
Cucuku
"Pesawat Kemudian lepas landas di bandara internasional Soekarno-Hatta Dengan Selamat....!!
Mereka bertiga Hanya Diam Tampa bersuara satu kata pun dan hanya Menikmati Penerbangan nya...."
Setelah menempuh perjalanan Sekitar Satu Jam lebih mereka bertiga pun mulai memasuki lorong pemeriksaan di bandara internasional Soekarno-Hatta
"Setelah mereka bertiga pun beres dengan pemeriksaan Nyonya Besar dan Tuan besar Abdullah keluar menuju pintu bandara sebagai penunjuk jala tak lama kemudian Mobil Jemputan pun Datang Untuk Membawa tuan Besar dan Nyonya Besar Menuju ke Kota C Kota Kecil dengan Sejuta Ragam Keindahan yang Ada di kota Tersebut dan melanjutkan menuju Ke kampung Tempat Cucu nya Selama Lima tahun belajar di padepokan Macan putih... milik kiayi Sepuh
Atas permintaan Istri nya Tuan Abdullah untuk Sekedar melihat dari kejauhan dan mengobati rasa Kerinduan nya kepada Ismail yang sudah pergi selama 20 tahun dan tak pernah kembali lagi dalam pelukan hangat sang ibu yang telah melahirkan nya...!!
maka berinsiatif untuk menemui Tuan muda Harsya di pangkalan tempat Harsya dan teman nya mengais rezeki nya...
Lalu Tuan Alex mengirim Pesan wasttap kepada para pengawal nya Untuk membuntuti secara Sembunyi sembunyi dari kejauhan dan atur sebaik mungkin Agar tidak mencolok dan mencurigai Nyonya Besar sedang melihat Tuan muda Harsya, ucap pesan suara Tuan Alex kepada para pengawal
Tidak lama kemudian mobil pun melaju ke arah dua pemuda yang biasa nya nongkrong di warung kopi dekat kampus milik Tuan Abdullah," Hanya perjalanan 30 Menit mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan gerbang Kampus di kota Jakarta
Alex.....!!..."coba tunjukan yang mana anak dari menantuku zahra yang bernama Harsya yaitu Cucuku" ucap Nyonya besar
"Setelah mendapat perintah dari nyonya besar ,"Alex pun menunjukkan orang yang Sedang Duduk berdua Sambil Asik mengobrol memakai Kaos berwarna Hitam Itu tuan Muda Harsya Anak dari tuan muda ismail dan nona Zahra Jawab Alex kepada nyonya besar sembari jari nya menunjuk kearah pemuda tersebut.
Sontak Tuan Abdullah dan istri nya Berurai Air mata Bahagia Melihat cucu nya kerinduan selama 20 tahun terobati hanya Melihat dari kejauhan saja Sudah Terasa bahagia Apalagi bila hidup bersama.
"Sayang Sabar yaa tak lama lagi kita akan berkumpul bersama dengan cucu kita kata Suaminya menguatkan hati istrinya yang begitu merindukan sosok anaknya yang sudah tiada mendahului ibu dan ayahnya.
__ADS_1
Seketika istri nya Mau turun dari dalam mobil buru buru di tahan dan di cegah oleh Suami nya sambil menggelengkan kan kepala Nya..
Istri nya berkata hanya ingin menatap lebih dekat lirih Istrinya..! dan mengangguk tanda menyetujui tindakan dari Suami nya.....!!
Alex....!...." ayo berangkat sekarang, kata Tuan Besar memerintahkan kepada asisten nya untuk segera melajukan mobil nya.
Siap......"....!Tuan Besar Abdullah," timpal Alex sembari berangkat menuju padepokan Macan putih yang jarak tempuh 4 jam melalui jalan tol,Lebih cepat ketimbang memakai motor karna jalan yang harus memutar....!!
padepokan Macan putih
Sementara di kediaman padepokan Macan putih Abah Jaeludin dan Umi Aminah yang lagi ngobrol sama kiayi sepuh, Menanyakan Maksud Tujuan Kiayi Sepuh Memanggil mereka berdua Kesini.
Abah Jaeludin dan Umi Aminah sebentar lagi Akan Ada Tamu spesial Kurang lebih 3 jam atau 4 jam lagi menurut penglihatan Saya Sahut kiayi Sepuh.
kalau boleh Tahu Kiayi Siapa Tamu spesial itu? Tanya Abah Jaeludin kearah kiayi sepuh rasa penasaran nya di panggil secara tiba tiba
Sudah Kiayi Sepuh ada dalam tas istri Saya," jawab Abah Jaeludin,
"Simpan dulu abah Jaeludin," kata kiayi sepuh
Obrolan hangat bersama kiayi sepuh Abah Jaeludin Bu Aminah serta istri Kiayi Sepuh dan gadis cantik yang terbalut hijab putih Halimah.
Dengan di iringi Canda Tawa dan sesekali memakan cemilan yang Sudah di sediakan oleh Halimah,
Abah Jaeludin dan Umi Aminah Sesekali menatap putri kiayi sepuh yang cantik dan sopan.
__ADS_1
Cocok kaya nya kalau Harsya bersanding dengan putri kiayi dalam hati Bu Aminah Sedangkan Gumam Nya Yang Abah jaeludin sama Seperti Yang Di pikirkan Oleh Umi Aminah
Sudah di kota C gumam kiayi Sepuh sontak pa Jaeludin umi Aminah serta Halimah dan istri Kiayi sepuh mengkerut aslinya,
Mereka Yang hadir di buat penasaran oleh sosok lelaki yang masih terlihat gagah walau usianya sudah menua.
Lalu dengan Memberanikan diri Abah jaeludin bertanya Siapa yang kiayi maksud sudah sampai di kota C ?
Kiayi hanya menjawab tamu Spesial, Tampa bertanya lgi Abah Jaeludin pun hanya berdiam diri dalam pikirannya.
Sosok Seorang kiayi Sepuh mempunyai Indra ke enam dengan penglihatan da mata batin yang Sempurna,
Dan tidak pernah meleset apa yang di ucapkan oleh kiayi sepuh Selalu tepat Sasaran.
Sosok Seorang ulama karismatik di daerah tersebut Dan Tidak mau di kenal Oleh banyak orang.
Banyak dari aparat desa Setempat pegawai pemerintah kepolisian dan abdi negara yang hanya sekedar meminta doanya agar niat nya terlaksana
Sampai tingkat gubernur juga berani mengantri kalau mau bertemu dengan kiayi sepuh," mau tidak mau sekelas gubernur pun tidak bisa seenaknya bertamu ke Kiayi Sepuh.
Berbeda dengan tingkat orang yang tidak mempunyai apa apa Hidup serba kekurangan Kalangan menengah kebawah kiayi sepuh selalu mendahulukan," Tampa di minta imbalan sepeser pun, ketimbang orang orang berduit punya pangkat dan jabatan enggan untuk berhadapan kalau tidak terpaksa karna rupa rupa permintaan dengan janji janji manis yang kadang tujuan sudah tercapai jabatan di dapat lupa dengan kalangan bawah kalau sudah naik di atas
"Sosok Tawadhu Berendah diri dan tidak sombong Salah satu Ciri khas nya Kiayi sepuh serta mata batin yang begitu sempurna," tidak heran berbondong bondong untuk meminta bantuan secara tidak kasat mata
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa like dan komennya hanya karya receh dan pemula vote nya