TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Penyelamatan Halimah dan Ariani


__ADS_3

Tidak lama kemudian Mobil mewah Lamborghini Aventador beserta Toyota Alphard dan mobil lainnya sampai di depan gedung tua sesuai serlock yang di berikan oleh Gandi.


Pemuda itu langsung turun bersama Iwan kupluk dan di mobil belakang Suhardi serta Maman dan para pengawal ikut turun menghampiri Tuan muda.


Harsya melihat sekeliling dan dirinya melihat sebuah mobil yang dia yakini adalah mobil Ariani.


"Paman bukan kah itu mobil Ariani.? Tanya Harsya menunjuk kearah mobil yang sedikit jauh. Hingga Suhardi pun menatap arah yang di tunjuk oleh Harsya.


"Benar, Tuan Muda itu mobil Anakku, mari kita hampiri." Ajak Suhardi.


"Sebentar Paman, kita hubungi dulu orang orang kita sedang berada di mana,


Maman hubungi sekarang posisi Gandi ada di sebelah mana!. Titah Harsya.


"Baik' Tuan' Muda,


"Disaat Maman Tomat mau menghubungi Gandi, satu pesan singkat masuk kedalam aplikasi wasttap, segera dia buka terlebih dahulu.


"Maman Tomat saya tidak jauh dari lokasi di mana, Nona Halimah dan Ariani sedang di sekap oleh beberapa Preman, sebaiknya kalian semua segera bergerak melalui pintu belakang, saya akan bergerak dari arah depan. " Pesan singkat dari Gandi langsung di balas cepat' oleh Maman Tomat.


"Tuan Muda Gandi menyuruh kita bergerak dari arah belakang gedung tua ini untuk menyelamatkan Nona Ariani dan Halimah sedangkan mereka bergerak dari arah delapan. " Kata Maman.


"Ayo." Segera kita bergerak. " Kata Harsya memberi perintah.


*************


Sementara dalam gedung tua itu mereka sedang asyik berpesta minuman keras karna sebentar lagi akan mendapatkan uang yang lumayan serta dapat tidur dengan dua gadis cantik tanpa sadar malaikat maut mengintai delapan Preman itu.

__ADS_1


"Ken dan Rex serta Fander bersama Galang dan Riyan berjaga dari kejauhan bila tiga pemuda itu datang langsung sergap dan bawa ke markas besar XFRES GROUP dan kasih pelajaran satu atau dua kali pukulan telak kepada mereka bertiga." Titah Gandi dan mereka pun mengangguk.


"Prok...... Prok....... Prok....... Suara tepuk tangan menggema seiring kaki mereka bertiga melangkah menghampiri delapan Preman yang sedang berpesta dengan minuman ROSO ROSO.


Mendengar tepukan tangan dari mereka bertiga, komplotan preman itu berdiri dengan memegang beberapa senjata dan botol botol minuman kosong.


Gandi yang memang tidak suka banyak bicara hanya memperhatikan saja apa tindakan yang akan di lakukan oleh mereka dan mengulur waktu untuk Tuan Muda menyelamatkan Nona Ariani dan Halimah yang di sekap di kamar gudang Tua ini.


Kalian bertiga siapa Hah.! Berani sekali masuk di gedung ini. Kau tahu bahwa kawasan ini berada di bawah kekuasaan kami. Dan kalian akan tahu siapa kami! Kata orang yang mungkin adalah bos dari kelompok itu.


"Oh ya! Apa yang akan kau lakukan kepada kami." Tanya Azis nyengir kaya kuda Nil.


"Kalian hanya anak anak ingusan yang harus di kasih pelajaran dari kami agar tidak menggangu kesenangan dari kami semua." Kata lelaki itu lagi.


"Aku tidak suka banyak bicara. Jika ingin berkelahi maka maju lah. " Kata Gandi yang kini mata nya sudah memerah.


"Kurang ajar bajingan serang mereka." Kata lelaki yang sedang memegang rotan kayu.


