
Cemasnya Umi Dan Abah
"Kadang serius kadang tertawa di antara mereka bertiga dalam obrolan malam nya
"Kebahagiaan mereka bertiga tidak bisa di ukur oleh segi materi dan makanan mewah atau pun harta berlimpah
Seketika itu Harsya ingat tujuan mengobrol sama Abah dan Umi Untuk memberikan sesuatu kepada kedua orang tua angkat,yang sudah mengasuh dan merawatnya selama 10 tahun ini dengan limpahan kasih sayang kepada pemuda yang sudah dewasa ini.
Umi dan Abah sebentar jangan dulu tidur Harsya ada sesuatu yang mau Harsya Kasih ke Abah dan Umi?"
Sebentar Harsya akan mengambil dulu di kamar,ucap Harsya sambil berjalan kearah kamar.
"Silahkan," Nak,jawab Abah nya dan di anggukan sama Umi nya.
Tapi umi nya berbicara di sela anggukan nya dengan menggoda pemuda yang telah hadir dalam keluarga Abah dan Umi selama sepuluh tahun ini.
"Emang",......."....!!..."nya apaan sih Harsya kok jantung Umi berdebar-debar" jantung Umi terasa mau copot"goda Umi sambil tertawa cekikikan di iringi senyuman dari Abah.
"Hemmm"......gumam nya membuat Harsya geleng geleng kepala, melihat tingkah laku Umi nya, "aduh Umi kaya remaja aja ingat umur Umi"timpal Harsya yang sudah duduk lagi di samping Umi nya sambil terkekeh.
"Abah,..."ini buat Abah dan Umi,"sambil menyodorkan maap berwarna biru ke tangan Abah.
"Umi hanya berkerut alisnya wajahnya penuh dengan rasa penasaran apa yang di berikan Harsya kepada Abah" diam membisu tidak berbicara sepatah kata pun penasaran yang di berikan anak nya Kepada suaminya.
"Lalu..."abahnya bertanya apa ini anakku"ucap Abah. sambil menerima map pemberian dari pemuda yang duduk di samping Istri nya.
Dibuka", aja Abah balas Harsya singkat"pemuda yang telah menemani nya selama sepuluh tahun.
"Abah,"...."pun membuka nya dan reflek kaget seketika air mata nya terjatuh tepat di atas map nya itu"sesaat melihat tulisan dengan nama" SERTIFIKAT TANAH.
"Lalu...."......"Umi bertanya kearah Abah nya ada apa Abah?"tanya Umi khawatir melihat suami nya mengeluarkan air mata nya.
'Alhamdulillah hirrobbillalamin",...."lirih Abah Jaeludin masih terdengar oleh Umi dan Harsya.
__ADS_1
Lalu Umi mengambil map yang ada di tangan suami nya lalu membuka nya dan Umi pun berkata dengan ucapan syukur nya alhamdulillah sama seperti suami nya.
"Lalu....."aku berkata kepada Abah dan Umi sambil memberikan uang 5 juta sisa tabungan selama jadi tukang ojeg.
Sedangkan uang dari Riyan sahabat nya di pakai buat nebus sertifikat sawah yang di gadaikan sisa nya di kasih sama orangtua angkat sesuai yang di bicarakan sama sahabat nya.
Anakku,'.....!!.." Harsya,"dapat uang dari mana Nak kata Abah dan Umi bersamaan memberikan pertanyaan kepada anak nya
"Alhamdulillah Abah itu uang hasil dari menabung selama ini hasil dari kerja menjadi TUKANG OJEG TAMPAN.
Lalu menjelaskan tentang Abah menggadaikan sawah nya yang sampai saat ini Harsya tidak mengetahui,jawab Harsya panjang lebar.
Harsya di kasih tahu sama mang lukman tetangga rumahnya yang tidak jauh dari masjid Al Ikhlas.
"Begini....! Abah dan Umi waktu itu mang lukman ketemu sama Harsya sesudah salat duhur.
"Harsya...."teriak mang lukman, dari teras rumahnya
"Hei.....Harsya"kamu tuh tahu diri hidup sudah numpang sama Pa Jaeludin jangan lah minta minta itu ini sampai bela belain Pa Jaeludin menggadaikan sawahnya kepada Juragan Kasim,"kata mang Lukman dengan tatapan sinis.
"Iyaaa..."mang aku tahu hanya numpang cuma untuk urusan sawah di gadaikan mah jujur saya tidak tahu,lirih pemuda tersebut,sakit rasa nya hati ini
"Huh..."dasar,anak yang tidak tahu berterima kasih"jawab mang Lukman yang langsung masuk kedalam rumah nya.
