
Menara ANUGRAH ZAHRA GROUP merupakan satu gedung diantara gedung tertinggi lainnya di Jakarta
"Kantor pusat Anugerah Zahra group berada di Jl. M.H. Thamrin No.3, Jakarta. Tepat nya di dalam bangunan mewah tersebut. salah satu ruangan Direktur. Telah duduk pemuda berusia 25 tahun di temani oleh Tuan Billy dan Bu Anita.
"Mereka bertiga setelah kembali nya dari kota Jogja dan terjalin kerjasama di antara dua perusahaan raksasa tersebut akan mengerjakan tiga proyek dengan Anggaran dana yang fantastis.
Didalam kesepakatan tersebut itu. Pihak perusahaan XFRES GROUP. yang di berikan mandat penuh oleh Tuan Alex selaku orang kepercayaan dari Tuan besar Abdullah. sebelum perusahaan itu beralih tangan kepada Tuan muda Harsya. Karna Alex dan Abdullah sibuk mencari keberadaan Anaknya yaitu Tuan Ismail.
"Dengan Akal licik nya Manajer tersebut setiap proyek yang di kerjakan selalu memanipulasi data dan memperbesar anggaran sehingga merugikan pihak perusahaan XFRES GROUP.
"Setelah Tuan Besar Abdullah menemukan keberadaan anaknya yang sudah meninggal dan Ismail anak nya Tuan Besar mempunyai satu putra yang masih hidup dan berada di pelosok kota kecil dan di pertemukan lah antara Kakek dan Cucu nya. Tidak di sia sia kan lagi dan menebus kesalahan masa lalu nya kepada Ismail selaku putra kandung nya. Kini tumpukan perusahaan di alihkan kepada HARSYA'BADZIL ISMAIL ABDULLAH Cucu kandung kakek Abdullah.
"Setelah perusahaan milik kakek nya berpindah tangan kepada pemuda yang berprofesi sebagai TUKANG OJEG TAMPAN dan di bantu orang orang kepercayaan dari pihak ayahnya yang sama halnya mempunyai perusahan terbesar nomor dua di Asia tenggara di bawah perusahaan Abdullah.
"Hadir nya mimpi dari seorang ayah kepada Harsya untuk menyatukan perusahan tersebut menjadi satu perusahan maka Harsya pun memanggil advokat hukum perusahaan Anugrah Zahra group. Kepercayaan dari Tuan Suhardi sekaligus teman ayahnya sendiri.
"Tuan Sugianto pun membeberkan rincian rincian bila dua perusahan itu di gabungkan dan mengatakan bahwa dalam internal perusahaan milik kakek nya yaitu XFRES GROUP terjadi banyak nya kecurangan, Di saat berjalan nya waktu penggabungan dua perusahaan ada baiknya menangkap tikus tikus kantor yang menggerogoti tubuh perusahaan XFRES GROUP.
"Kak Billy dan Mbak Anita pagi buta saya mendapat kan telepon dari Dion kaki tangannya Manajer Ardi. Bahwa dia meminta untuk bahan properti nya dari pihak perusahaan XFRES GROUP dan biaya nya 30 persen masuk dalam rekening pribadi." Kata Rijki Fadilah.
"Terus kamu sendiri menjawab bagaimana? Tanya Billy.
"Kan sudah di tuangkan dalam kesepakatan perjanjian dan tidak bisa di ubah.'' Kata Rijki Fadilah.
__ADS_1
"Dion berkata. Perjanjian yang tertulis tetap tidak boleh di rubah penagihan tetap dengan nominal yang telah di sepakati kepada perusahaan XFRES GROUP. Untuk masalah itu kita di belakang." Kata Dion menjelaskan kepada Rijki Fadilah.
"Baiklah aku menyetujui. Apakah ada pemasukan kepada saya." Tanya Rijki.
"Anda tenang saja Tuan Rijki Fadilah 10 persen akan masuk ke rekening anda" Jawab Dion.
"Bener bener bangsat mereka berdua." Geram Billy.
"Iya....." Kak Billy.. balas Rijki Fadilah.
"Anita.....! Apakah sudah di telusuri harta kekayaan milik Ardi dan Dion serta beberapa staf lainya yang berlaku curang kepada perusahaan milik Tuan Muda Harsya. Tanya Billy kepada Anita.
