TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Tugas Ujang Suparman dan Fander Selesai


__ADS_3

"Ketua............ Selamat anda sudah berhasil menguasai ilmu dari Kiayi Sepuh." Ucap Salah satu anggota macan putih.


"Sama sama. Matih...........!! Ayo kita selesaikan tugas dari Tuan Muda." Titah Ujang Suparman.


"Siap............!! Ketua jawab macan putih serentak.


Melihat kepala pengawal yang bernama Rohichan telah ambruk, dua puluh pengawal yang di tugaskan oleh mister Kong Kong, kini mulai membabi buta melawan anggota macan putih. Terutama lima orang kini mengelilingi Ujang Suparman yang telah membuat ambruk Rohichan.


"Bunuh lelaki kurus ini dan jangan biarkan dia bernapas." Ucap salah satu dari mereka berlima yang mengepung Ujang Suparman.


"Siap brother." Ucap mereka berempat.


Mereka berlima kini langsung mengeluarkan pisau belati masing masing dan langsung di arahkan kepada ketua macan putih.


Ketika Ujang Suparman sedang di kepung para anggota lainnya sedang berjibaku melawan pengawal lainnya. Dari arah depan sepuluh orang yang di bawa oleh Fander datang menyerbu.


"Seraaaaaaaang................... Teriak Fander berlari kearah Ujang Suparman yang sedang di kelilingi oleh lima orang lelaki sipit.


"Terlalu lama menyelesaikan tugas dari Tuan Muda Harsya. Hingga Fander pun langsung mengeluarkan pistol nya untuk segera menuntaskan semua nya.


"Dor...............


"Dor...............


"Dor...............


Tiga peluru melesat kearah lelaki sipit tepat mengenai punggung hingga ambruk dan tak bernyawa lagi.


"Apakah kalian mau melanjutkan perkelahian ini atau menyerahkan diri." Kata Fander dengan suara kencang.


"Tersisa 17 anak buah suruhan mister Kong Kong yang sedang melawan anggota macan putih mengacuhkan perkataan dari Fander hingga membuat lelaki keturunan Bule itu geram.


"Dor.............!


"Dor.............!


"Dor.............!


"Dor.............!


Empat tembakan kini dia tembakan tepat mengenai pihak musuh dan 13 orang nya kini mulai berhenti dan pasrah menerima kekalahan.

__ADS_1


"Macan Putih segera ringkus bangsat bangsat itu dan bawa ke kantor polisi." Titah Fander.


"Siap Tuan Fander.!!


"Tuan Ujang Suparman apakah kau tidak apa apa.?" Tanya Fander.


"Alhamdulillah." Fander tidak terjadi hal yang buruk kepada saya dan beberapa anggota lainnya." Jawab Ujang Suparman.


"Fander apakah tugas yang saya berikan apakah kau sudah selesai.?" Tanya Ujang Suparman penasaran karna sudah berada di sini.


Fander pun langsung menjelaskan semuanya dari bantuan pihak kepolisian yang di titah oleh Brigadir Anton Sideka dan ikut membantunya para warga hingga tugas begitu mudah dan cepat selesai.


"Alhamdulillah." Orang baik selalu di kelilingi oleh hal hal yang baik." Jawab Ujang Suparman.


Tak lama kemudian suara sirine polisi pun datang dan langsung menghampiri ketua macan putih dan Fander.


"Tuan Bule dan Tuan Macan Putih. serahkan kepada kami untuk pembersihan." Ucap komandan kepolisian yang berhadapan dengan mereka berdua.


"Terima Kasih komandan. Kalau begitu saya undur diri untuk kembali ke kota Jakarta." Jawab Fander.


"Silahkan Tuan Bule...... Tuan Macan Putih bila anda bertemu dengan Jendral Anton Sideka salam hormat dari saya." Ucap komandan.


*******************************************


"Assalamualaikum." Selamat Pagi Paman Suhardi. Mohon Maap ganggu aktivitas di pagi hari." Kata Harsya dalam sambungan telepon.


"WaallAikum Salam Nak. Pagi juga........ Tidak menggangu kok. Ada hal penting apakah sehingga Anak ku Harsya menelepon di pagi ini.?" Tanya Suhardi.


