TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Tuan Muda masuk ruangan Unit Gawat darurat


__ADS_3

Mendengar teriakkan dari Gandi, Gadis cantik berkerudung hitam Halimah bersama Ujang Suparman Inah dan Ineh serta Riyan dan yang lainya langsung mengejar tiga orang yang tersisa dari 20 pengawal yang di kirim oleh Naga Saki Sempur untuk melindungi Ketua Genk Kobra Beracun, yang telah mati di tangan Gandi.


Mereka langsung mengejar tiga pengawal yang lari terbirit-birit.


Cepat cepat kita kabur." teriak salah satu dari mereka bertiga.


"Dor.......!


"Dor.........!


"Dor..........!


Tiga butir timah panas langsung menembus punggung tiga lelaki asing itu, membuat mereka terjatuh langsung keatas aspal.


Bagus Kak Gandi.! Ucap Halimah seraya mengacungi jempolnya.


Periksa apakah manusia manusia iblis ini masih hidup atau sudah mati." Kata Gandi, setelah sampai di dekat mayat yang telah di tembak.


Ken dan Rex serta Cok Ben lalu membalikkan tubuh lelaki berkata sipit itu. Setelah mereka memeriksa nya ternyata mereka masih hidup.


"Bereskan orang ini Ken Liem dan Rex Ryu.! Aku tidak mau manusia berhati syetan ini hidup hanya untuk mengotori bumi ini." Kata Gandi.


"Dengan senang hati Tuan." Kata Ken dan Rex bersamaan.


"Dor........! Dor........! Dor.........!


"Ayo semua nya kita pergi menuju pelabuhan merak sebelum Dani Rustandi segera datang dan melarikan diri. Untuk mayat mayat yang tergeletak biarkan mereka membusuk di area ini nanti juga ada yang mengurus nya." Kata Gandi lalu segera berjalan menuju mobil yang terparkir jauh.


**


Tak lama suara sirine mobil kepolisian yang di komando oleh Jendral Anton Sideka dan beberapa mobil ambulans datang setelah mendapat laporan dari salah seorang yang tidak di ketahui, siapa yang menelepon dan memberi tahukan tentang pembantaian di salah satu jalan yang menghubungkan antara pelabuhan dan daratan.


"Itu semua sudah di atur sedemikian rupa oleh Brigadir Anton Sideka selaku orang orang dalam penegak hukum.


***************************************


"Dokter............ Tolong dok.......!

__ADS_1


Tampak seorang lelaki paruh baya baru saja keluar dari mobil sambil berteriak teriak dengan panik membuat petugas rumah sakit juga ikut panik.


"Dokter....................! Teriak lelaki paruh baya itu berteriak kembali.


Tak lama kemudian para staf medis berdatangan dengan berlari dan langsung membawa seorang pemuda yang dalam keadaan pingsan dan berlumuran darah di atas kepala sampai seluruh pakaian putihnya berubah merah karna noda darah, menuju langsung ke ruangan unit gawat darurat.


"Tolong beri jalan.!


"Mohon beri jalan minggir semua nya.!! Teriak lelaki paruh baya itu prustasi melihat sosok pemuda yang sedang sekarat itu.


"Ayo cepat..........!


"Begitu mereka sampai di depan pintu unit gawat darurat. Para staf medis itu lalu segera menghentikan lelaki tua yang berteriak-teriak tadi bersama dengan seorang pemuda seumuran untuk tidak ikut serta masuk kedalam ruangan tersebut.


"Maap Tuan. Anda tidak boleh ikut kedalam ruangan. " Kata seorang staf wanita.


"Baik Bu, tolong lakukan yang terbaik untuk Tuan muda Harsya." Kata lelaki tua memohon.


"Bagaimana ini anak ku.! Kata lelaki seumuran lima puluh lima tahun itu panik dan cemas.


"Kita hanya bisa menunggu di sini Ayah. Mari kita sama sama berdoa agar Tuan Muda baik baik saja." Kata pemuda yang ternyata adalah Dirga anak nya lelaki tua itu.


"Sabar lah Ayah, mungkin saat ini dokter sedang berjibaku untuk menyelamatkan Tuan muda ini, karena walaupun bagaimana pun luka yang di derita oleh Tuan muda cukup serius." Kata Dirga.


