
Galang Mega Ardana sujud di telapak kaki ibu nya Ketika mereka bertemu kembali.! Karna kebodohan nya dan tidak menuruti ucapan dari ibu nya dan kebencian yang di tanamkan kepada Lestari membawa kehancuran dan kematian ayahnya.! Kini hanya penyesalan yang ia rasakan saat ini.
"Setelah Clarissa puas dengan pelukan hangat dari ibu nya kini dia berpindah pada kakak nya yaitu Lestari dan meminta maap atas tidak percaya nya ucapan dari kakak tirinya dan lebih percaya kepada Dani Rustandi.! Lestari pun membalas pelukan jangan yang di berikan Oleh adik tirinya.
"Galang Anak ku kesayangan ku bangun lah yang sudah terjadi ikhlaskan justru ini pelajaran buat kamu agar lebih dewasa, ayo Nak bangun'' pinta Elisabeth dengan uraian air mata yang mengalir dari mata nya.
"Semua orang yang hadir di sana ikut merasakan kesedihan dan terharu ketika mendengar perkataan dari anak tertua Elisabeth Ardana yang sedang sujud di telapak kaki ibu nya, sedangkan Clarissa sendiri pun memeluk erat kakak tirinya penuh dengan kerinduan dan rasa penyesalan teramat dalam.
"Galang pun bangkit dan berdiri. Namun dia tidak berani menatap Mami nya wajah nya tertunduk karna rasa bersalah yang sangat besar yang ia lakukan karna kebodohan nya.
"Galang anak Mami, apakah tidak mau memeluk Mami' pinta nya kedua kalinya.
"Galang pun dengan badan bergetar air mata yang terus menetes langsung memeluk mami nya dengan terisak Isak dalam tangis nya....!
"Di saat Clarissa dan Lestari dan Elisabeth serta Galang sedang merasakan kerinduan yang teramat dalam karna perpisahan akibat penculikan.
"Pemuda yang bernama Harsya pun ikut meneteskan air mata nya di samping Nenek nya dia pun merasakan kesedihan yang di rasakan oleh mereka berempat, mungkin seandainya ibu dan ayah nya masih hidup dia juga akan merasakan pelukan kasih sayang dari kedua orang tua nya.
"Nenek Aisyah yang berdiri di samping merasakan bahwa Cucu nya ikut bersedih dan mengeluarkan air mata nya lalu berkata dengan sedikit mengejeknya.
"Jangan cengeng" malu tuh sama calon istrimu" kata Nenek sambil menunjuk jari nya kepada Halimah...!
"Huh.......! Nenek ini Harsya lagi bersedih malah mengejek" timpal Harsya dengan wajah yang di tekuk masam.
"Nenek hanya terkekeh cekikikan melihat Cucu nya kalau sedang kesal di ledek muka nya lucu....!
Aisyah lalu menghampiri sahabatnya yaitu Elisabeth dan berbisik ketelinga sahabatnya.
"Sahabatku sebaiknya ajak kedua anakmu untuk masuk kedalam Mansion kasihan mereka butuh istirahat.
"Elisabeth pun mengangguk seraya berkata kepada anaknya.
"Galang, Clarissa dan Lestari ayo kita masuk" ajak Elisabeth.
"Mereka tidak menjawab hanya mengikuti langkah dari Mami nya...!
"Elisabeth pun telah masuk bersama ketiga anaknya yang diikuti Oleh Kakek dan Nenek beserta Paman Alex.
__ADS_1
"Hani, Indah dan Dewi pun ijin pamit untuk kembali ke kost nya untuk beristirahat.
"Kak Harsya" kami bertiga ijin pamit untuk kembali ke kost untuk istrahat Karna besok kuliah masuk pagi" kata Hani dan di angguki oleh mereka berdua.
"Apakah sebaiknya kalian menginap saja di sini" pinta Harsya
"Terima kasih Kak Harsya atas tawarannya lain kali saja" tolak Hani karna bukan tidak mau menginap tapi baju dari pagi belum ganti dan belum mandi.
"Baiklah kalau begitu" tapi nanti malam Minggu tidak boleh di tolak yaa, kakak mau ngajak kalian bersama yang lainya kita makan malam di hotel bintang lima'' pinta Harsya
"Kalau itu mah pasti tidak akan pernah kami tolak Kak Harsya" kata mereka serentak menjawab sambil tertawa cekikikan.
"Dan untuk kedua Abang Harsya Ucok dan Beni juga harus ikut dan bawa pasangan masing masing' goda Harsya sambil mendelik kan mata nya keatas seraya tersenyum renyah.
"Alamak.....!! Tuan muda nyindir Beni" sahut Ucok sambil terkekeh cekikikan.
