
Sementara Ardi dan Rianti Direktur keuangan XFRES GROUP kini telah berada di bandara internasional Soekarno-Hatta untuk kembali ke kota Jogja dengan membawa kebahagiaan karna kesepakatan telah terjalin dengan mulus bersama Sugianto.
"Sayang kita tinggal satu langkah lagi yaitu tanda tangan dari Radit yang kini mungkin sudah dalam genggaman Dion anak buah kita." Kata Ardi kepada selingkuhan nya itu.
"Terus untuk Abdullah dan istri beserta Alex bodoh itu bagaimana bukan kah kita perlu tanda tangan mereka untuk mengakusisi perusahaan XFRES GROUP? Tanya Rianti.
Itu sudah menjadi urusan Sugianto kita tinggal terima bersih nya saja, tugas kita meyakinkan seluruh staf kantor dan Advokad perusahan XFRES GROUP. Jawab Ardi dengan jumawa.
"Baiklah sayang untuk urusan kantor sudah kita pegang sama sama.'' Kata Rianti bangga kepada suami dari istri orang itu.
Ardi tersenyum dan mengangguk. Tak lama kemudian mereka pun pergi menuju pesawat yang siap mengudara membawa mereka berdua kembali ke kota Jogja.
*********************************
Malam pun kini telah beranjak datang menemui bumi Pertiwi di kota Jakarta sosok dua lelaki yang masih gagah dan pemberani di usia yang kini menginjak 40 tahun sudah bersiap siap untuk pergi dari Mansion mewah milik Tuan Muda Harsya.
Obrolan panjang bersama Orang Tua dari dua gadis yang mereka cintai di waktu pertama datang di bawa oleh anak sahabat nya itu.
"Tuan muda kami berdua ijin pamit untuk bertemu dengan mantan pengawal dan penjaga Mansion Tuan Besar Abdullah di salah satu Kafe milik anda." Kata Ucok dengan memakai setelan baju santai.
"Silahkan Abang.....! Dan di Kafe tersebut Ken dan Rex sedang berada di ruangan Manajer setelah memantau percakapan antara Ardi dan Sugianto." Jawab pemuda yang di panggil Tuan Muda itu.
"Siap Tuan muda. " Kata Cok Ben bersamaan. Seraya membungkuk hormat dan memutar melangkah untuk berjalan tapi segera di tegur oleh Harsya.
"Abang Ucok dan Beni, aduhhh.....! Cium tangan dulu sama calon mertua.! tegur Harsya seraya tersenyum jahat.
Mereka berdua langsung memutar badan dengan tangan garuk garuk serta bergumam tak karuan wajah menahan malu.
Ayah, Ibu mertua kami pergi dulu menjalankan tugas dari Tuan Muda sableng." Kekeh Ucok seraya mencium kedua tangan orang tua Inah dan Ineh. Membuat Harsya tertawa lepas terbahak bahak.
"Huh.........! Ini Tuan Muda kumat tingkat jahil nya bila tidak harus pergi dari sini." Gumam Beni menunggu giliran untuk mencium tangan calon mertua itu.
__ADS_1
"Nah........! Ini baru calon mantu yang berbakti dan di idam idamkan oleh Wa Edi dan Wa Imas.! Timpal Ujang Suparman menggoda Cok Ben.
"Waduh........! Kang Ujang malah ikut ikutan," Sahut Ucok.
"Kang Ujang mantap.! Kata Harsya dengan acungi jempol, dan di balas langsung Ujang dengan acungi jempol mata berkedip kearah Ucok.
"Sudah.........! Sudah........! Sudah.......! Kalian berdua berangkat dan berhati hati lah dalam melaksanakan tugas yang di berikan oleh Aden Muda Harsya? Kata Edi ayah dari Inah dan Ineh calon istri Cok Ben.
"Baik Ayah mertua. " Jawab Cok Ben serentak. Lalu mereka berdua pergi secara cepat karna bila lama lama akan menjadi bahan candaan Tuan Muda Harsya yang tingkat jahilnya naik menuju level 12.