"Sudah......! Billy semua aset milik mereka berdua dan staf lainnya sudah berada dalam genggaman tangan Tuan Muda Harsya. Dan sekarang Tuan muda saat ini sudah menyelinap kan 1 orang terbaik bersama 10 orang terlatih. Disaat penggabungan tiga perusahaan di situ semua nya akan terbongkar tikus tikus kantor dan orang orang yang mencaci maki Tuan muda Harsya." Senyum Anita menjelaskan kepada mereka berdua.
"Rijki Fadilah dan Anita. Keluguan, dan kerendahan hatinya Tuan muda Harsya menipu kita semua, persis seperti mendiang Tuan Ismail." Lirih Billy seraya menyeka air mata nya yang menetes begitu saja bila mengingat kebaikan dari Ismail. Sama hal yang dia rasakan oleh Anita dan Rijki Fadilah.
"Kota Jogja Tepat nya di bangunan tempat menyimpan nya barang barang properti. Setelah Tuan Alex meninggalkan lokasi kontruksi tersebut. Dion yang sejak tadi memperhatikan kini melangkah menuju post security yang tepat berada di pintu masuk menuju lokasi bangunan itu.
"Pak satpam. Boleh kah aku bertanya sekali lagi kepada anda dan dua teman nya." Tanya Dion berlagak ramah.
"Nama saya Ujang Tuan dan kedua adik saya namanya Matih satu dan Matih dua." Jawab Ujang sambil menutup buku laporan keluar masuk nya kendaran dan beberapa catatan hari kemarin kemarin.
"Tuan Ujang serahkan buku catatan itu kepadaku. Karena kau baru saja bertugas disini. Aku akan memberikan buku catatan yang baru untukmu dan kedua adikmu." Pinta Dion.
__ADS_1
"Ujang Suparman tidak membantah sedikit pun. Dia menyerahkan buku catatan itu kepada Dion dan menerima buku kosong yang mulai esok hari akan menjadi buku laporan aktivitas keluar masuk nya kendaran dan barang di kawasan tempat ia bersama kedua macan berjaga.
"Misal ada kendaraan yang masuk maka ia harus mencatatnya plat nomor Nama pengemudi nya dan kedua Macan Putih mencatat barang apa saja yang ia bawa dan dari kontraktor mana yang ia bawa masuk ke dalam bangunan ini.
"Hal itu juga berlaku bagi setiap kendaraan yang keluar dari lokasi bangunan ini. Ujang bersama dua orang lainnya berhak memeriksa apa saja barang yang di bawa dan mengambil beberapa Poto sebagai bukti Apakah barang itu milik perusahaan atau pun milik kontraktor tempat para kontraktor bekerja sama.
"Itu dilakukan agar ketika suatu saat barang barang milik perusahaan hilang atau jumlah tidak sesuai dengan pemesanan di lokasi proyek. Maka selain pihak logistik. Security adalah orang yang bertanggung jawab dan akan di mintai keterangan.
"Dengan ada nya buku catatan tersebut dan beserta tanda tangan dan Poto yang bersangkutan. maka pihak security bisa mengajukan bukti dan membela dirinya.
"Oleh sebab itu mengapa Dion sangat menginginkan buku catatan itu.
"Satu hal kepintaran Ujang Suparman dan luput dari pengetahuan Dion. Bahwa Ujang Suparman sudah mengambil gambar secara acak dan mengirimkan kepada Alex dan Gandi lewat Wasttap.
"Ujang dan kedua adikmu pos ini adalah kantor dimana kau akan bekerja. Dan lakukan pekerjaan kalian dengan baik. dan semoga kau betah dengan pekerjaan ini." Kata Dion dengan senyuman sinis.
"Terima kasih Tuan dion.'' Kami berharap mendapatkan bimbingan dari Tuan agar Sudi kira nya memberi tunjuk kepada kami bertiga dalam proses pembelajaran bagi kami dalam memulai pekerjaan ini." Kata Ujang penuh harap.
"Kau tidak perlu sungkan Ujang dan kalian berdua. Bagiku itu tidak jadi masalah. Namun satu hal yang harus kalian ingat. Walaupun kau dibawa kemari langsung oleh Tuan Alex. Namun di sini aku lah penguasa nya. Aku adalah orang kepercayaan dari Manajer logistik dan lapangan." Kata Dion membuka satu rahasia penting.
"Kami bertiga mengerti. Semoga saja saya dan kedua adik saya bisa bekerja di bawah perintah tuan.'' Ujang memancing reaksi Dion.
Bersambung.
__ADS_1