Azis yang sedikit tubuh lebih kecil dengan seni beladiri memakai jurus monyet, hanya bisa menyusup dan menghajar kantong warisan leluhur, salah seorang dari preman itu, membuat orang itu melengking menjerit setinggi langit.


Satu orang dua orang tiga orang menjadi bulan bulanan serangan ala monyet milik Azis hingga terjatuh ke aspal sambil memegangi kantong milik warisan leluhur nya itu akibat tendangan Azis nazmudin.


Walaupun jumlah mereka sedikit, namun ketiga anak muda ini, bukan lah makanan ringan bagi para preman itu. Terutama bagi Gandi yang sudah merasakan asam garam nya dunia perkelahian bersama Tuan Alex. Dia seperti singa yang sedang kelaparan, menerkam siapa saja yang dekat dengannya. Satu tendangan dari nya membuat preman itu tidak bisa berdiri lagi.


Gandi kini bagai orang kesurupan yang menghantam dan menendang siapa saja yang berada di dekat nya membuat beberapa di antara mereka kewalahan. Dan itu baru dua orang saja belum termasuk Dirga yang mempunyai tendangan super yang bisa membuat orang terpental jauh bila sudah merasakan tendangan dari Dirga.


**********

__ADS_1


Sementara dari arah belakang gedung Tua, Tuan Muda bersama Suhardi dan Maman Tomat serta Iwan mulai masuk di saat perkelahian di dalam sedang terjadi. Bener pas di lihat dua gadis sedang di ikat di kursi dalam keadaan pingsan, Akibat di bius oleh para Preman itu.


Maman Tomat dan Iwan pun segera membukakan ikatan talinya dan langsung membawa mereka berdua keluar untuk di bawa ke rumah sakit terdekat.


"Pintu pun di dobrak oleh kaki Tuan Muda Harsya karna marah nya sehingga perkelahian di antara mereka bertiga terhenti sesaat melihat kearah pintu yang di dobrak sangat keras.


"Gandi, jangan biarkan mereka seorang pun melarikan diri dan bawa langsung ke Markas Besar. Bentak Tuan muda dengan suara lantang.


"Dengan senang hati Tuan Muda perintah dari anda akan saya laksanakan." Jawab Gandi seraya menghajar para preman dengan membabi buta.


"Maman dan Iwan cepat bawa kerumah sakit sekarang juga, sesaat mereka terhenti karna rasa gatal di tangannya ingin ikut berkelahi bersama mereka.


"Ba....! Baik.....! Tuan Muda.......!


Setelah kepergian Tuan muda bersama yang lainnya membawa Halimah dan Ariani menuju rumah sakit, perkelahian pun kini pecah kembali dan hanya tersisa tiga orang saja yang masih bertahan sedangkan kelima orang sudah babak belur.


"Para pengawal yang sebagian ikut membantu perkelahian Gandi dan Dirga bersama Azis kini mulai memukul dan menendang ketiga preman yang tersisa.


Singkat cerita kini semua preman itu babak belur dan tergelatak di lantai gedung tua itu. Dan beberapa pengawal pun langsung mengikat untuk di bawa ke markas besar XFRES GROUP.


Sementara ketiga pemuda yang mempunyai rencana gila itu, sudah di amankan oleh orang orang yang mengintai di luar dan di bawa langsung ke markas setelah di beri na pelajaran dua pukulan dari mereka berlima hingga salah satu dari mereka bertiga memuntahkan darah dan pingsan.


Di Rumah Sakit yang tidak jauh dari tempat kejadian tersebut, dua gadis cantik itu pun langsung di bawa ke ruangan unit gawat darurat untuk di berikan pertolongan oleh dokter yang berada di rumah sakit tersebut.


Alhamdulillah mereka berdua hanya pingsan akibat obat bius dan tak akan lama lagi akan segera siuman.


"Kegelisahan Tuan Muda Harsya dan Suhardi kini sudah tenang dan mengucapkan rasa syukur atas terhindar nya marabahaya kepada dua gadis itu.

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung


__ADS_2