
Satu unit Mobil mewah Lamborghini Aventador melesat dengan kecepatan tinggi
meliak liuk di antara para mobil dimana pada saat itu suasana lalu lintas sedikit padat, tiiiin........ tiiiin....... tiiiin..... Tak henti hentinya Harsya menekan klakson guna menghalau para mobil di hadapannya agar mau memberi jalan.
"Arhhhhhh...!! Harsya' mengerang, seraya membanting stir ke kanan lalu menyalip mobil di depan nya, sangat titis bahkan hampir menabrak mobil dari arah berlawanan. Sehingga membuat nya kembali membanting stir ke kiri.
"Astaga Tuan Muda, Pengawal semakin khawatir melihat mobil Tuan nya, yang sudah seperti kesetanan, sementara dia berada di mobil lain, tidak jauh dari mobil yang di kemudi kan oleh Tuan nya.
Hingga tiba lah mereka di sebuah kawasan yang lumayan banyak mobil mobil terparkir rapi dan bangunan yang bertingkat, dengan beberapa orang yang sedang duduk di kursi dalam bangunan itu. Bahkan ia melihat dua lelaki sedang mengobrol bersama satu lelaki seumuran ayahnya.
Dengan cepat Harsya melepas seal beltnya dan membuka pintu mobil, tanpa menunggu beberapa pengawal yang sedang berlari kearahnya untuk membuka kan pintu mobil Tuan Muda.
"IWAN KUPLUK............. Teriak Harsya berjalan dengan cepat masuk kedalam Kafe tanpa memperdulikan beberapa pengawal membungkuk hormat.
"Di dalam Suhardi yang sedang bersama dengan dua pengawal nya Maman Tomat dan Iwan kupluk mendengar teriakkan dari seorang pemuda yang di hormati segera berdiri dan berlari kearah keluar menuju suara teriakan itu.
Setelah mereka bertiga sampai di hadapan pemuda yang berteriak-teriak sama sama berjalan, Suhardi dan kedua pengawal nya segera membungkuk hormat kepada pemuda pemilik tiga perusahaan besar itu.
"Tuan Muda, ada apa ini kenapa anda marah marah dan berteriak? Tanya Suhardi.
Harsya tidak menjawab pertanyaan dari Suhardi kini mata nya menatap tajam kepada Iwan kupluk yang berada di samping kiri Maman Tomat.
Iwan............... di mana anak mu saat ini, hah...... sedikit saja kulit Halimah tergores oleh Indra dan kedua sahabat nya itu, saya pastikan akan membunuh nya tepat di depan wajah mu." Bentak Harsya yang sudah di liputi amarah yang membara hingga tidak ada lagi tata Krama kesopanan dari diri nya.
"Am....! Amp....! Ampu.....! Ampun.... Tuan muda sebenarnya ada apakah, tadi pagi saya sudah memberi pelajaran kepada anak hamba." Tutur Iwan terbata bata karna ketakutan melihat amarah dari pemuda yang di panggil Tuan Muda itu.
"Anakku, tenangkan diri mu, coba jelaskan kepada Paman." Ucap lembut Suhardi meredakan amarah anak sahabat nya itu.
Harsya bergeming gejolak jantung nya memburu napas tidak teratur tangannya dia kepal kan erat erat dalam jari nya, seandainya Anak Iwan kupluk ada di hadapannya sudah habis lah di amuk pemuda itu.
Salah satu pengawal yang mengikuti dari arah belakang lalu menjelaskan kepada Tuan Suhardi serta di dengarkan oleh mereka berdua Maman Tomat dan Iwan kupluk.
__ADS_1
Seketika mereka bertiga pun merasakan hal yang sama oleh Tuan Muda, terutama buat Iwan kupluk merasa malu di hadapan Tuan Muda dan Tuan Besar Suhardi serta Maman Tomat.
"Iwan........ Segera telepon anakmu sekarang berada dimana.? Titah Suhardi.
Ba.... Baik..... Tuan Besar, Iwan tergugup.
"Tut........! Tut.......! " Tut.......!
Nomor yang anda tuju sedang berada tidak menjawab. " Kata operator dalam ponsel Iwan kupluk.
"Bajingan.......! Geram Iwan karna telepon tidak di angkat oleh anak nya.
