TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Kemarahan Tuan Gandi


__ADS_3

"Saya tidak melarang untuk kalian bercanda berpacaran atau pun saling menatap satu sama lain, terserah itu urusan kalian,"


"Azis apakah kau tau tugas mu datang ke Jakarta hah," bentak Gandi


"Azis tidak menjawab hanya menunduk kan kepala nya.


Dan kau Dirga walau pun kau putra dari Asisten Tuan Besar yaitu Alex Brian tapi di panggil nya kau untuk kembali lagi ke Indonesia tujuanmu apa," bentak Gandi kedua kali nya


"Sama halnya seperti Azis Dirga pun hanya tertunduk.


Yang terakhir kau Riyan aku tahu kau sahabat terbaik Tuan muda Harsya," tapi bila kau hanya bermain main melalaikan tugas utama mu," lebih baik kau tidak usah ikut melindungi Tuan muda," lirih dengan suara serak menahan emosi yang sangat meledak ledak.


"Plak......" Plak......." Plak........" suara meja pun di pukul oleh Gandi," mereka yang hadir di sana semua diam tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun dari mereka yang hadir di ruangan mewah ini.


"Di saat suasana seperti di dekat area kuburan hening sunyi dan senyap, tiba tiba suara ponsel milik Tuan Gandi pun Berdering tanda ada panggilan masuk.


"Kriiiiing........!


"Kriiiiing........!


"Kriiiiing........!


"Halo," ketua, bagaimana," tanya gandi dari dalam suara telepon nya yang di loadspeker biarkan mereka semua tahu yang berada di ruangan ini


"Tuan Gandi dua orang pengintai di restoran itu sudah saya tangkap dan saya amankan," kata ketua yaitu Ujang Suparman


"Bagus ketua," bawa sekarang juga kesini kita korek mulut nya dan bila tidak mengakui kita berikan kepada makanan buaya," geram Gandi


"Baiklah Tuan saat ini saya akan kesana sekarang juga," ucap ketua macan putih

__ADS_1


Telepon pun mati lalu Gandi duduk di kursi yang sudah tersedia sembari menatap kearah tiga pemuda seumuran,"dan hanya di diamkan saja atau pun sekedar menyuruh untuk duduk


"Tidak lama kemudian ketukan suara pintu ruangan mewah pun terdengar oleh Gandi dan mereka berenam dari luar.


"Masuk, tidak di kunci," teriak Gandi


"Pintu pun terbuka masuk lah satu orang lelaki yang seumuran 40 tahun dan di susul 2 lelaki yang di ikat dan di seret oleh murid nya ketua macan putih.


"Tuan Gandi pengintai sudah saya bawa kesini," dan mereka mengakui bahwa tujuannya adalah untuk membuntuti dan mencari tahu keberadaan tuan muda Harsya yang sedang makan malam di restoran ini dengan para sahabat nya yaitu tiga gadis muda yang bernama Hani, Dewi dan Indah," setelah semua nya beres dari acara makan malam lalu mereka akan menginformasikan kepada anggota Genk kobra lainnya untuk segera memburu sahabatnya dan tiga gadis tersebut," kata kang Ujang memberi keterangan nya dari dua pengintai yang sudah berhadapan dengan Tuan Gandi.


"Gandi pun mendekati salah satu pengintai itu dan menarik kerah nya untuk berdiri, setelah berdiri Gandi pun meninju perut pengintai itu.


"Bugh.......! Bangsat


"Bugh.......! Bajingan


"Cepat katakan bagaimana kalian tahu bila sahabat sahabat Tuan Muda akan makan malam di restoran ini cepat katakan," Bentak Gandi geram mata nya melotot.


"Saya tidak akan membunuh mu asal kau mau menjelaskan kenapa kalian bisa mengetahui sahabat nya tuan muda bisa makan malam di restoran ini," kata Gandi


"Waktu," itu ketika di parkiran depan restoran saya tidak sengaja mendengar obrolan dari pemuda yang bernama Riyan dan Tuan muda sangat akrab kepada tiga gadis itu sambil menunjuk kearah gadis yang sedang duduk di kursi ruangan ini, setelah tahu bahwa yang di perintahkan oleh petinggi genk kobra untuk memburu sahabat sahabat Tuan muda Harsya," tampa di duga buruannya berada di depan mata kami berdua, setelah di pastikan kami pun masuk ikut duduk yang tidak jauh dari kalian dan di benarkan banyak nya pengawal yang menjaga Tuan muda bersama para sahabatnya," kata lelaki pengintai itu menjelaskan panjang lebar kepada Gandi dan di dengarkan oleh mereka yang hadir di ruangan mewah ini.