Begitu Abah cerita nya dari mang Lukman yang di ceritakan kepada Harsya yang baik saja karna tidak mau antara orang tua angkat nya saling bermusuhan dengan tetangga tetangga nya.
Seketika itu Harsya kaget pantes selama ini abah tak pernah lagi ke sawah,"setiap Harsya tanya sama Abah dan Umi selalu menjawab sawahnya di urus sama orang lain" gitu doang"jawaban dari orang tua angkat nya," kata Harsya kecewa kenapa Abah dan Umi tidak memberi tahu kan kepada anaknya.
"Maapkan,"......"Abah dan Umi ya nak"jawab mereka berdua secara bersamaan,"
"Kenapa,"..."Abah gak mau memberitahu Harsya waktu Umi sakit sampai di bawa ke rumah sakit,kesel Harsya bertanya kearah mereka berdua.
"Dulu" tadinya", Abah mau memberi tahukan Nak"cuma mengingat kamu lagi belajar takut nya belajarnya terganggu di padepokan kiayi sepuh dan saat Itu Harsya juga lagi ujian di sekolah menengah atas ( SMA) jawab" Abah nya memberikan alasannya.
__ADS_1
"Setelah Abah menjelaskan semua nya tentang perihal sawah yang di gadaikan dan Harsya juga seolah sudah mengerti alasan Abah nya",lalu Abah menolak masalah uang yang 5 juta karena Harsya lebih membutuhkan ketimbang Abah yang tinggal di kampung.
Harsya masih ada kok bah itu uang untuk kebutuhan Abah di sini," kalau Harsya tidak usah di pikirin nanti Harsya di kota Jakarta juga bekerja bukan pengangguran"kata Harsya menjelaskan panjang lebar ke Abah dan Umi nya supaya mau menerima uang pemberian dari anaknya.
"Lalu.....!..."Umi nya yang menjawab emang mau kerja apa Nak di kota,"wong kamu ke kota nya belum,"udah dapat pekerjaan gak salah minum obat kamu Nak"ledek umi sambil tertawa cekikikan.
"Dasar........."...."Umi,"kesel Harsya sambil bibir nya manyun kearah wanita paruh baya yaitu Umi Aminah.
'"Umi Aminah"......."hanya cekikikan"melihat anak nya merajuk
"Abah Umi tau kan Riyan yang bapa nya juragan tomat?" ucap Harsya.
"iyaa Umi tau emang kenapa gitu harsya"balas Umi
Riyan kan kuliah di kota Jakarta Umi, jadi kemarin Harsya ngomong kalau Harsya mau ke kota besar ibu kota negara Harsya jelasin ke Riyan, maksud dan tujuannya ke kota Jakarta dan Riyan pun ngasih solusi dan ide kepada aku,"tujuan Riyan untuk mendaptarkan Harsya selama di kota besar Jadi ojeg online sambil menyelam meminum air,"begitu Umi Abah kata ku panjang lebar.
Abah hanya mengangguk ngangguk saja tanda mengerti ucapan dari anaknya dan tak perlu menghawatirkan lagi keberangkatan anak angkat nya untuk pergi ke kota besar mencari dan memecahkan rahasia yang Ada dalam diri anak yang sudah menemani selama 10 tahun.
Beda sama Umi pemikiran yang suka ngeselin dan hanya mencibir saja.
Dikira anak ku mau naik pangkat dari TUKANG OJEG TAMPAN jadi DIREKTUR huhhhhhhhh", malah menjadi TUKANG OJEK ONLINE cibir,..."Umi" sambil tertawa-tawa terbahak bahak jawab umi nya
"Harsya hanya bengong dengan ucapan Umi nya.huhhhh dasar Umi aya aya wae....!
"Doa......''kan saja Umi dunia akan berada di tangan anak mu"ucap nya penuh dengan keyakinan hihihihi sambil tersenyum....!!
"Ucap Harsya tangan nya sambil menjulang keatas jari nya dia tadahkan dan ucapannya di utarakan dengan berkata amiin yaa robball allamiin di barengi orang tua nya dengan ucapan yang sama...!!
Setelah mengobrol panjang lebar dan menjelaskan semua nya tentang nanti di kota jakarta kecemasan Umi dan Abah nya sirna setelah mendengar kan cerita dari Harsya anak yang sudah menemani nya.
Mereka bertiga pun menyudahi obrolan nya dan waktu nya Istirahat malam.
bersambung
__ADS_1