Tiba tiba ponsel milik Maman Tomat berdering di saat mereka menunggu Iwan kupluk menelepon anaknya.
Maman langsung mengambil ponsel yang di simpan dalam saku nya dan melihat layar ponsel telepon.......... Hmmmmm! Gandi Gumam." Maman Tomat
"Tuan muda Tuan besar ijin mengangkat telepon dari Gandi. " Kata Maman, di angguki oleh Suhardi, sedangkan Harsya hanya diam mata nya menatap kearah Iwan kupluk.
"Maman saya di perintah kan oleh Tuan Muda untuk memburu tiga bajingan tengik yang salah satu nya adalah anak dari Iwan kupluk, mereka bertiga sudah berada dalam pengintaian saya dan beberapa orang kepercayaan Tuan Muda, di kawasan Cawang Jakarta timur. sebaiknya anda segera kesini dan bawa Iwan kupluk secepatnya. " Jawab Gandi dalam sambungan telponnya.
"Baik sekarang juga saya akan kesana segera kirimkan serlock kepada wasttap saya dan Tuan Muda.! Pinta Maman Tomat gerak cepat tanpa berpikir atau pun bertanya itu ini.
"Siap, segera saya kirim dan akhiri teleponnya silahkan anda bersiap siap di sana segera mungkin.....! Tut..... Tut.... tut...
Telepon pun berakhir dan Maman tomat segera memberitahukan kepada Tuan muda serta Tuan Suhardi.
Dengan cepat Pemuda itu langsung berlari kearah mobil yang di parkir kan secara sesuka hati oleh pemuda bernama Harsya itu. dengan menarik Iwan kupluk untuk ikut dalam mobil nya, sehingga Iwan pun kaget dan Syok.
"Maman ayo Ikuti, Kata Suhardi cepat.
"Baik Tuan Besar.........!
__ADS_1
****************************************
Sementara di kampus saat itu mata pelajaran telah usai tiga gadis cantik pun keluar dari kelasnya menuju mobil yang di parkir kan di halaman kampus tersebut.
Clarissa pulang sendiri menuju apartemen milik nya yang berada di mangga dua.
"Ariani, aku ikut mobil kamu ya. " Pinta Halimah.
"Ok." Jawab Ariani tapi antar dulu ke mall karna ada sesuatu yang harus di beli.! Jawab nya.
"Siap." Balas Halimah, seraya masuk kedalam mobil Mewah milik Ariani.
Sementara beberapa orang yang dari tadi memperhatikan ketiga gadis itu, mulai bergerak mengikuti mobil yang di tumpangi oleh dua gadis cantik itu.
Ketika mobil yang di kemudikan oleh Ariani memasuki lantai bawah pusat perbelanjaan terbesar di kota Jakarta dan berhenti tepat di parkiran mobil di lantai bawah gedung, sesaat mereka berdua turun, tanpa di duga dari arah belakang mereka berdua di bius oleh sapu tangan mengakibatkan mereka pingsan seketika.
"Ayo segera bawa ke daerah Cawang di markas kita." Tanya salah seorang dari empat yang ikut membius dua gadis cantik itu.
"Baik.............! Kata dua orang yang memegangi gadis itu.
Setelah mereka berhasil membawa Halimah dan Ariani ke salah satu gudang di kawasan Cawang Jakarta Timur, dan langsung di ikat serta di duduk kan di kursi, menunggu tiga pemuda yang menyuruh nya.
"Bos dari pada di kasih kepada mereka bertiga bagaimana kita mencicipi nya terlebih dahulu." Kata satu di antara 8 preman jalanan itu.
"Sabar dulu...... Kita tunggu mereka bertiga membayar sisa uang nya terlebih dahulu, setelah itu kita hajar mereka sampai babak belur, baru kita bisa mencicipi dua gadis cantik itu." Jawab Bos Preman itu tersenyum jahat.
"Tak sadar dari kejauhan mereka sedang di intai oleh beberapa anak buah Tuan Muda yang sudah terlatih kemampuan nya, hanya seorang Azis saja sudah bisa menumbangkan delapan preman tersebut. Tetapi mereka menunggu kedatangan tiga pemuda yang salah satu nya anak dari pegawai Tuan Muda Harsya.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung
__ADS_1