"Ketua," bawa pengintai ini untuk didik oleh murid ketua dengan mengedipkan mata nya sebelah," kata Gandi memberi kode


"Baik' Tuan," balas ketua"


Ujang Suparman dan dua murid nya berlalu keluar sambil membawa dua pengintai untuk di bawa ke gudang untuk di tahan dan di didik oleh dua orang murid ketua macan Putih.


"Azis, Riyan, dan Dirga, Katakan kepada ku sejujurnya?" hilangkan rasa takut atau pun sungkan di hati kalian dan jawab pertanyaan dariku?

__ADS_1


"Tuan Gandi...." silahkan anda bertanya,? kata Riyan sambil membungkuk di ikuti oleh mereka berdua Dirga dan Azis.


"Apakah kalian benar benar mampu bisa di andalkan, jika kalian tidak mampu, sebaiknya kalian mundur saja dan mengakui dengan jujur bahwa kalian tidak mampu, kemungkinan kalian masih bisa di terima oleh Kiayi Sepuh dan orang tua kalian bertiga.


"Tuan' Gandi aku lebih memilih mati ketimbang harus kembali kepada padepokan Macan Putih atau pun kembali kepada orang tua ku sebagai lelaki yang telah gagal di beri tugas oleh Kiayi Sepuh dan malu akan kebaikan dari Tuan Besar Abdullah," kata Azis yang sejak tadi tidak bersuara karna menerima Kesalahan padahal sebelum berangkat sudah di ingatkan oleh Tuan Alex dan Kiayi sepuh.


"Sama hal yang di ucapkan Azis begitu juga dengan Riyan sahabat sejati nya Harsya akan sangat malu dan mencoreng nama keluarga nya," kata Riyan


"Aku juga sama dengan yang di katakan oleh Azis, jika aku kembali dengan situasi seperti ini sama hal nya aku mencoreng nama ayahku di hadapan tuan Besar Abdullah dan Kiayi Sepuh dan aku bahkan sepuluh kali lipat menahan rasa malu dari sakit nya kematian ," kata Dirga bersungguh sambil berlutut mereka bertiga.


"Kalian bertiga dengarkan perintah,"


"Siap Tuan" kami menunggu perintah.


"Sebenarnya aku kecewa kepada kalian bertiga dan ingin mengembalikan kepada orang tua kalian, namun karna aku memandang Kiayi Sepuh dan Tuan Alex, maka aku akan memberi muka kepada Kiayi Sepuh dan Tuan Alex dan akan membiarkan kalian tetap menjadi teman sekaligus pengawal dari Tuan muda Harsya," kata Tuan Gandi yang sudah duduk lagi di kursi.


"Terima kasih Tuan Gandi"


"Kami akan menjalankan tugas dengan sungguh sungguh walau pun nyawa yang menjadi taruhan nya," kata mereka serentak


"Baiklah ingat janji kalian," kata Tuan Gandi memperingatkan mereka berdua.


"Lalu mereka pun duduk bersama sama gandi pun menjelaskan semua nya kepada tiga gadis tersebut untuk mengerti atas insiden barusan di acara makan malam ini dan untuk kedepannya untuk di usahakan agar berhati hati karna secara tidak mungkin mereka menjadi target buruan dari organisasi Genk Kobra Beracun," karna kabur nya tahanan di markas tahanan milik Tuan Abdullah yang ada di kota Jogja dan informasi tentang tuan muda Harsya bocor kepada petinggi genk kobra beracun yaitu Tuan Dani Rustandi selaku kaki tangan Tuan Khabil Ardana,"


"Riyan bersama tiga gadis tersebut tidak bisa menyembunyikan keterkejutan nya mendengar nama Khabil Ardana yang ayah nya dari Lestari Ardana, tapi mereka tidak mengatakan nya hanya terus mendengarkan kan penuturan dari Tuan Gandi


"Untuk Hani, Dewi dan Indah tidak usah khawatir lakukan aktivitas seperti biasa dan keselamatan kalian bertiga ada dalam lindungan para pengawal yang tersembunyi Tampa orang lain pun mengetahui nya," kata gandi kepada tiga gadis tersebut.


"Terimakasih," Tuan," jawab mereka serentak.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2