"Ahk.....! tidak mau tahu harus bawa pasangan dan itu berlaku buat Kak Gandi juga harus ikut" kata Harsya dengan sedikit memaksa kepada Cok Ben dan Gandi.
"Aduh....! am...! Amp....! Ampun Tuan muda kalau urusan wanita takluk" kata Gandi terbata bata....!
"Tingkat kejahilan Tuan muda mulai naik level Tuan Gandi Abang Cok Ben" sahut Riyan yang memperhatikan dan hanya jadi pendengar saja....!
"Tiba Tiba dari arah pintu masuk keluar Nenek Aisyah sambil membawa sapu sambil berteriak....!
"Hai......! Cucu bandel dan kalian berisik mau tak gebuk pake sapu...! di dalam lagi pada bersedih ehk di sini malah tertawa terbahak bahak.....!
"Mereka semua diam padahal dalam hati tertawa terbahak-bahak tapi mereka semua di tahan hingga sakit dalam perut nya.
"Nek ini Abang Ucok sama Abang Beni pengen cepat nikah" kekeh Harsya menunjuk ke arah Cok Ben....!
"Bo....! Boh....! Bohong Nyonya besar" akal akalan Tuan muda ini mah" bela Cok Ben bersamaan.
"Huh.....'' Cucuku ini lempar batu sembunyi tangan! kalau begitu mah sudah kita kawinkan saja bertiga Ucok dan Beni beserta Cucuku" bagaimana setuju kalian...!
"Sorak semua menjawab Nyonya besar kami setuju uuuuuuuuuuuuuu!!
"Ihk.........! Amit amit masa jeruk makan jeruk Sih nenek! timpal Harsya seraya cemburut.
__ADS_1
"Beda sama Ucok dan Beni tertawa lepas kejahilan Tuan muda di patahkan oleh Nenek nya sama hal dulu waktu di kampung nya juga kejahilan nya selalu di patahkan oleh Umi Aminah.
"Setelah semua nya puas dengan tertawa di sela bercanda ria di teras halaman Mansion Mewah.! Ketiga sahabat tuan muda pun pamit sambil mencium tangan Nenek Aisyah satu persatu sedangkan Azis Dirga dan Riyan hanya membungkuk hormat kepada Nyonya Besar Aisyah.
"Nek kami bertiga pamit pulang" kata mereka bertiga serentak seraya mencium tangan Nenek nya Tuan muda Harsya.
"Hati hati ya....! Cucuku yang cantik cantik" puji nenek Aisyah
"Makasih" Nenek juga masih cantik'
"Kakek.......! Nenek mau ikut sama tiga gadis cantik sahabat Harsya cari berondong" teriak Harsya sambil tertawa-tawa terbahak bahak....!
"Seketika sapu yang di pegang Oleh nenek Aisyah melayang kepada Cucu nya"
"Huh.......! ini Cucu lebih jahil nya melebihi Ismail" kesel Nenek Aisyah.
"Kakek Abdullah yang mendengar teriakkan dari cucu nya segera keluar menghampiri nya...! dan berkata
"Ada apa sih berisik.!
"Tuh......! Cucu mu yang tukang ngadu jahil nya level sepuluh" kesel Istri nya.
"Harsya hanya cekikikan sambil tertawa renyah.....! sedangkan mereka yang melihat tingkah jahil Tuan muda Harsya hanya bisa geleng-geleng kepala padahal dalam hati nya ingin tertawa terbahak bahak....! tapi apa daya mereka hanya sebatas bawahan.
"Sudah......! Sudah......! Sudah......! Sayang dan Cucuku jangan goda terus Nenek mu...!
Azis Dirga dan Riyan temenin mereka bertiga pulang keselamatan tanggung jawab kalian'' kata Abdullah memberi perintah
"Baik'Tuan Besar" jawab mereka bertiga.
"Sementara di kediaman Mansion milik Rony Gunawan seorang wanita paruh baya sedang mondar mandir dari tadi mencemaskan suaminya yang sudah dua hari tidak pulang. Dari tempat duduk nya seorang Anak lelaki nya memperhatikan Kegelisahan dan kecemasan Oleh ibu nya.
"Ibu....' apa tidak sebaiknya kita tanyakan pada kak'' bimo'' kata anak nya yang bernama Surya Gunawan.
Wanita paruh baya yang di panggil gelar seorang ibu pun menghampiri pemuda yang bertanya.
"Sayang...! sebelum kau bertanya ibu dari tadi sudah beberapa kali menelepon nya dan ponselnya juga tidak aktip.? " Kata wanita yang sekarang sudah duduk di samping anaknya.
__ADS_1
"Apakah Ayah terlibat dalam satu masalah Bu?" Tanya Surya.
bersambung.