"Mudah mudahan Tuan Muda bisa terselamatkan, seandainya Tuan muda sampai tidak selamat, lebih baik aku mati......! tertunduk dengan Isak tangis.


"Ayah...........! Berdoa yakin Tuan muda bisa selamat. " Jawab Dirga menenangkan lelaki Tua yaitu ayah nya.


********


Bintaro Jakarta Selatan.


Iring iringan mobil mewah Nissan Serena dan Toyota New Venturer bergerak berombongan dari Mansion menuju rumah sakit rakyat di Tangerang City.


Ketika rombongan itu sampai. Tampak beberapa pengawal berlarian dan membuka kan pintu untuk mobil yang paling tengah dan belakang.


Tampak seorang pasangan paruh baya dan pasangan setengah tua keluar dari mobil, dan di sambut oleh beberapa pengawal yang berjaga di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Maman Tomat, Iwan kupluk, Rijki Fadilah, Billy dan Anita yang telah terlebih dahulu turun dari mobil.


"Apakah di rumah sakit ini Cucuku di bawa oleh Alex dan Dirga. " Kata Abdullah menahan Air mata nya agar tidak sampai tumpah


Berbeda dengan Aisyah, Umi Aminah dan istri dari Suhardi yang terisak karna merasakan kesedihan yang amat dalam.


"Benar Tuan Besar. Sebelum nya Dirga sudah memberi tahu bahwa Tuan Alex dan Dirga membawa Tuan Muda kemari." Jawab Maman tertunduk rasa bersalah.


"Ayo kita masuk Tuan Besar....! Ajak Suhardi.


Abdullah dan Aisyah melangkah dengan kaki yang sangat berat hingga tak sanggup menerima kenyataan ini, lalu Suhardi dan Abah Jaeludin memapah nya sedangkan Aisyah di papah oleh Aminah dan istri Suhardi, seraya terisak menangis.


Begitu tiba di ruang administrasi, Suhardi langsung menyapa, seorang wanita yang bertugas sebagai penjaga administrasi.


"Selamat sore Nona muda, apakah ada pasien yang bernama HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH di rawat.


"HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH. Maap Tuan. Saat ini pasien bernama Harsya tidak bisa di kunjungi. Karna saat ini pasien sedang dalam masa kritis dan masih berada di ruangan unit gawat darurat. " Kata staf administrasi seorang wanita.


"Terima Kasih Nona administrasi." Jawab Suhardi.


"Tuan Besar ayo kita temui, Tuan Alex dan Dirga, " Kata Suhardi lalu memapah Abdullah di bantu Jaeludin.


"Begitu Tuan besar Abdullah dan yang lainnya tiba, Alex dan Dirga langsung menghampiri nya dan membungkuk hormat.


"Tuan Besar saya mohon maap. " Lirih Alex.


"Dokter tidak mengijinkan kami untuk masuk." Kata Dirga.


"Mereka berdua tertunduk tidak berani mengangkat wajah di hadapan Tuan Besar dan Nyonya Besar serta yang lainnya.


Alex dan Dirga tegak kan badan mu saat ini juga hah......! Bentak Abdullah, menahan amarah yang dia tahan, seandainya tidak berada di rumah sakit sudah habis Alex dan Dirga di bunuh oleh Abdullah.


"Maapkan Kami berdua, Tuan Besar, kami mengaku salah.


Bukan Alex dan Dirga saja yang merasa bersalah saat ini, Maman Tomat dan Iwan kupluk juga saat ini sedang di liputi rasa bersalah yang teramat dalam......! seandainya waktu itu tidak membiarkan Tuan muda bergerak sendirian kejadian tidak akan seperti ini.


"Alex Dirga dan kalian berdua Maman dan Iwan, ceritakan sebenarnya apa yang sebenarnya terjadi sampai Tuan Muda kalian bisa mengalami cedera sangat serius. " Tegur seorang lelaki paruh baya yang baru datang bersama dengan seorang gadis cantik berusia 15 tahun berjalan tergesa-gesa, yaitu Kiayi Sepuh dan Fatimah.

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.


__ADS_2