
Di salah satu kediaman Tuan Tsubasa siang itu. Riyan bersama Ken dan Rex yang sudah di jemput oleh Morizaki dan di bawa kepada rumah milik Tsubasa untuk beristirahat, terlihat ketiga orang yang di tugaskan oleh Tuan Muda Harsya kelelahan dan kurang nya tidur.
Tsubasa bersama empat orang lainnya menjadi mata dan telinganya Tuan Muda Harsya untuk memberikan informasi informasi yang akan di rencanakan oleh pemilik perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP serta kedua anak perawan dedengkot Genk Kobra Beracun yang sudah sirna di Bumi Pertiwi.
Sebagai ibukota negara sekaligus wilayah terpadat di Jepang, Tokyo memang selalu penuh hiruk pikuk orang. Namun, ada kalanya kota ini terasa begitu damai dan tenang ketika saat pagi hari. Akan tetapi Tuan Muda Harsya menyuruh untuk bergerak sekarang juga. Keaadaan ini bertolak belakang dan akan menimbulkan kericuhan serta kecurigaan pihak penegak hukum di negara kami." Kata Tsubasa kepada Riyan serta Ken dan Rex.
"Jadi menurut Tuan Tsubasa kita akan menyelamatkan mereka berdua tepat di pagi hari." Jawab Riyan menebak pikiran dari Tsubasa.
"Betul sekali Tuan' Riyan tebakan anda." Kata Tsubasa tersenyum.
"Apakah Tuan Tsubasa bersama keempat temannya bisa mengulur waktu kedatangan Tuan Simon dan Mister Kong Kong serta Naga Saki Sempur.?" Tanya Riyan.
"Untuk saat ini kemungkinan sore ini mereka bertiga tidak akan datang ke markas besar Tri Future Company Group karna kedatangan seorang pengacara Nyonya Windi dan Winda. Kemungkinan mereka malam hari akan datang ke markas untuk menghampiri Tuan Ucok dan Beni." Kata Tsubasa perkiraan yang ia pikirkan.
"Hmmmmmm." Ada satu cara untuk mengulur mereka datang kesini ." Kata Tsubasa tersenyum kepada mereka bertiga.
"Coba katakan Tuan Tsubasa." Jawab Riyan penasaran.
"Tuan Simon dan kedua sahabatnya belum mengetahui bahwa orang suruhan nya telah di bantai oleh anggota Macan Putih. Seandainya ada salah satu dari mereka bertiga yang masih hidup. Mengabarkan bahwa mereka akan mengeksekusi keluarga dari Ucok dan Beni malam esok. Pasti petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP tidak akan datang malam ini." Kata Tsubasa.
"Sebaiknya saya akan menelepon Tuan Muda." Kata Riyan lalu mengeluarkan ponselnya.
"Tuan Riyan Apakah SIM card sudah di aktipkan di negara ini.?" Tanya Tsubasa.
"Hehehehe. Belum Tuan Tsubasa." Riyan tersenyum.
"Sebaiknya pakai ponsel ku saja." Kata Tsubasa seraya menyodorkan ponselnya kepada sahabat tuan muda.
"Terima Kasih Tuan. Lalu memencet panggilan telepon kepada sahabatnya yang ada di negri sebrang.
"Tut.............!
__ADS_1
"Tut..............!
"Tut..............!
"Halo.
"Tuan Tsubasa ada informasi terbaru apa, sehingga anda menelepon lagi kepada saya.?" Tanya seorang pemuda yang menjawab telepon nya.
"Brow........... Sory gue Riyan, yang berbicara. Karna SIM card GSM belum di aktifkan sama dengan Ken dan Rex Ryu." Jawab Riyan
"Ohk. Brother.........! Ada penting apa?" Sehingga kau menelepon ku.!! Apakah kau kangen padaku." Canda Harsya di sebrang telepon.
"Huh....... Kutu kupret. Emang jeruk makan jeruk......!! Brow ada hal penting yang harus gue tanyakan kepada loe." Kata Riyan.
"Hal penting Apa brother.?" Tanya Harsya.
"Apakah pembantaian di kota Medan oleh Ujang Suparman dan Fander bersama anggota Macan Putih semuanya sudah selesai.?" Tanya Riyan.
