
Sore itu disalah satu jalan KH Beji Cilegon yang tidak jauh dari pelabuhan merak. Tepat nya di salah satu lapangan Golf seorang gadis berusia 22 tahun sedang menerima telepon dari luar negeri.
"Ayah apakah besok akan pulang? Tanya Sintia dalam sambungan telepon di sore hari itu.
"Besok pasti pulang tapi ada kabar penting yang harus di bicarakan terlebih dahulu dan harap agar jangan sampai bocor kepada siapapun walaupun kepada ibu mu sendiri. " Kata Gareng di sela obrolan untuk menjauh dari hotel tersebut.
"Kenapa ayah? Dan ada apa sebenarnya? Kenapa ibu dan tante serta Anastasia tidak boleh tahu? Tanya Anak Gareng memberikan pertanyaan beruntun karna rasa penasaran nya itu.
Anakku paman Dani Rustandi percaya dan yakin bahwa Organisasi Genk Kobra Beracun akan bangkit kembali setelah runtuh dan terbunuh nya orang orang penting dalam organisasi tersebut. Berbeda dengan Ayah bahwa Organisasi tersebut sudah musnah dan tidak akan lama lagi menjadi buruan orang orang yang tidak suka terhadap Organisasi yang telah membesarkan nama Paman mu itu. " Jawab Gareng.
"Sintia, anakku ayah sudah mengobrol panjang lebar bersama Tuan Simon, Tuan Naga Saki Sempur dan mister Kong Kong, bahwa dalam internal organisasi tersebut ada dua orang penghianat yang memberi tahukan tentang semua informasi informasi, sehingga runtuhnya Genk Kobra Beracun." Kata Gareng, menjelaskan obrolan panjang lebar bersama ketiga sahabat Dani Rustandi, kepada putri semata wayangnya.
"Ayah aku ikut apa kata mu, terus apa yang harus Sintia lakukan saat ini? Tanya Sintia penuh dengan rasa Kekawatiran.
"Anakku sayang tunggu saja besok ayah pulang dan mengatur rencana untuk kita berdua seandai ibu mu tidak mau di ajak pergi oleh ku, kita akan pergi berdua." Kata Gareng.
"Baiklah Ayah besok aku akan menunggu kedatangan mu." Jawab nya.
"Yaa........ Sudah kalau begitu ayah akhiri telepon nya silahkan anakku beraktivitas di sana." Kata Gareng untuk mengakhiri panggilan telepon itu.
"Silahkan Ayah.........! Tut...... Tut...... Tut.......!
Setelah panggilan telepon itu selesai Sintia pun kini berjalan kearah hotel mewah yang tak jauh dari pelabuhan merak.
Tak lama setelah itu Sintia sudah berada di hotel dan melihat ibu nya sedang berdiam diri di salah satu restoran yang ada di hotel mewah itu, lalu Sintia pun menghampiri nya.
"Ibu sedang apa di sini, kok sendirian." Tegur Sintia.
__ADS_1
Winda pun menoleh kearah suara yang menegur nya itu, lalu dia tersenyum manis dan menjawab teguran anak gadis nya itu.
"Sayang........ Sini duduk, kamu habis dari mana? Tanya wanita berusia 40 tahun yaitu ibu kandung Sintia.
"Habis muter muter di lingkungan hotel saja, lagian bosen dari kemarin cuma berdiam diri saja di kamar hotel." Jawab Sintia kini dia sudah duduk di kursi restoran mewah tersebut.
"Hmmmmm. Kamu jangan jauh jauh." Ingat kita ini sedang di incar oleh Jhonny dan Citra serta Syamsul. " Kata Winda mengingat kan kepada anaknya itu.
"Bu yang di incar kan bukan aku, tetapi Paman Dani dan Ayah." Kata Sintia tidak mendengar kan ucapan dari ibu kandung nya karna berlebihan mengekang kebebasan nya itu.
"Anakku mengerti lah saat ini, itu juga demi keselamatan kita berdua? Tanya Winda.
"Huh.......! Dengus nya kesal......!
Winda tersenyum sumbing melihat anaknya kesal dengan jawaban yang di berikan oleh seorang ibu kepada anaknya.
