
Iring iringan mobil mewah membelah jalanan Tol Jakarta Tangerang menuju Jakarta pusat. Iring iringan itu membawa satu tahanan penting di organisasi Genk Kobra Beracun yang bernama Brewok untuk di bawa ke Markas Besar XFRES GROUP dan akan di tahan di ruangan bawah tanah.
"Sementara di dalam mobil sosok warga negara Inggris yang begitu tampan dan di bawa oleh majikan nya yang telah di percaya untuk melindungi keluarga Elisabeth atas perintah mendiang ayah nya.
"Sosok pemuda X Fander itu pun kini di beri tugas oleh Tuan muda Harsya untuk memata matai empat dari sahabat orang kepercayaan tuan muda yaitu Cok dan Ben.
"Tuan Fander bisa kau jelaskan tentang semua ini.'' Tanya gadis pemandu lagu tersebut yang sudah stabil napas nya saat ini. Disaat ketakutan melanda dirinya.
"Fander pun hanya tersenyum mata nya pokus pada jalanan yang sedang ia kemudikan untuk menuju ke Markas Besar.
"Nanti saya jelaskan kalau sudah sampai ketempat di mana lelaki bangsat itu di tahan." Jawab Fander dengan sorot mata tajam ke depan.
"Huh.....! Keluh gadis cantik itu.
"Fander hanya tersenyum.'' sekilas melirik kearah gadis tersebut yang sedang kesal kepada dirinya. dan mulai bertanya.
"Apakah kau punya masalah dalam keluarga mu?" Tanya Fander seraya mata terpokus kedepan.
"Lia......! Diam bergeming tak menjawab tapi matanya sembab menandakan kesedihan dalam dirinya.
"Kenapa diam? Tanya Fander lagi.
"Kenapa Tuan menanyakan hal itu kepada saya.! Tanya balik Lia.
"Kamu tinggal jawab iya atau tidak." Ucap Fander.
"Iya......! Aku sedang mempunyai masalah dengan keluarga dan saat ini saya sedang membutuhkan uang untuk biaya operasi ibu saya.! Keluh Lia.
"Baiklah aku mengerti.! Sudah berapa lama kau kerja di Club malam itu.' Tanya Fander
"Baru satu minggu dan ini juga aku terpaksa karna butuh biaya untuk Oprasi ibu saya." Lirih Lia seketika air mata nya mengalir di pipi mulus nya.
"Sudah.......! Sudah.......! Sudah......! Jangan menangis urusan ibu mu buat biaya operasi akan saya tanggung tapi dengan satu syarat bagaimana? Kata Fander.
"Apakah syarat yang di minta dari Tuan saya akan melakukan yang penting ibu ku bisa di operasi." Kata Lia bersemangat dan menyeka air mata nya.
"Syarat nya kau keluar dari Club malam itu." Kata Fander.
"Apakah sederhana itu Tuan syarat yang anda berikan kepada saya." Tanya Lia penasaran.
"Fander mengangguk dan tersenyum manis.
"Tidak lama kemudian obrolan mereka berdua pun terhenti ketika Fander membanting setir menuju Gerbang Markas Besar XFRES GROUP yang sudah di tunggu beberapa para pengawal.
"Lia ayo kita turun." Ajak Fander seraya membuka kan pintu mobil nya.
__ADS_1
"Setelah mereka turun lalu menghampiri Jabar yang sudah terbangun dari tidur nya dengan tangan di ikat dan mulut di lakban. Tatapan mata Jabar mengarah kepada pemuda yang baru turun dari mobil nya dan menghampiri dirinya.
"Pengawal buka lakban nya." Perintah Fander.
"Baik." Tuan. seraya membuka lakban Jabar.
"Cuih.....'' Bedebah kau Fander....! Kalau berani hadapi saya seorang diri bangsat." Geram." Jabar.
"Fander tersenyum jahat dan langsung menampar lelaki laknat itu.
"Plak.......! Ini tamparan buat anak buah ku yang telah kau bunuh. Hah....!
"Plak.......! Ini tamparan kedua buat manusia licik seperti kau bangsat.....!
"Plak........! Ini tamparan ketiga untuk kau dariku.....!
"Bugh.....! dan ini pukulan dari Tuan muda Harsya di wakilkan kepada saya."
"Jabar semakin meluap luap amarah nya tapi apa daya dia tidak bisa berbuat apa apa saat ini. karna dia tangannya di borgol.
"Pengawal bawa ke ruangan bawah tanah dan gantung seperti dia menggantung Tuan Khabil Ardana." Perintah Fander dengan Lantang.
