TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Obrolan Panjang Harsya Dan Suhardi


__ADS_3

"Nak Harsya silahkan bicarakan apa yang ingin kau sampaikan kepada paman.?" Ucap Suhardi.


"Apakah Paman sudah menonton kabar konferensi pers Paman Alex dan Gandi serta yang lainnya.?" Tanya Harsya.


"Sudah." Jawab nya seraya mengangguk.


"Apakah Paman tidak keberatan atau pun protes.?" Tanya pemuda itu.


Dia menggeleng kan kepala dan mulai berkata.


"Kenapa harus protes, itu hak mu, karna saya tahu mungkin rencana yang di buat olehmu bukan untuk menghancurkan perusahaan atau pun melupakan orang orang yang telah membantu mu membalas kan dendam terhadap orang tua mu, seperti perkataan ketiga sahabat mu yaitu Dewi Indah dan Hani.


Walaupun saat pertama saya melihat dan menonton konferensi pers seketika kaget dan tak percaya, tapi itu tidak berkepanjangan karna di balik semua yang kau lakukan ada sesuatu yang kita semua ketahui." Kata Suhardi.


"Paman Suhardi tujuan ku menarik orang orang yang telah ikut membantai organisasi Genk Kobra Beracun dari perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY adalah untuk mengalihkan orang orang dari Simon Kong Kong dan Naga Saki Sempur agar mereka tidak mengusik perusahaan milikku. Tetapi saya salah besar dengan kekuatan yang mereka bertiga miliki, kini mereka justru menargetkan dan menyelidiki pemilik perusahaan yang baru kita gabungkan dengan menyewa intelijen intelijen terbaik di dunia.


Perlu Paman Suhardi ketahui orang orang mister Kong Kong sudah mengirimkan ratusan orang orang terlatih ke negara kita guna membalas dendam kematian Dani Pedrosa dan Ruli Siregar Rusady beserta orang orang setia nya. Kenapa saya sampai tega memisahkan antara urusan cinta Hani dan Azis dan Dirga dan Indah serta Riyan dan Dewi, untuk keselamatan mereka, bukan untuk merusak hubungan mereka itu juga berlaku buat Kak Gandi dan Lestari Ardana. Bila pihak musuh mengetahui serta memburu mereka kemungkinan terbesar akan memanfaatkan kelemahan nya itu, dan kelemahan ada di para gadis nya." Kata Harsya panjang lebar.


"Hmmmm." Gumam Suhardi seraya mengangguk kepalanya dan jari tangan mengetuk ngetuk meja di hadapannya.

__ADS_1


"Jadi kapan rencana akan segera di laksanakan dan taktik seperti apa yang akan kamu terapkan untuk melindungi mereka bertiga.?" Tanya Suhardi yang belum mengetahui rencana seperti apa yang akan di gunakan guna membendung pertahanan musuh.


"Tunggulah semingguan lagi Paman. Aku ingin melihat sipat sipat mereka terutama ketiga kekasih sahabatku apakah mereka menerima keputusan ku dengan di tariknya dari perusahaan dan di tempatkan di tempat kost kostan atau pun mereka membelot dan membantu pihak musuh." Kata Harsya untuk bersabar.


"Anakku HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH, perlu kamu ketahui sekarang ketiga sahabat mu Hani Indah dan Dewi sudah membenci dan mencaci maki dirimu, kabar mereka bertiga Paman dapatkan dari Iskandar berikut pembicaraan sewaktu di Kafe yang tak lama setelah kamu datang." Ucap Suhardi memberi tahu.


Harsya tersenyum. Sudah saya duga dan akan seperti itu. Tapi biarkan saja Paman yang penting Azis dan Dirga serta Riyan tidak terpengaruh, kita pantau terlebih dahulu mereka bertiga." Jawab Harsya.


"Baiklah Paman sendiri yang akan memantau mereka bertiga bersama anak buah Billy dan Anita yang tidak di ketahui oleh mereka bertiga." Kata Suhardi mulai mengerti jalan pikiran anak dari sahabatnya itu.