"Silahkan anakku." Jawab Winda, ngeri melihat sorot mata dari anaknya bila sedang serius dalam nada bicaranya.
"Ibu seandainya harus memilih, apakah ibu akan memilih hidup bersama dengan ku dan Ayah, atau kah ibu memilih hidup dengan Tante Windi? Tanya Sintia, karna selama ini ibu nya lebih memilih mengikuti bayang bayang kakak dan kakak iparnya, tidak mempunyai pemikiran yang kuat, sehingga perusahaan KOBRA COMPANY GRUP di atas namakan Sintia oleh Ruli Siregar Rusady alias Gareng.
"Sintia kenapa kau bertanya seperti itu kepada ibu? Bentak Winda marah dengan pertanyaan yang tak masuk akal itu.
"Maapkan, Shintia.........! Ibu tinggal menjawab pertanyaan dari anakmu ini........! Kata Sintia, lalu dia pergi meninggalkan wanita setengah tua itu sendirian.
**************************************
Sementara di Aula hotel mewah berbintang milik perusahaan Anugrah Zahra group, masih berlangsung rapat yang menunggu Jawaban dari Tuan Muda Harsya.
__ADS_1
"Tuan Tuan dan Nona Nona serta beberapa staf petinggi lainnya, apakah saudara kita sudah di beritahu oleh kalian tentang rapat ini, ataukah Syamsul tidak layak ikut dalam aluran bersama kita kita.? Tanya Harsya karna tidak melihat dari sekian banyak orang yang telah menghianati musuh nya demi kepentingan kita semua.
Mereka semua memandang satu sama lain dengan keterkejutan pertanyaan yang di lontarkan dari Tuan Muda, Cok Ben menepuk jidatnya seketika itu, melupakannya sosok adik angkat yang begitu besar pengorbanan nya, membantu menyelamatkan perusahaan Gelora Buana Group dan anak dari Nyonya Elisabeth.
"Gandi, Cok Ben dan Tuan Alex coba kau jelaskan kepada saya? Tanya lagi Harsya dengan sorot mata yang tajam, Ia kini berdiri.
"Alex menjawab Tuan Muda.!!
"Ampun beribu ampun, sebenarnya kita semua sudah memberi tahukan terlebih dahulu kepada Syamsul, tetapi dia berhalangan hadir karna tidak di ijinkan oleh Ibu nya karna mempunyai alasan yang tidak boleh kami ketahui, mungkin Tuan Muda sendiri nanti bisa tanyakan langsung kepadanya.......!
"Baiklah, Nanti saya akan tanyakan langsung kepada kedua orang tua nya langsung.......! Jawab Harsya tidak mau memperpanjang lagi.
"Silahkan Tuan Muda itu lebih baik." Jawab Alex....!
"Dengarkan semua perintah ku..!! Untuk pembentukan organisasi Macan Putih sudah saya katakan tempo dulu.
Ini harus dilakukan secara serentak agar kita dapat menghindari mereka untuk melakukan dialog sesama mereka.
Aku kawatir jika tawaran yang kita berikan kepada mereka dilakukan secara bertahap, ini akan membuat mereka memasukkan mata mata dengan dalih mereka adalah kelompok yang tidak suka dan terpaksa ikut dalam Genk Kobra Beracun. Namun kita tidak tahu bahwa mereka adalah masuk nya kedalam organisasi kita ada niat untuk membalas dendam runtuhnya Genk tersebut.
Ingat.!! Ketika kalian akan bergerak melakukan penawaran dan perekrutan kepada mereka untuk bergabung kepada Macan Putih, maka kalian harus menentukan hari dan tanggal, lalu lakukan secara serentak. Lantik orang orang yang dapat di percaya dan setia kepada kita, dan utamakan kalian mengetahui latar belakang keluarga yang akan kita masukan dalam organisasi itu.
Ketika langkah ini berhasil. Maka kita akan memperluas organisasi tersebut ke tahap Internasional, untuk membendung orang orang perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP itu.
"Apakah kalian semua mengerti? Lantang Harsya bertanya kepada mereka yang hadir dalam ruangan rapat tersebut.
Bersambung.
__ADS_1