"Memang kenapa brow.!! Sampai kau menanyakan kabar mereka.?" Tanya Harsya penasaran.
"Baik Riyan. Aku mengerti saat ini juga aku akan menelepon Paman Anton Sideka untuk turun tangan dan meminta mereka yang masih hidup, untuk berakting kepada majikannya yaitu Kong Kong dan Naga Saki Sempur serta Tuan Simon." Jawab Harsya.
"Siap Tuan muda aku tunggu kabar selanjutnya.! Kalau begitu saya akhiri obrolan dalam telepon ini. Silahkan kau sibuk dengan aktivitas nya di sana." Kata Riyan.
"Ok. Siap..........!! Tut... Tut.... Tut.... Tut.... Panggilan telepon pun berakhir.
"Tuan terima kasih atas panggilan telepon nya. Kata Tuan Muda, beberapa suruhan mister Kong Kong belum mati, dan saat ini juga Tuan Muda Harsya akan menelepon Brigadir Anton Sideka untuk menginterogasi mereka dan meminta berakting kepada Tuan Simon dan kedua sahabat nya itu. Naga Saki Sempur dan mister Kong Kong." Kata Riyan seraya memberikan ponselnya.
"Bagus....... Kalau begitu kita akan bergerak pukul 04:00 Pagi hari di saat mereka terlelap, kita akan bergerak untuk menyelamatkan Tuan Ucok dan Beni." Kata Tsubasa.
"Siap..........!! Ucap Riyan Bersama Ken dan Rex.!!
__ADS_1
***********************
"Paman Hutabarat, apakah sudah selesai dengan makan nya.?" Tegur Anastasya dari belakang.
Lelaki yang di tegur pun langsung membalikkan badan dan langsung berdiri seraya membungkuk hormat.
"Nona Muda Anastasya. Sudah selesai." Ucapnya seraya membungkuk hormat.
"Paman. Ayo kita ke ruangan khusus. Mereka bertiga sudah menunggu." Ajak Anastasya.
"Mari silahkan Nona muda berjalan di depan." Pinta Hutabarat.
"Congli........ Sebaiknya kau bersama yang lainnya tinggalkan kami." Titah Anastasya.
"Siap Nona Muda Anastasya." Ucap mereka berdua seraya beranjak pergi meninggalkan restoran mewah itu.
Tak lama setelah itu mereka berdua berjalan memasuki ruangan khusus restoran itu yang di dalamnya sudah ada mister Kong Kong dan Naga Saki Sempur serta Tuan Simon.
Obrolan Kali ini khusus tidak boleh ada yang mengetahui kecuali mereka yang hadir di ruangan itu, karna menyangkut dengan suap menyuap penegak hukum yang sudah di bicarakan oleh pengacara Winda dan Windi dalam sambungan telepon waktu itu.
Setelah Anastasya dan Hutabarat duduk di kursi ruangan itu, Tuan Simon pun langsung membuka obrolan di sore hari tersebut.
"Tuan Hutabarat apakah dengan kita memberikan uang kepada penegak hukum itu. Winda dan Windi akan bisa di bebaskan.?" Tanya Simon kepada pengacara itu.
"Seratus persen Tuan. Mereka berdua akan bebas dengan satu syarat." Jawab Hutabarat.
"Syarat apa yang mereka minta selain uang.! Kini yang bertanya adalah Anastasya.
"Para penegak hukum yang korup, mereka meminta setelah Nyonya Windi dan Winda di bebaskan. Untuk segera pergi dari negaranya dan mengubah wajahnya dengan operasi plastik.!! Bila syarat itu bisa di penuhi maka, setelah uang di transfer kepada mereka seminggu kemudian Nyonya Windi dan Winda akan di bebaskan. Tuan Tuan serta Nona muda Anastasya tinggal menjemput nya di kediaman yang di ajak kolaborasi itu." Kata Hutabarat panjang lebar menjelaskan permintaan dari mereka.
"Hmmmmmmm." Cukup jeli juga mereka berpikir dan takut akibatnya di kemudian hari, kalau hanya membebaskan saja." Gumam Naga Saki Sempur.
__ADS_1
"Benar sekali sahabat ku Naga Saki Sempur, uang di dapat tapi kejahatan tidak mau terbongkar." Sahut Kong Kong..
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.