TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Niat Baik kiayi sepuh


__ADS_3

Niat Baik Kiayi sepuh


"Assalamualaikum" ucap pemuda yang di panggil oleh Fatimah suruh menghadap kepada Kiayi Sepuh.


"WaallAikum Salam," Nak Azis sini masuk,jawab Kiayi sepuh menyuruh Azis untuk duduk di ruangan Kiayi Sepuh.


Lalu Azis menghampiri nya dan Langsung mencium tangan Kiayi Sepuh.


"Nak,"Azis mau," kopi," tanya Kiayi Sepuh,


"Terima kasih," Kiayi Sepuh tidak usah repot-repot," jawab pemuda yang bernama Muhammad Azis.


"Nak," Azis tidak, usah sungkan," kata Kiayi Sepuh


"Azis hanya tersenyum."lalu Azis bertanya Ke Kiayi Sepuh dengan rasa penasaran nya alasannya di panggil kesini,"


Kiayi ada perlu apa menyuruh Fatimah saya di suruh menghadap Kiayi Sepuh," anya Azis dengan wajah tertunduk.


"Begini nak Azis abah menyuruh mu datang menghadap ke Abah,"ada yang perlu di obrolkan,jawab Kiayi


"Silahkan," Kiayi Sepuh utarakan," saya siap mendengarkan nya,"kata Azis murid Kiayi Sepuh


"Nak,Azis seandainya Abah memberi tugas Kepada Nak Azis Apakah bersedia,?"tanya Kiayi Sepuh.


"Bismillahirrahmanirrahim" insyaallah bersedia," jawab Azis yakin.


suatu anugrah terindah di beri tugas oleh guru nya tanda balas murid kepada guru nya ucapnya dalam hati


Begini Nak Azis tahu kan Harsya teman sekamar Nak Azis dulu waktu Harsya masih belajar di sini.


Iya....."...."Kiayi tahu dan masih ingat sampai saat ini

__ADS_1


anak super jail waktu sekamar denganku sering gue di Jahilin sama Harsya kata Azis sambil tersenyum.


Azis itu sosok orang ceplas-ceplos dalam berbicara. orang nya ceria mudah tersenyum dan tak pernah dendam walau pun kehidupan nya seperti Harsya yang serba kekurangan dan sudah tidak punya ayah


Azis ikut dengan Kiayi Sepuh sudah delapan tahun di saat usia 15 tahun di titipkan oleh orang tua nya dari pada berkeluyuran di jalan.


"Iya Nak Azis Harsya teman sekamar nak azis dulu.


"Jadi bagaimana mana Kiayi Sepuh," ucap Azis yang belum mengerti arah pembicaraan nya


Lalu Kiayi Sepuh pun menjelaskan semua nya, kepada pemuda yang sedang duduk berhadapan dengan guru nya sekaligus orang tua kedua nya


Sekira nya Nak Azis bersedia nanti waktu nya di beritahu kurang lebih seminggu dari sekarang,"Nak Azis hanya menjadi pengawal sekaligus teman buat Harsya,"ucap Kiayi Sepuh panjang lebar menjelaskan nya


sepenting itu kah Harsya Di mata Kiayi Sepuh atau Harsya calon mantu nya kiayi Apakah Harsya telah di jodohkan Kaka Fatimah yaitu Halimah gumam nya dalam hati azis.....


Nak Azis bagaimana mna ujar Kiayi Sepuh yang membuyarkan lamunannya," ucap Kiayi Sepuh bertanya


"Bagus kalau begitu nanti pas waktu nya Abah Kasih tahu nak Azis sahut kiayi sepuh"


Jangan lupa minta ijin dulu nak Azis sama orang tua nya nak Azis kata Kiayi Sepuh.


Azis hanya mengangguk dan sambil ijin pamit karna tidak ada lagi pembahasan ucap Azis sambil berjalan keluar rumah kiayi sepuh.


Begitu lah Harsya cerita nya," ucap Azis panjang lebar menjelaskan kepada Harsya dan tiga gadis cantik yang sedang berada di rumah pemuda tampan itu.


"Yaa....."..' kalau gue gak usah atau gak mau bagaimana?"jawab Harsya


"Sory Harsya ini perintah dari Kiayi Sepuh,"gue tetep akan mengikuti mu sebagai pengawal bayangan,"sahut Azis.


Ya....."..."udah loe ikut saja kemana gue melangkah walau pun ke lubang semut juga loe ikut hahahaha kekeh Harsya santai sambil tertawa cekikikan.

__ADS_1


Dasar pe,a loe Harsya dan sedeng kata Azis..."kesel gue serius loe bercanda.


"Ehk.......''...." loe tuh yang sedeng dan oleg kata Indah dan Dewi bersamaan.


Sontak malu dan merah wajahnya di depan kedua pemuda itu beda sama Hani yang notabene nya suka ceplas-ceplos hampir sama kaya azis....!!


"Ahk......"..."rese lu timpal Azis," ,


Sekali lagi loe zis menghina kak Harsya,"gue sama teman teman gue bakalan loe tendang ke negara Afrika hahahaha sambil tertawa terbahak semua nya.


sebenarnya ada apa ya Kiayi Sepuh sampai ngirim Azis menjadi pengawal sedangkan gue sendiri kehidupan di Jakarta belum tentu bagaimana gue membayar nya.ucap Harsya dalam hati kebingungan.


"Kaka setelah di kota Jangan pernah lupain Indah ya," lirih indah sekecil mungkin suara nya,"dan di teruskan oleh Dewi dan Hani perkataan Indah sahabatnya.


Dewi Indah Dan Hani refleks mereka menatap wajah Harsya bersamaan...!!dan Harsya pun menjawab, Doa in kaka,"ucap harsya kepada meraka Bertiga...!!


"Lalu mereka mereka bertiga hanya mengangguk," tidak bergairah,lesu lemas yang di rasakan oleh tiga gadis itu.


Harsya pun mulai berbicara dan menjelaskan kepada mereka bertiga.


Kaka tidak akan lupa dengan kampung ini susah senang canda tawa tentang menjalani kehidupan di kampung ini tidak akan pernah kaka lupakan.


Umi dan Abah yang ikhlas merawat kaka dari di temukan kaka di hutan sampai saat ini kasih sayang yang mereka berikan kepadaku tidak akan pernah tergantikan atau pun terbalas oleh nyawa sekaligus.


Tetangga dan Kiayi sepuh yang terus memberikan nasehat dan petuah,,apakah kalian akan berpikir bila Kaka lupa purwadaksi,itu bukan bagian sipat kaka yang akan melupakan balas budi....!!


Indah Dewi dan Hani kalian semua orang yang berarti buat kaka kalian semua orang yang banyak membantu kaka, kalian yang mengerti tentang Kaka,di saat kaka susah di saat kaka di hina di saat kaka di caci di saat kaka bersedih uluran tangan dari kalian bertiga yang tidak bisa kaka lupakan untuk saat ini.


Demi ibu dan ayah HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH berjanji tidak akan pernah melupakan kalian bertiga sebatas kemampuanku.


Mereka bertiga pun kaget bahwa baru mengetahui nama kepanjangan nya kak Harsya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2