"Siap. jawab mereka serentak lalu menyeret Jabar dengan paksa.
*
*
*
"Tuan muda beserta yang lainnya berhenti dari jalan kaki menuju lobby hotel itu dan membalikkan badan di ikuti oleh Halimah dan yang lainnya.
"Salah satu dari lima mobil yang cukup mewah pun keluar sosok pria berusia sama dengan Ujang Suparman dan tersenyum kearah Halimah mau pun Ujang Suparman.
"Halimah pun berbisik ke telinga pemuda yang berdiri di samping nya bahwa lelaki itu paman Anton Sideka brigadir jenderal Anton Sideka yang di telepon oleh Abah Kiayi Sepuh.
"Pemuda yang di sebut Tuan Muda pun menghampiri nya dan langsung membungkuk hormat kepada Anton Sideka.
"Salam kenal Paman Anton Sideka" Kata Harsya membungkuk hormat.
"Bangun...! Anakku...! Tidak usah pormal." Balas Anton Sideka seraya membangunkan Tuan muda Harsya lalu memeluknya.
"Setelah memeluk Tuan muda Harsya lalu menyapa Ujang Suparman dan memeluk anak kiayi sepuh.
"Tuan' Muda Harsya." Kita ngobrol di lobby Hotel ajak." Brigadir Anton Sideka.
__ADS_1
"Mari Paman." Balas Harsya.
"Pak Manajer antar kami berdua keruangan Khusus untuk meminum kopi bersama Paman Anton Sideka." Titah Harsya.
"Siap Tuan' muda.'' Kata Manajer tersebut mempersilahkan untuk mengikuti nya.
"Lalu mereka pun menuju ruangan khusus di ikuti oleh Ujang Suparman, Gandi sedangkan Ken Liem dan Rex Ryu berjaga bersama anak buah Anton Sideka di penataran Hotel Zahra berbintang empat itu.
"Tidak lama berselang mereka pun sampai di ruangan khusus. Dan mereka pun duduk bersama sama untuk sekedar minum kopi dan menunggu keluar nya Brewok yang sedang menuntaskan birahi nya bersama gadis pemandu lagu itu.
"Satu jam lama nya obrolan hangat antara Anton Sideka bersama Tuan muda Harsya serta yang lainnya diiringi oleh canda tawa di antara mereka yang hadir di ruangan khusus.
"Sahabat ku Ujang Suparman." Apa tidak sebaiknya di seret aja orang yang sedang memadu kasih itu sekarang." Kekeh Anton Sideka.
"Hahahaha." Ampun Sahabat ku bila ku seret mereka berdua dalam keaadaan bugil mataku ternoda." Canda Ujang Suparman kepada Anton Sideka.
"Yaa.....! Sudah bila tidak mau biar anak buah saya saja yang menyeret nya bagaimana menurut Tuan muda Harsya." Tanya Anton Sideka.
"Silahkan Paman." Tapi yang lelaki nya akan di tahan di ruangan bawah tanah markas besar XFRES GROUP sama dengan yang satu lagi yang sudah di bawa di markas besar." Kata Harsya.
"Baiklah Tuan muda.'' Pihak kami terima bersih saja." Ucap Anton Sideka tersenyum lembut.
"Beberapa polisi dengan berbadan tegap dan wajah sangar dengan pakaian biasa pun mulai naik ke lantai atas menuju kamar yang di tempati dan di bantu pihak manajer. untuk menangkap target buruan dari Tuan Muda Harsya.
"Setelah sampai di kamar 75 pihak Manajer hotel pun mengetuk pintu Tersebut.
"Tok......!
"Tok......!
"Tok......!
"Pintu kamar pun terbuka dan muncul lah sosok gadis yang rambutnya acak acakan dan hanya memakai handuk.
"Maap Nona muda mengganggu waktu bersenang senang anda." Apakah Tuan Brewok ada." Tanya Manajer hotel tersebut.
"Ada.....! Tuan..! Jawab Gadis pemandu lagu itu.
"Bolehkan saya masuk? Tanya Pihak hotel itu.
"Silahkan.
"Polisi yang berpakaian itu pun langsung dan segera menodongkan pistol setelah berhadapan dengan Lelaki yang Bernama Brewok salah satu Anggota Genk Kobra Beracun.
"Jangan bergerak. Anda saya tangkap karna kasus pembunuhan 11 tahun yang lalu mengakibatkan satu pasangan suami istri tewas." Kata salah satu polisi' tersebut.
__ADS_1
"Bersambung.