"Paman Hari ini. Aku akan pergi ke kota Bandung Barat bersama Inah dan Ineh untuk bersilaturahmi ke padepokan Macan Putih dan padepokan lainnya. Aku meminta tolong untuk menjemput keluarga Abang Beni dan Bang Ucok yang mungkin siang ini sudah berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di bawa oleh Ujang Suparman dan Fander." Pinta Harsya.


"Baik Anakku....... Paman akan menjemput nya. Lalu mereka bawa kemana anakku.?" Tanya Suhardi.


"Paman Bawa saja mereka ke Mansion yang ada di Pondok Indah Jakarta Pusat. Dan pinta Maapkan bahwa aku tidak bisa menjemput karna ada urusan. Mungkin setelah urusan ku selesai insyaallah akan langsung menemui mereka.!!


"Siap. Nak Harsya berhati hati lah dalam perjalanan mu." Pesan Suhardi.


"Terima Kasih banyak Paman........ Seraya mengakhiri panggilan telepon di pagi hari.


Setelah selesai dengan panggilan telepon bersama Suhardi. Harsya pun langsung keluar dari kamarnya menuju ruangan meja makan yang sudah di tunggu oleh Kakek dan Nenek bersama tuan Alex dan istrinya Halimah.


"Selamat Pagi semuanya." Sapa Harsya seraya duduk di kursi utama untuk sarapan pagi.

__ADS_1


"Pagi juga Cucuku....... Sudah rapi dan wangi emang mau kemana." Puji Aisyah Nenek nya.


"Mau ke Bandung Barat Nek bersama Inah dan Ineh. Mau bersilaturahmi ke padepokan Macan Putih." Kata Harsya.


"Hati hati yaa...... Cucuku di setiap aktivitas yang akan kau jalani." Pesan Nenek'


"Siap Nek........ Ayo kita mulai sarapan pagi nya." Ajak Harsya.


Aktivitas di meja makan semua pokus dengan sarapan di pagi itu tanpa ada satu suara pun yang keluar, hanya ada suara sendok dan garpu saja yang terdengar di telinga mereka masing masing.


Tak lama setelah itu pemuda bernama Harsya pun langsung bergegas berjalan menuju pintu utama di rangkul oleh istrinya dan di ikuti oleh kedua kakek dan neneknya.


"Sayang Aku berangkat dulu. Doa kan semoga lancar perjalanan menuju padepokan Cimande." Ucap Harsya seraya mencium kening istrinya.


"Iya........ Kak...... Hati hati ya. Doa ku menyertai mu." Jawab Halimah.


"Kakek........ Nenek........ Harsya' berangkat dulu. Tolong jaga istri cucu mu ini." Pinta Harsya mencium kedua tangan mereka.


"Ingat pesan obrolan Kakek semalam." Jawab Abdullah seraya mengelus ngelus rambut nya.


"Siap kek...........!


"Paman Alex ayo kita berangkat..........!


"Mari Tuan Muda............. seraya berjalan kearah mobil yang sudah ada Inah dan Ineh di samping mobil menunggu majikannya dan akan membawa kepada padepokan Macan Putih dimana mereka berdua belajar beladiri.


Satu unit mobil Toyota Alphard pun melaju keluar dari Mansion mewah menuju jalan utama Bintaro Jakarta Selatan di pagi hari itu.


"Aden Muda Harsya sebaiknya kita menggunakan jalan Tol Cipularang biar lebih cepat perjalanan, dari pada kita menggunakan jalur puncak. Takut nya terjebak macet." Saran Mang Jaka Supit tuan Muda.


"Silahkan Mang..................! Ucap Harsya yang duduk di kursi depan bersama Supir pribadinya.


Empat jam kemudian perjalanan mereka kini telah sampai di pintu tol keluar Purbaleunyi yang mengarah ke kota Padalarang Bandung Barat itu.


"Inah dan Ineh sekarang kita menuju jalan mana.?" Tanya Mang Jaka.


"Kita Lurus aja masuk jalan Cipatat, nanti setelah kita sampai di pasar Raja Mandala kita belok kearah kanan menuju Saguling, tidak jauh dari perapatan ojeg hanya dua kilo kita sudah sampai di padepokan macan putih." Kata Inah memberi tahukan posisi arah jalan.


"Ok Siap mamang tahu." Jawab Supir itu lalu membelokkan mobilnya kearah kota baru untuk menuju jalan utama Cipatat Bandung.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya

__ADS_1


__ADS_2