
Jalan Takdir Berbeda
"Mobil yang di tumpangi Oleh Harsya Terus Melaju dengan kecepatan 40 km perjam Menembus perjalanan di Siang Hari Ini Dengan Sinar matahari yang menyinari Alam Dunia Ini.
Pemuda Tampan Yang Bernama Harsya wajah nya penuh dengan kebahagian dan Senyuman Nya berseri-seri sambil memeluk Album Poto yang di bawa nya dari Mension Tuan Suhardi,
"Tuan Suhardi beserta istri nya melihat Nya Sedih Seandainya Yang Di harapkan Pemuda Itu tidak sesuai dengan keinginan hatinya.
Oh tuhan takdir Seperti apa Yang kau berikan kepada anak sahabat ku Seandainya Ayah dan ibu nya , Sudah Meninggal sejak lama Apakah Harsya Akan menerimanya Batinnya Bergejolak dalam hati .
"Begitu juga dengan batin Istri nya Yang Tidak tahu Apakah Harsya menerimanya atau Tidak Bila kenyataan di depan mata nya tak sesuai dengan harapan nya
,Mobil Tuan Suhardi pun Keluar dari jalan raya dan mulai masuk kedalam Gang Pemakaman umum,
Yang akan membawa Harsya kepada tempat ayah dan ibu nya Tinggal Saat ini.
Harsya Pun Kaget Di buat Nya Pikiran Nya Melayang Mengapa jalan nya Menuju Tempat Pemakaman Umum
"Tapi Harsya Selalu berbaik Sangka Tidak mudah berburuk sangka, Kepada Siapa Pun juga,
Mungkin Jalan nya Memang Harus lewat kesini,
Dalam pemikiran Harsya.
__ADS_1
Walaupun dalam pikirannya berkecamuk Antara benar dan tidaknya, Batinnya Bergejolaknya,
Apakah Bener Tuan Suhardi Akan Membawa ku ke tempat Ayah Dan Ibuku Ber ada Batin Nya Dalam Hati pemuda itu bergejolak.
Mobil Pun Berhenti Tepat Di Area Pemakaman Umum.
"Nak Harsya Ayo kita Turun, 'Ucap Tuan Suhardi Mengajak nya untuk turun dari mobil Nya.
"Tunggu,...' Maksud Tuan Membawaku kemari apa? Harsya Ingin Bertemu ayah Dan Ibu Kenapa tuan membawa Saya Kemari?
Suara Harsya Berat Seakan Ketakutan Yang Terjadi Dalam Pikirannya Benar Benar Terjadi.
Kak Harsya,..' Ikuti Aja,..' "Apa yang ayah Ariani, Ucapkan Nanti Kak Harsya Juga Akan Tahu,
Harsya pun pasrah Dan mulai Turun Dari Mobilnya. Harsya Pun Melangkah Mengikuti Pasangan Paruh baya Yang Sudah Berjalan Di depannya,,!!
"Hatinya Bergejolak Pikirannya Kacau Cemas,Ketakutan Rasa Kawatir nya Bercampur Aduk Dalam kepalanya,. Sesekali Melihat Ke kiri Dan Ke kanan Banyak pusara pusara yang Di lihat nya.
"Suhardi Pun Berhenti Di pusara Sahabatnya Dan Di samping nya Pusara Istri sahabatnya, Tempat Terakhir Sahabat nya Ismail dan Nona Zahra, Yang Sudah 10 Tahun Mereka tempati, Namun Makamnya Masih Terlihat Rapi Dan bersih, Karna Tuan Suhardi Memerintahkan Seseorang Untuk Membersihkan Makam Sahabatnya Ismail Dan Zahra,.
"Harsya Menatap Kedua pasangan Paruh baya Tersebut Dengan Penuh Tanda Tanya Di kepala dan pikirannya.?
"Tuan Suhardi pun Mengerti Akan tatapan dari Anak Sahabat nya itu. Yaitu Tuan muda Harsya Sang pewaris ANUGRAH ZAHRA GROUP.
__ADS_1
"Dan Tuan Suhardi pun Berkata Dengan Nada Yang berat dan sedikit Serak Karna mengingat kan tentang Sahabat nya Yang begitu banyak membantu kehidupan tuan Suhardi beserta keluarganya.
"Nak Harsya" ini Tempat Tinggal Ayah Dan ibumu, Mereka Sudah Tinggal di sini Selama 10 tahun Lalu,
"Penjelasan Tuan Suhardi Membuat Tubuh Hasan Lemas dan Bersimpuh Di tengah tengah makam Kedua orang Tua nya, Tak ada kata yang di ucapkan tak Ada suara yang di keluarkan hanya rasa tak percaya dalam dirinya Seakan Akan Diriku Ingin tidur dan ini hanya mimpi bukan Kenyataan seperti ini.
"Harsya Meraba Pusara Ayah Dan ibu nya bergantian Sambil menangis dengan suara tangis yang kencang
Air mata nya Terus mengalir dari pelupuk Mata Harsya. 'Tak mampu berkata kata Bibir nya Terasa Terkunci Oleh ketidak percayaan ini, Yang awal dari Rumah Tuan Suhardi Akan bertemu dengan orang tua nya, rasa Rindu nya Kini berubah Menjadi Rasa Kesedihan Rasa kangen nya Menjadi Lara yang paling Amat terdalam.
"Jalan Takdir yang Berbeda, Yang di jalani oleh Harsya Hanya beberapa Menit saja, Angan Dan Batin beserta pikiran Waktu di mension Rumah SuHardi dan Dalam perjalanan Akan mendapat kan Keceriaan dan kebahagiaan Bertemu dengan Ibu yang melahirkan Bertemu dengan Sosok seorang Bahu yang kurindu kan Sirna Sudah yang Ada di depan mata nya kesengsaraan Dan rasa ketidak percayaan akan yang di lihat ini.
Hanya Beberapa Menit Saja, Kebahagian Menghilang Berganti dengan Kesedihan kepedihan.'Kenyataan ini Membuat Hati Harsya Hancur Seketika.
Tangisan Pun Semakin pecah Dan Keras Seakan akan tidak Menerima Jalan Takdir ini.
Siapa yang harus aku salahkan Saat ini Siapa yang harus aku balas kepedihan ini.
Bersambung.
Jangan lupa like dan komen dan vote nya
dukung terus karya author ya
__ADS_1
maap bila banyak kata yang salah dalam penempatannya karena murni ini karya pertama author hasil imajinasi dan Pemikiran author