.
"Akan apa Tuan hah......... Bentak Hani.
"Aku akan membunuh mu saat ini juga." Geram Iskandar.
"Hahahaha. Silahkan kalau berani." Tantang Indah.
Entah setan apa yang merasuki mereka bertiga yang tadinya lemah lembut tutur sapa nya seketika setelah melihat berita tentang seorang pemuda pemilik perusahaan terbesar se-Asia menarik orang orang yang sangat berjasa dan di antara orang orang yang di tarik serta di keluarkan nya dari perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY terdapat tiga pacar mereka bertiga.
"Silahkan kalian bertiga keluar dari Kafe ini, saya bersumpah demi Langit dan Bumi, sebelum kalian menyesali ucapan mu dan meminta maap kepada Tuan Muda Harsya, Kafe ini najis di injak oleh tiga gadis sombong dan angkuh." Usir Iskandar dengan kemarahan yang meluap luap.
"Dengan senang hati Tuan Iskandar, kami akan pergi dan tak akan pernah lagi menginjak kan kaki di kafe milikmu." Jawab Dewi lalu mereka bertiga pergi meninggalkan lelaki paruh baya itu.
__ADS_1
************************************************
"Kriiiiing.................!
"Kriiiiing..................!
"Kriiiiing..................!
"Kak............ ponselmu berdering." Teriak seorang wanita.
"Tolong angkat dulu sayang." Jawab pemuda yang berada di luar sedang menyiram tanaman di sore hari itu.
"Halo........... Dengan siapa ini.?" Tanya seorang wanita yang menjawab telepon masuk.
"Maap, Nona muda saya Tsubasa, ada sesuatu yang penting untuk di sampaikan kepada Tuan muda Harsya." Kata seorang di sebrang sana.
"Baiklah sebentar akan saya sampaikan dan berikan ponsel ini kepada suami saya." Kata Halimah istri dari Tuan Muda Harsya.
Halimah pun langsung berjalan keluar Mansion dan menghampiri pemuda yang sedang ada di taman samping Mansion mewah itu.
"Kak......... Ini telepon dari Tuan Tsubasa ingin berbicara penting." Ucapnya setelah sampai di samping suaminya.
"Hmmmmmmm." Gumam nya lalu menerima ponsel dari Halimah.
"Halo....... Tuan Tsubasa ada informasi penting apakah yang akan kau sampaikan di sore hari ini.?" Tanya Harsya .
"Tuan muda Naga Saki Sempur telah menyewa beberapa intelijen handal guna menyelidiki perusahaan yang baru Tuan gabungkan dan mister Kong Kong sudah memberangkatkan 500 orang guna di tempat kan di perusahaan KOBRA COMPANY GRUP dan mereka bertiga kini tidak main main tujuan utama mereka datang ke negara anda guna menghancurkan perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY dan membalas dendam atas kematian Dani Rustandi dan beberapa anggota Genk Kobra Beracun yang sudah di bantai oleh orang orang Tuan Muda." Kata Tsubasa memberi tahukan informasi yang dia dapatkan dari pertemuan tiga sahabat Dani Rustandi di kota Chiyoda tepatnya di negara Jepang.
"Hmmmmmmm.' Menjadi target mereka saat ini perusahaan milikku dan orang orang yang telah membantai Dani dan Ruli Siregar Rusady." Kata Harsya bertanya.
"Betul sekali Tuan' Muda..................!
__ADS_1
"Baiklah Tuan Tsubasa saya mengerti dan anda sibuk lah di sana terus pantau mereka bersama kedua anak dedengkot petinggi Organisasi yang sudah tiada di negaraku." Ucap Harsya mengakhiri telepon nya.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.