*****************************
Di salah satu Mansion mewah milik dedengkot Genk Kobra Beracun, seorang wanita setengah tua sedang menerima telepon malam itu.
"Sayang kapan kau akan kembali ke negara mu? Tanya satu suara wanita kepada penerima telepon.
"Sabtu Pagi, istriku bersama Gareng menuju jalur laut di bantu oleh ketiga sahabat ku." Jawab Dani Rustandi.
"Kenapa harus memakai jalur laut, keberangkatan menuju kesini? Tanya Windi penasaran.
"Huh.......! Ini semua ulah Jhonny dan Citra serta Syamsul yang bekerja sama bersama Anton Sideka sialan itu. Hingga Visa pemberangkatan ku bersama Winda di cekal. " Kesal istri dari Dani Rustandi.
"Aku mengerti sayang kekesalan mu, sekarang kamu tunggu saja dulu di Mansion jangan keluar rumah dan bila seandainya keluar rumah usahakan untuk memakai masker dan berkerudung." suami nya mengingat kepada istri dan anak nya.
"Baiklah suamiku secepatnya kau kembali aku sudah bosan berdiam diri dari kemarin kemarin bersama anak dan adikku." Keluh Windi, membuat Dani Rustandi iba dan kasihan.
"Siap sayang kalau begitu saya akan mengakhiri panggilan telepon ini. Silahkan kamu beraktivitas lagi di sana.! Kata suami dari Windi.
Telepon pun berakhir Windi menutup gagang telepon itu. Langsung berjalan kearah ruangan keluarga yang sudah berada Winda istri dari Gareng bersama anak dan anak nya.
"Kak Windi bagaimana obrolan dengan Abang Dani Rustandi? Tanya Winda setelah melihat kakak' nya berjalan kearah mereka duduk.
__ADS_1
"Abang Ipar mu dan suami mu hari Sabtu akan pulang menuju jalur laut." Jawab Windi kini duduk di samping Anastasia anak semata wayangnya.
"Tante kenapa harus melalui jalur laut.? Tanya anak dari ketua Gareng.
"Entah lah Paman mu cuma bilang untuk mengecoh musuh nya." Jawab lesu Windi.
******************
Satu Unit Mobil Marcedez Benz yang sudah di modifikasi dengan bawah cever dan knalpot racing membelah jalanan menuju kawasan Bintaro Jakarta Selatan.
Tepat mobil tersebut masuk di penataran halaman Kafe bintang bernuansa malam yang begitu cerah tampak bintang bintang di langit memancarkan cahaya secara berklip pan.
Para penjaga serta pengawal yang berada di situ sudah di beritahu terlebih dahulu oleh mereka berdua seakan tidak boleh menonjolkan kehormatan nya kepada Cok Ben karna pertemuan kali ini dengan salah seorang Anak buah yang tersisa dari Genk Kobra Beracun.
Cok Ben pun kini turun dari mobil mewah nya dan langsung berjalan kearah pintu masuk kafe milik tuan muda Harsya. Yang sudah di tunggu oleh Suparno dan Boled.
Setelah mengetahui dua orang yang menunggu nya Ucok pun berjalan sedangkan Beni memesan kopi untuk di hidangkan di meja yang di tempati oleh dua orang yang sudah datang.
"Parno dan Boled, apakah kalian berdua sudah lama menunggu? tegur seorang dari arah belakang.
Mereka berdua pun menoleh langsung tersenyum dan menjawab teguran dari seorang yang mereka kenal.
"Belum Bang Ucok baru lima menit yang lalu, kemana Abang Beni? Tanya satu di antara mereka berdua.
"Woy........! Gue di sini teriak suara yang baru di tanyakan oleh Parno. Hingga mereka berdua tersenyum kearah Abang Beni.
Abang Beni dan Abang Ucok mari kita duduk. Ajak Boled setelah mereka berdua tiba.
Baiklah.! Cok Ben pun duduk bersama mereka berdua karna ada yang mereka bicarakan kepada Cok Ben.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
__ADS_1
Bersambung.
***********