"Terima Kasih banyak Paman Suhardi, Untuk sementara aku dan Halimah akan pergi ke Bandung Barat bersilaturahmi ke Padepokan Cimande dan beberapa padepokan yang ada di negara kita dan kemungkinan terbesar akan aku gabungkan padepokan Macan Putih dengan padepokan padepokan lainnya.


"Betul sekali Paman malahan ada beberapa pondok pesantren yang dulu di bantu secara pinansial materi oleh Ayah dan Bunda ku. Sudah aku datangi dan para santri bersedia bila di butuhkan pertolongan. Mungkin paman juga tahu Kiayi Ageng Maghribi sesepuh pondok pesantren di kota Banten dengan santri santri yang sangat jago dalam beladiri. Serta Kiayi Husein pondok pesantren Nurul Iman yang ada di kota Tasik dan masih banyak lagi yang ada di pulau Jawa, pulau Sumatra dan Kalimantan. Mereka semua sudah siap membantu kita guna melawan pihak musuh." Kata Harsya menjelaskan semua nya.


"Sungguh hebat dan kagum kepadamu Nak. Paman tidak mempunyai pemikiran sampai kesana. Sekarang saya mengerti dan memahami pola pikir dan rencana yang akan kamu jalani. Mudah mudahan ini akhir dari permasalahan yang sedang kita hadapi." Ucap Suhardi dan di amin kan oleh Harsya.


Tak terasa obrolan panjang mereka berdua pun cukup lama dan langit pun mulai gelap tanda senja sudah muncul tak lama Adzan Magrib berkumandang di daerah Jakarta timur tepatnya yang tidak jauh dari Mansion mewah milik Suhardi.


************************************************

__ADS_1


Sementara di provinsi Sumatera Utara tepatnya di ibukota kota Medan, di Kelurahan: -Glugur Kota -Karang Berombak -Kesawan -Pulo Brayan Kota -Sei Agul -Silalas tepatnya di salah satu rumah yang baru di renovasi rumah tersebut. Seorang lelaki setengah tua berusia 40 tahun sedang menunggu sahabatnya yang akan bertemu malam ini.


Cok Ben sudah pulang kampung ke tempat kelahirannya setelah 10 tahun dia meninggal kan tempat kelahiran nya guna menjaga dan menjadi pengawal bayangan dari Tuan Muda kecil saat di asuh oleh orang tua angkatnya atas permintaannya Tuan Besar Ismail dan Nyonya Zahra.


Sekarang mereka berdua kembali ke kota Medan tempat kelahiran nya atas titah dari Tuan Muda Harsya yang memiliki insting bahwa orang orang dari ketiga sahabat Dani Rustandi akan mencari nya serta menarik kembali menjadi bawahan di perusahaan KOBRA COMPANY GRUP yang menjadi anak perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP di bawah pimpinan Tuan Simon Tuan Naga Saki Sempur dan Mister Kong Kong.


Tidak lama kemudian sahabat yang di tunggu pun kini datang tepat di sebuah mobil Marcedez Benz melaju masuk menuju halaman parkir dan tepat berhenti di samping Mobil mewah BMW milik Ucok.


Ucok segera menghampiri dan membukakan mobil yang baru datang itu seraya memeluk nya karna sudah hampir seminggu tidak ketemu karna kesibukan masing masing di kota kelahiran itu.


"Ben ayo masuk ada banyak yang mau saya bicarakan." Ajak Ucok berjalan menuju Gazebo dan di ikuti oleh Ben sahabat nya.


Setelah mereka berdua sampai dan duduk di Gazebo tempat untuk bersantai di malam hari dengan pemandangan bunga bunga yang sedang bermekaran menambah suasana di malam itu terasa sangat indah.


"Ben....... Kopi atau Teh.? Tanya Ucok.


"Gue pengen kopi aja Cok, sekalian beliin rokok tadi lupa." Titah Beni.


"Ok siap loe tunggu di sini sebentar gue masuk kedalam dulu dan menyuruh pembantu untuk membelikan rokok sekaligus bikinkan kopi." Ucap Ucok.

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya


__ADS_2